Tribunlampung.co.id, Pringsewu - Rumah seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Pringsewu, Lampung hancur tertimpa material bangunan walet.
Material bangunan walet tersebut menimpa rumah ASN bernama Darmono saat proses pembongkaran gedung walet.
Gedung tersebut berdekatan dengan rumah ASN Darmono di Pekon Sidoharjo, Kecamatan Pringsewu, Kabupaten Pringsewu, Provinsi Lampung.
Peristiwa itu terjadi ketika rumah dalam keadaan kosong pada Sabtu (18/4/2026) pukul 10.00 WIB.
Sebab pemilik rumah sedang bekerja di luar. Sehingga tidak ada korban jiwa maupun luka-luka. Namun mengakibatkan kerugian materiil.
Baca juga: Komplotan Pencuri Pakai Garam demi Memuluskan Pencurian Sapi di Pringsewu Lampung
Kapolsek Pringsewu Kota AKP Ramon Zamora mengatakan kerusakan yang ditimbulkan cukup signifikan. Mulai dari bagian atap, plafon, hingga perabotan rumah hancur akibat tertimpa material bangunan.
“Kami telah mengamankan TKP dan saat ini sedang melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi guna mengetahui secara jelas kronologi kejadian,” ujarnya.
Untuk kepentingan penyelidikan, polisi menghentikan sementara aktivitas pembongkaran gedung walet tersebut.
“Penghentian sementara ini dilakukan untuk menghindari potensi kejadian serupa serta memberi ruang bagi proses penyelidikan berjalan maksimal,” tegasnya.
Lebih lanjut, AKP Ramon menyampaikan bahwa pihaknya masih mendalami apakah insiden tersebut murni kecelakaan kerja atau terdapat unsur kelalaian dalam proses pembongkaran.
“Semua pihak yang terlibat akan kami panggil dan dimintai keterangan. Apabila ditemukan adanya unsur kelalaian atau kesengajaan, tentu akan kami tindak sesuai hukum yang berlaku,” ujarnya.
Ia juga mengimbau seluruh pelaksana proyek maupun kegiatan pembongkaran bangunan agar selalu memperhatikan standar keselamatan kerja. Serta kondisi lingkungan sekitar.
“Kami mengingatkan agar setiap kegiatan konstruksi maupun pembongkaran mengutamakan aspek keselamatan, baik bagi pekerja maupun masyarakat sekitar. Prosedur harus dijalankan dengan benar agar tidak menimbulkan kerugian,” imbuhnya.
Hingga saat ini, pihak kepolisian masih terus melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti insiden tersebut sekaligus menentukan langkah hukum selanjutnya.
(Tribunlampung.co.id/Oky Indra Jaya)