Pembelaan Pemkab soal Pekerja Proyek Sekolah Rakyat Jemur Baju di Masjid Islamic Center Sinjai
Ansar April 19, 2026 05:04 PM

TRIBUN-TIMUR.COM, SINJAI — Pemerintah Daerah (Pemda) Sinjai angkat bicara terkait penggunaan Masjid Islamic Center sebagai tempat inap pekerja proyek Sekolah Rakyat.

Masjid di Lingkungan Tanassang, Kelurahan Alehanue, Kecamatan Sinjai Utara itu berada sekitar 100 meter dari lokasi pembangunan Sekolah Rakyat.

Kepala Bidang Rehabilitasi dan Pemberdayaan Sosial Dinas Sosial (Dinsos) Sinjai, Burhan, membenarkan hal tersebut.

Ia mengatakan fasilitas inap tersebut disediakan atas permintaan pihak kontraktor.

“Benar memang disediakan. Pekerja dari kontraktor yang menginap di sana,” kata Burhan kepada Tribun-Timur melalui WhatsApp pribadinya.

Menurut Burhan, pihak kontraktor juga telah melakukan audiensi dengan Sekretaris Daerah (Sekda) Sinjai.

Dalam pertemuan itu, terdapat komitmen untuk menjaga kebersihan dan kondisi masjid selama digunakan.

“Sudah audiensi dengan Pak Sekda, ada komitmen mereka untuk menjaga kondisi lokasi seperti kebersihan,” tambahnya.

Pantauan Reporter Tribun-Timur.com, Taqwa Minggu (19/4/2026) pukul 12.53 Wita, puluhan pekerja terlihat beristirahat di lantai satu masjid dengan menggunakan karpet sebagai alas tidur.

Selain itu, sejumlah pekerja juga membentangkan tali dari tiang masjid untuk menggantung pakaian.

Beberapa pakaian tampak dijemur di area dalam masjid.

Kondisi tersebut dinilai mengganggu estetika serta kebersihan masjid yang dikenal sebagai salah satu ikon religi di Sinjai.

Salah seorang warga setempat berinisial AM. 

AM mengaku resah dengan aktivitas para pekerja proyek tersebut.

Ia menegaskan sebagai simbol religi, kesucian dan kerapian masjid seharusnya tetap dijaga.

“Kami sangat resah. Islamic Center adalah ikon kota, tempatnya harus tertata rapi,” katanya kepada Tribun-Timur.

Menurutnya, pemandangan pakaian yang dijemur di area masjid sangat tidak elok dan mengganggu kenyamanan masyarakat yang hendak beribadah.

“Masa biar bajunya dijemur dalam masjid juga,” ujarnya.

Warga lainnya, AR menilai pihak pengembang maupun kontraktor proyek Sekolah Rakyat lalai dalam menyediakan fasilitas tempat istirahat yang layak bagi para pekerja.

“Harusnya ini pihak pengembang menyediakan tempat pekerjanya. Jangan masjid digunakan,” katanya. 

Ia mendesak pengelola Islamic Center maupun kontraktor pelaksana mengambil langkah tegas.

“Yah semoga ada solusi agar fungsi masjid kembali sebagaimana mestinya,” ujarnya. (*)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.