TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Di tengah meningkatnya perhatian masyarakat terhadap distribusi BBM, Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) memperkuat pengawasan penyaluran energi di wilayah Riau dengan menggandeng aparat penegak hukum.
Langkah ini dilakukan untuk memastikan distribusi BBM dan LPG tetap berjalan lancar serta tepat sasaran di lapangan.
Upaya penguatan pengawasan ini menjadi penting seiring meningkatnya potensi pergeseran konsumsi energi, khususnya setelah adanya penyesuaian harga BBM nonsubsidi.
Pertamina menilai perlu adanya sinergi lintas sektor guna menjaga stabilitas distribusi dan mencegah potensi penyimpangan.
Dalam upaya tersebut, jajaran manajemen Pertamina Patra Niaga Sumbagut sebelumnya telah melakukan audiensi dengan Kepolisian Daerah Riau di Mapolda Riau.
Pertemuan ini dipimpin langsung oleh Executive General Manager (EGM) Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Sunardi, bersama jajaran, dan disambut Kapolda Riau Irjen Pol Dr. Herry Heryawan.
Baca juga: Kenaikan BBM Nonsubsidi Picu Kekhawatiran Dunia Usaha di Riau
Baca juga: Pascakenaikan BBM, SPBU Pekanbaru Sepi di Jalur Nonsubsidi
Dalam pertemuan yang digelar pada 16 April tersebut, dibahas sejumlah langkah strategis, mulai dari pengamanan objek vital nasional (obvitnas), pengawasan distribusi BBM dan LPG, hingga dukungan pengamanan untuk memastikan penyaluran energi berjalan lancar di seluruh wilayah Riau.
Sunardi menyampaikan bahwa koordinasi dengan aparat penegak hukum menjadi bagian penting dalam menjaga kelancaran distribusi energi. Menurutnya, kolaborasi ini diharapkan mampu memperkuat pengawasan di lapangan.
"Pertamina terus mengoptimalkan koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan, termasuk Polda Riau, guna mendukung kelancaran distribusi energi," ujarnya.
Sementara itu, Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Fahrougi Andriani Sumampouw, menegaskan bahwa pihaknya terus berkomitmen menjaga ketersediaan energi melalui penguatan sistem distribusi dan pengawasan.
Ia menyebut, dukungan aparat penegak hukum sangat dibutuhkan untuk menciptakan kondisi distribusi yang kondusif serta mencegah adanya penyimpangan dalam penyaluran BBM subsidi di lapangan.
Kapolda Riau Irjen Pol Dr. Herry Heryawan juga menyatakan kesiapan pihaknya dalam mendukung pengamanan distribusi energi, termasuk pengawasan bersama guna memastikan penyaluran BBM dan LPG berjalan sesuai ketentuan.
Pertamina berharap sinergi yang terjalin ini dapat semakin memperkuat pengawasan distribusi energi di Riau, sehingga kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi dan penyaluran berjalan lebih tepat sasaran. Sementara itu, terkait kuota BBM subsidi untuk wilayah Riau, pihak Pertamina belum memberikan keterangan lebih lanjut.
( Tribunpekanbaru.com/Alexander)