Pedagang Asongan Ketiban Berkah Macet Pengecoran Pantura Kendal, Sehari Raup Rp 1 juta
rival al manaf April 19, 2026 06:09 PM

TRIBUNJATENG.COM, KENDAL - Dampak pengecoran jalan di Pantura Brangsong Kendal tak sepenuhnya menimbulkan kemacetan.

Sejumlah pedagang asongan memanfaatkan momen itu sebagai ladang mengais rezeki.

Di tengah terik matahari yang mencapai 29 derajat, Ridwan pun tetap duduk di atas lemari pendingin yang dibawanya di tepian jalan lingkar Brangsong - Kaliwungu.

Sesekali dia menawarkan sebotol minuman dingin kepada sopir-sopir truk yang lewat terjebak kemacetan saat proses pengecoran jalan Pantura Brangsong.

Baca juga: Lari Masih Jadi Olahraga Favorit, Balapan Mlayu 2026 Diikuti 1300 Peserta

Baca juga: 41 CPNS Naik Status Jadi PNS Pemkab Pekalongan, Sukirman Soroti Tantangan Birokrasi Modern

Dalam satu lemari pendingin, terdapat puluhan botol air mineral dan minuman berasa yang dibawa Ridwan sebagai pekerjaan semata wayangnya.

"Saya bawa sekitar 3 lemari pendingin. Setiap hari saya jualan di sini," katanya, Minggu (19/4/2026).

Ridwan mengatakan, dalam sehari dirinya mampu menjual sekitar 24 dus air mineral berukuran 1,5 liter. 

Jumlah itu lebih banyak dari pada yang laku terjual sebelum adanya proyek pengecoran jalan Pantura Brangsong.

Ridwan menuturkan, aktivitas berjualan minuman dingin telah dilakoni sekitar 3 tahun terakhir. 

Dia biasa berjualan di pinggir jalan Pantura perempatan pos polisi Pantes Brangsong.

Selama masa pengecoran jalan yang dijadwalkan rampung selama sebulan itu, Ridwan seolah ketiban rezeki. 

Sopir truk silih berganti datang ke lapaknya mencari minuman dingin, apalagi saat ini tengah berlangsung pengecoran jalan Pantura yang menimbulkan kemacetan. 

"Hari biasa penghasilan sekitar Rp 500 ribu sehari, tapi kalau pas macet ada pengecoran jalan seperti ini bisa sampai Rp 1 juta sehari," paparnya.

Ridwan menambahkan aktivitas berjualan minuman itu telah menjadi pekerjaan satu-satunya untuk bisa tetap memberikan nafkah keluarga. 

Bahkan dia rela membuka lapaknya selama 24 jam untuk menjamin kebutuhan ekonomi.

"Saya di sini terus seharian. Keluarga ada di Mangkang. Pernah dagangan saya tak tinggal malah hilang," imbuhnya.

Kemacetan itu tak hanya dimanfaatkan Ridwan untuk mengais pundi-pundi rezeki. 

Sejumlah pedagang asongan lain pun terlihat ramai di sepanjang titik kemacetan.

Boing, penjual tahu Sumedang mengatakan dia kerap berpindah-pindah lokasi jualan untuk menambah penghasilan termasuk memilih jalan yang ramai dilalui kendaraan.

Dia pun mulai mangkal ketika siang sampai sore di Pantura Brangsong yang kini sedang dalam proses pengecoran. 

"Alhamdulillah tambah laku, meskipun tidak banyak," tuturnya.

Contraflow 

Kemacetan akibat pengecoran jalan Pantura Brangsong terjadi memasuki jam pulang kerja. Polisi pun mulai memberlakukan rekayasa contraflow.

Tak hanya di Pantura Brangsong, contraflow juga diberlakukan di Pantura Cepiring yang dimulai dari traffic light Sri Agung hingga depan kecamatan Patebon.

Adapun contraflow di Cepiring dilakukan karena ada penggantian lantai jembatan Kali Badri sisi utara arah Semarang.

"Yang Cepiring sudah diberlakukan sejak Kamis kemarin, karena di sana ada penggantian lantai jembatan," kata Kanit Turjawali Satlantas Polres Kendal, Ipda Veri Okta Dwi Nugroho.

Veri menambahkan, contraflow diberlakukan setiap hari selama 45 hari masa pengerjaan jembatan. 

"Jadi yang Cepiring ini kan arah ke Semarang tutup total karena ada perbaikan jembatan. Dialihkan contraflow lewat jembatan Kali Bodri yang sisi selatan," imbuhnya.

Adapun KBO Satlantas Polres Kendal Iptu Joko Santoso mengatakan sistem contraflow di Pantura Brangsong dimulai dari depan SMKN 4 Brangsong hingga depan SPBU Brangsong saat sore hari.

Rekayasa lalu lintas ini dilakukan untuk mengurai kepadatan kendaraan dari arah Semarang yang masuk menuju Pantura Brangsong Kendal.

"Sore sampai malam kami berlakukan contraflow karena yang dari arah timur padat sekali," katanya.

Dia menambahkan, sistem contraflow akan diberlakukan secara tentatif sembari melihat perkembangan traffic lalu lintas.

"Kalau pagi aman tidak ada kemacetan karena mayoritas kendaraan datang dari arah barat. Adapun pengecoran dilakukan di jalur dari timur menuju barat," paparnya.

Dia pun mengimbau agar pengguna jalan tetap mematuhi aturan lalu lintas dan melarang aksi lawan arus di tengah kemacetan. 

Setelah contraflow diberlakukan, arus lalu lintas dari arah Semarang mulai terlihat lancar. 

"Itu sangat berbahaya apalagi saat macet, jangan lawan arah," tandasnya. (ags) 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.