WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - PT Jakarta Propertindo (Perseroda) (Jakpro) menyambut positif arahan Gubernur DKI Jakarta dalam BUMD Leaders Forum 2026 yang berlangsung di Ancol, Jakarta Utara, Jumat (17/4/2026).
Bagi Jakpro, forum ini bukan titik awal melainkan konfirmasi bahwa langkah-langkah yang telah dijalankan perusahaan selama ini berada pada jalur yang tepat dan siap diakselerasi.
Jakpro memperkuat perannya sebagai city master developer melalui pengembangan kawasan berbasis aset strategis.
Kawasan Jakarta International Stadium (JIS) yang akan terkoneksi dengan layanan KRL pada Juni 2026 dan ke depan terintegrasi dengan jaringan LRT Jakarta menjadi contoh pengembangan ekosistem terpadu yang menggabungkan fungsi olahraga, komersial, dan ruang publik, sekaligus diperkuat konektivitasnya melalui jalur pedestrian terintegrasi JIS–Ancol untuk meningkatkan aksesibilitas dan mendorong koridor ekonomi baru di Jakarta Utara.
Direktur Utama Jakpro, Iwan Takwin menyebutkan, penguatan konektivitas ini mendorong peningkatan aktivitas kawasan, terlihat dari semakin tingginya kunjungan dan pemanfaatan venue, serta mulai terbentuknya simpul ekonomi baru di wilayah Jakarta Utara.
"Pengembangan kawasan berbasis mixed-use dan transit-oriented development (TOD) selanjutnya akan memperkuat nilai investasi jangka panjang sekaligus mendukung pertumbuhan kota yang lebih terintegrasi,” sebut Iwan.
Dalam menjalankan proyek strategis, Jakpro mengedepankan pendekatan creative financing melalui berbagai skema, seperti project financing, revenue sharing, dan kemitraan investasi dengan sektor swasta.
Implementasi pendekatan ini telah terlihat pada berbagai proyek berbasis aset yang dikembangkan bersama mitra strategis, termasuk pengelolaan fasilitas sportaiment dan seni budaya seperti JIS, Velodrome, dan Taman Ismail Marzuki (TIM), serta pengembangan proyek komersial tanpa ketergantungan langsung pada APBD.
Sepanjang tahun 2025, total kunjungan ketiga venue yang dikelola Jakpro mencapai lebih dari 3,5 juta pengunjung.
Dengan total event mencapai lebih dari 750 event di ketiga venue strategis yang dikelola Jakpro ini.
Sementara itu, persentase Customer Satisfaction Index (CSI) sebesar lebih dari 88 persen.
“Ini artinya bahwa tingkat kepuasan pelanggan terhadap venue pada kategori sangat baik. Jakpro fokus pada aktivasi venue JIS, Velodrome, dan TIM sebagai upaya meningkatkan awareness publik dan membangkitkan crowd untuk menciptakan nilai tambah dan dampak pengali di masa depan,” ujar Iwan Takwin.
Saat ini, Jakpro juga fokus mengakselerasi revitalisasi Pasar Muara Karang (PMK). Ditargetkan pada semester kedua tahun ini akan tuntas.
Seluruh pekerjaan fondasi dan struktur bawah telah rampung 100 persen, dan saat ini pengerjaan difokuskan pada struktur atas.
Progres struktur atas telah mencapai lantai enam untuk sekitar 50 persen area bangunan.
Pasar Muara Karang dihadirkan lebih dari sekadar ruang transaksi, tapi juga sebagai bagian dari upaya mendukung agenda Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam memperkuat daya saing menuju Jakarta sebagai kota global yang inklusif, modern, dan berkelanjutan di bawah kepemimpinan Gubernur DKI, Pramono Anung.
Pendekatan ini memastikan proyek tetap berjalan optimal dengan struktur pembiayaan yang sehat, sekaligus memberikan imbal hasil yang terukur bagi mitra dan nilai tambah bagi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
Penguatan mekanisme penjaminan proyek juga terus dilakukan guna meningkatkan kepercayaan pasar dan memperluas akses terhadap sumber pembiayaan yang lebih kompetitif.
Optimalisasi aset
Jakpro terus mendorong aktivasi aset melalui peningkatan utilisasi dan pengembangan sumber pendapatan baru, tercermin dari meningkatnya ridership LRT Jakarta yang memperkuat konektivitas kawasan serta meningkatnya aktivitas pada venue unggulan.
Jakpro juga berkomitmen berkomitmen mengakselerasi proyek Pembangunan LRT Jakarta Fase 1B yang menghubungkan Velodrome- Manggarai.
Jika sudah beroperasi, diproyeksikan terdapat lonjakan penumpang harian hingga 80.000 orang. Sehingga pembangunan rute ini diharapkan meningkatkan konektivitas secara signifikan dari kapasitas saat ini (Fase 1A) yang rata-rata 3.500-4.000 penumpang per hari.
Berbagai kerja sama komersial berbasis aset juga telah berjalan, menghasilkan pendapatan aktif melalui skema revenue sharing dan kemitraan dengan tenant serta operator.
Ke depan, pengembangan new revenue stream seperti naming rights, kolaborasi brand, dan monetisasi kawasan akan terus diperkuat untuk memastikan keberlanjutan pertumbuhan pendapatan perusahaan.
Upaya ini diperkuat juga oleh peran anak usaha, yakni JIP melalui pengembangan jaringan telekomunikasi dan layanan digital kawasan industri, JUP bersama Jakarta OSES Energi pada bidang energi termasuk renewable energy, PMJ dengan pengembangan mixed-use sebagai calon ikon baru Jakarta Timur, serta Jakarta Konsultindo dalam layanan konsutansi memastikan guna eksekusi proyek yang efektif, efisien, dan sesuai standar.
“Jakpro menegaskan perannya tidak hanya sebagai pelaksana pembangunan, tetapi sebagai pengelola investasi dan penggerak kawasan yang mampu menciptakan nilai ekonomi sekaligus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, ungkap Iwan.
Jakpro akan terus mengakselerasi langkah strategis ini secara konsisten dan terukur guna mendukung terwujudnya BUMD yang mandiri, adaptif, dan berdaya saing, serta memperkuat posisi Jakarta sebagai kota global.