WARTAKOTALIVECOM — Sebuah aksi simbolik terjadi di selatan Lebanon pada hari pertama gencatan senjata antara Lebanon dan Israel, Jumat (17/4/2026).
Seorang pria terlihat menurunkan lalu melempar bendera Israel dari kawasan Qala’at al-Shaqif, sebuah lokasi strategis yang selama ini menjadi simbol ketegangan di wilayah perbatasan kedua negara.
Dalam rekaman video yang beredar di media sosial, pria tersebut tampak memanjat struktur di lokasi itu sebelum menarik turun bendera Israel.
Setelah berhasil mencopotnya, ia melemparkan bendera tersebut ke bawah, disambut sorak sejumlah orang di sekitarnya.
Aksi ini dengan cepat menjadi viral dan memicu beragam reaksi, baik dukungan maupun kekhawatiran akan potensi eskalasi baru.
Peristiwa tersebut terjadi di tengah momentum rapuh gencatan senjata yang baru saja diumumkan oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.
Dalam pernyataannya, Trump menegaskan bahwa Israel tidak akan lagi melancarkan serangan ke wilayah Lebanon.
“Israel tidak akan lagi membombardir Lebanon. Mereka dilarang melakukannya oleh Amerika Serikat. Sudah cukup,” tulis Trump melalui akun Truth Social miliknya pada Sabtu (18/4/2026).
Gencatan senjata ini muncul setelah meningkatnya intensitas konflik di sepanjang perbatasan dalam beberapa pekan terakhir.
Serangan balasan antara kedua pihak sebelumnya memicu kekhawatiran komunitas internasional akan meluasnya konflik di kawasan Timur Tengah.
Aksi penurunan bendera tersebut dinilai sebagai bentuk ekspresi perlawanan simbolik di tengah suasana pascakonflik.
Namun, sejumlah pengamat menilai tindakan semacam itu juga berpotensi mengganggu stabilitas yang tengah diupayakan melalui jalur diplomasi.
Hingga kini belum ada pernyataan resmi dari pemerintah Lebanon maupun otoritas Israel terkait insiden tersebut.
Namun, situasi di lapangan dilaporkan relatif tenang, meskipun tetap berada dalam pengawasan ketat aparat keamanan.
Di tengah harapan akan berakhirnya ketegangan, insiden ini menjadi pengingat bahwa perdamaian di kawasan tersebut masih bersifat rentan dan membutuhkan komitmen kuat dari semua pihak untuk menjaga stabilitas yang telah disepakati.