Api Merayap ke Rumahnya, Sutia Bersyukur Berhasil Dipadamkan Tepat Waktu
Ayu Prasandi April 19, 2026 06:08 PM

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN- Kebakaran hebat melanda permukiman padat penduduk di Jalan Starban Gang Sawah, Kelurahan Polonia, Kecamatan Medan Polonia, Kota Medan, Minggu (19/4/2026) sekitar pukul 11.00 WIB.

Peristiwa ini menghanguskan sedikitnya empat unit rumah dan sempat memicu kepanikan warga sekitar.

Sutia (47), salah seorang warga yang tinggal bersebelahan dengan lokasi kebakaran, menceritakan detik-detik awal kejadian.

Saat itu, ia baru saja selesai memasak di dapur rumahnya ketika mendengar teriakan warga yang menyebut adanya kebakaran.

“Baru siap masak, tiba-tiba dengar orang teriak ada api. Pas saya keluar, api sudah besar,” ujarnya saat ditemui di kediamannya.

Di tengah kepanikan tersebut, Sutia juga mendengar suara tangisan anak kecil dari dalam rumah yang terbakar.

Anak tersebut terlihat berlari keluar menuju jalan, sambil menangis dan mencari keberadaan ibunya.

Api yang berasal dari dapur rumah kontrakan itu dengan cepat membesar.

Tak lama kemudian, terdengar suara ledakan keras yang diduga berasal dari tabung gas, membuat kobaran api semakin tak terkendali.

Warga sekitar sempat berupaya memadamkan api dengan alat seadanya.

Namun, usaha tersebut tidak membuahkan hasil karena bangunan rumah yang didominasi material kayu membuat api cepat merambat.

“Api sudah tinggi kali. Kami sempat panggil pemilik rumah, tapi enggak ada orang. Cuma anak-anak yang ada di dalam, menjerit,” kata Sutia.

Kobaran api bahkan sempat merayap ke rumah Sutia. Ia bersama warga lain langsung berupaya menyelamatkan rumahnya dengan menyiramkan air secara manual agar api tidak semakin meluas.

“Api sempat nyambar ke rumah kami. Jadi kami fokus sirami rumah kami dulu supaya tidak habis. Kaca-kaca jendela pecah kena panas, tapi syukurnya api bisa dipadamkan sebelum merembet lebih jauh,” ungkapnya.

Meski demikian, api terus membesar dan menjalar ke bangunan lain di sekitarnya. Dua unit rumah berlantai dua ikut terdampak dan hangus dilalap si jago merah.

Petugas pemadam kebakaran yang menerima laporan dari warga langsung turun ke lokasi.

Namun, proses pemadaman sempat mengalami kendala karena lokasi kebakaran berada di kawasan padat penduduk dengan akses jalan yang sempit.

“Saat damkar datang, dua rumah semi permanen sudah habis terbakar. Api masih terus merayap ke bangunan lain,” jelas Sutia.

Setelah berjibaku selama kurang lebih dua jam, petugas akhirnya berhasil menjinakkan kobaran api dan mencegah kebakaran meluas ke rumah lainnya.

Hingga saat ini, belum diketahui secara pasti penyebab kebakaran. Namun, dugaan sementara api berasal dari aktivitas memasak di dapur rumah kontrakan yang kemudian memicu ledakan tabung gas.

Tidak ada laporan korban jiwa dalam peristiwa ini, namun kerugian materi diperkirakan cukup besar.

(Cr9/Tribun-medan.com)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.