Skenario MU Kunci Tiket Liga Champions setelah Kalahkan Chelsea: Jumpa Liverpool Jadi Penentu
Drajat Sugiri April 19, 2026 05:57 PM

TRIBUNNEWS.COM - Manchester United baru saja meraih kemenangan krusial saat bertandang ke markas Chelsea pada matchday ke-33 Liga Inggris 2025/2026, Minggu (19/4/2026).

Tambahan tiga poin tersebut membuat Manchester United kini mengoleksi 58 poin dari 33 pertandingan.

Tim berjuluk Setan Merah itu juga berhasil membuka jarak cukup lebar, yakni 10 poin dari Chelsea yang berada di peringkat keenam atau zona Liga Eropa.

Sebagaimana diketahui, hanya lima tim teratas Liga Inggris yang berhak tampil di Liga Champions musim depan.

Dengan kondisi saat ini dan menyisakan lima pertandingan, peluang MU untuk mengamankan tiket ke kompetisi elite Eropa tersebut semakin terbuka lebar.

 
Klub
D
M
S
K
GM
GK
-/+
P
1
35
Arsenal
32
21
7
4
62
24
38
70
2
35
Man. City
31
19
7
5
63
28
35
64
3
35
Manchester United
33
16
10
7
58
45
13
58
4
35
Aston Villa
32
16
7
9
43
38
5
55
5
35
Liverpool
32
15
7
10
52
42
10
52
6
35
Chelsea
33
13
9
11
53
42
11
48
Lihat selengkapnya →

Secara matematis, MU hanya membutuhkan dua kemenangan lagi dari lima laga tersisa untuk memastikan posisi mereka tetap berada di lima besar hingga akhir musim.

Adapun lima pertandingan sisa yang akan dijalani Setan Merah adalah menghadapi Brentford (26/4), Liverpool (3/5), Sunderland (9/5), Nottingham Forest (17/5), dan Brighton (24/5).

Dalam lima laga tersebut, MU memiliki keuntungan karena bermain tiga kali di Old Trafford dengan menjamu Brentford, Liverpool, dan Nottingham Forest.

Baca juga: Komentar Michael Carrick soal Kemenangan Manchester United atas Chelsea, Main Jelek Tak Masalah

Pada laga terdekat, MU dijadwalkan menjamu Brentford di Old Trafford pada 26 April.

Jika melihat performa lawan, MU cukup difavoritkan meraih kemenangan.

Brentford saat ini tengah berada dalam tren inkonsisten setelah gagal meraih kemenangan dalam lima pertandingan terakhir di Liga Inggris, dengan catatan lima hasil imbang beruntun.

Apabila berhasil mengamankan tiga poin dari Brentford, maka MU hanya membutuhkan satu kemenangan tambahan untuk mengunci tiket Liga Champions.

Dalam skenario tersebut, laga melawan Liverpool berpotensi menjadi penentu paling cepat. Menariknya, pada pertemuan putaran pertama musim ini, MU mampu mencuri kemenangan 2-1 di Anfield.

Kini, giliran MU yang akan menjamu Liverpool di Old Trafford pada 3 Mei, yang bisa menjadi momen krusial bagi kedua tim.

Di sisi lain, performa Liverpool belakangan ini juga kurang konsisten.

Pasukan Arne Slot hanya mampu meraih satu kemenangan dalam lima pertandingan terakhir di semua kompetisi, yang tentu bisa dimanfaatkan MU untuk mengamankan poin penuh.

Dengan jadwal yang relatif menguntungkan serta momentum positif yang tengah dimiliki, Manchester United berada di jalur yang tepat untuk kembali tampil di Liga Champions musim depan.

Namun, konsistensi tetap menjadi kunci agar peluang tersebut benar-benar bisa diwujudkan.

Manchester United sendiri sudah absen dalam dua musim terakhir Liga Champions.

Penampilan terakhir Manchester United di Liga Champions adalah pada musim 2023/2024.

Sayangnya, penampilan MU saat itu terbilang cukup mengecewakan karena gagal menembus babak fase gugur.

MU hanya berkompetisi di babak penyisihan grup, finis di urutan keempat Grup A di belakang Bayern Munchen, Copenhagen, dan Galatasaray, dengan pertandingan terakhir mereka berakhir dengan kekalahan 1-0 dari Bayern pada 12 Desember 2023.

Keuntungan Tampil di Liga Champions

Menurut regulasi terbaru, total hadiah di Liga Champions diperkirakan mencapai sekitar £3,8 miliar, menjadikannya salah satu kompetisi dengan distribusi finansial terbesar di dunia sepak bola, dikutip dari BBC.

Setiap klub yang berpartisipasi pada fase liga akan langsung menerima dana partisipasi sebesar £16,1 juta (sekitar Rp373 miliar)

Selain itu, terdapat bonus performa yang cukup signifikan, yakni sekitar £1,8 juta (sekitar Rp41 miliar) untuk setiap kemenangan dan £600.000 (sekitar Rp13,9 miliar) untuk setiap hasil imbang.

Tak hanya itu, UEFA juga memberikan insentif tambahan berdasarkan posisi akhir di klasemen fase liga. Setiap peringkat memiliki nilai sekitar £240.000 (sekitar Rp5,5 miliar).

Artinya, tim yang finis di posisi ke-36 hanya memperoleh £240.000, sementara posisi ke-35 mendapatkan £480.000, dan seterusnya hingga tim yang finis di puncak klasemen berpotensi meraih hingga £8,6 juta (sekitar Rp199 miliar) dari skema ini.

Keuntungan finansial juga semakin besar bagi tim yang mampu menembus fase gugur.

Tim yang finis di peringkat 1 hingga 8 akan mendapatkan bonus tambahan sebesar £1,7 juta (sekitar Rp39 miliar). Sementara itu, tim yang berada di posisi 9 hingga 16 tetap memperoleh insentif sebesar £870.000 (sekitar Rp20 miliar).

Delapan tim yang berhasil melangkah ke babak 16 besar juga akan menerima tambahan dana sebesar £9,5 juta (sekitar Rp220 miliar), belum termasuk potensi pemasukan dari babak-babak selanjutnya yang nilainya terus meningkat.

Selain hadiah berdasarkan performa di lapangan, klub-klub peserta juga mendapatkan pemasukan dari hak siar dan komersial melalui skema baru yang diperkenalkan oleh UEFA, yakni “value pillar”.

Sistem ini membagi pendapatan berdasarkan berbagai faktor, termasuk kontribusi pasar televisi dan performa historis klub di kompetisi Eropa.

Dengan kombinasi berbagai sumber pendapatan tersebut, partisipasi di Liga Champions bukan hanya soal prestasi olahraga, tetapi juga memiliki dampak finansial yang sangat besar bagi klub-klub peserta.

(Tribunnews.com/Ali)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.