SURYA.CO.ID , SURABAYA - Pembayaran Parkir Digital bagi para pengunjung di Kawasan Wisata Tunjungan,Kota Surabaya, ternyata hanya menjadi pilihan kedua.
Mereka punya alasan tersendiri yang menempatkan pembayaran digital, dan memilih menempatkan sebagai alternatif, atau pendamping pembayaran secara tunai.
Suara dari warga Surabaya, pengunjung wisata Tunjungan ini, tentunya bisa jadi masukan bagi Pemkot Surabaya.
Baca juga: Juru Parkir Kota Surabaya Setengah Hati Terapkan Pembayaran Digital, Begini Alasannya
Seorang Pengunjung Kawasan Wisata Tunjungan asal Dukuh Pakis, Muhammad Fachrul Misbah, mengaku memilih membayar parkir menggunakan uang tunai, karena faktor kebiasaan.
“Saya ke mana mana selalu membawa uang receh dari rumah. Salah satu keperluannya buat bayar parkir,” ujar Fachrul, di sela sela kegiatannya di Kawasan Wisata Tunjungan, Jumat (17/4/2026).
Dirinya hanya memakai pembayaran parkir digital menggunakan Scan Qris, jika kehabisan uang receh.
“Cuma buat opsi kedua saja. Rata rata kalau bayar parkir saya pakai uang tunai. Kalau lewat Scan Qris, harus mengeluarkan Smartphone, buat membuka aplikasi,” tuturnya.
Baca juga: Cara Beli dan Gunakan Voucher Parkir Suroboyo, Motor Rp2.000 Mobil Rp5.000
Di sisi lain, Muhammad Fachrul Misbah menyambut positif kebijakan pemerintah, menerapkan pembayaran parkir digital.
“Melalui pembayaran digital, tidak ada parkir liar. Juru Parkir terdaftar dan transparansi. Namun begitu, pemerintah lebih memperhatikan lagi menerapkan kebijakan tersebut. Mengingat, tidak semua orang punya M Banking, khususnya orang tua,” ucap pemuda berusia 24 tahun.
Pengunjung Kawasan Wisata Tunjungan lain, Angel (23), juga menganggap, pembayaran parkir menggunakan uang tunai lebih mudah.
“Pernah memakai pembayaran parkir digital, butuh sinyal internet. Kalau pakai uang tunai cepat. Sempat ada kekhawatiran kalau pembayaran digital ada orang tak bertanggung jawab, yang bisa memanipulasi kode Qris,” ucap Angel, warga Kota Surabaya.
“Harapan saya kebijakan pembayaran lebih dimatangkan, lebih dirapikan. Saya mendukung kebijakan tersebut karena sekarang teknologi terus berkembang,” tutup Angel.