TRIBUNJATENG.COM - 1.300 peserta dari berbagai daerah berpartisipasi dalam kegiatan sport tourism Balapan Malyu 2026 di Lakers BSB City Semarang, Minggu (19/4/2026).
Antusias peserta ini kembali menjadi pertanda bahwa olahraga lari masih menjadi favorit masyarakat umum.
Terbukti dari berbagai event lari yang tak pernah sepi peminat.
Hal ini menjadi salah satu indikasi positif bahwa semangat hidup sehat dan budaya berolahraga semakin banyak dimiliki masyarakat umum.
Baca juga: Ini Jadwal Race Day Purwokerto Half Marathon, Kuota Peserta Ditambah
Baca juga: Mahasiswa Teknik Informatika UMP Raih Juara 3 Hacking Marathon Nasional
Lari dikenal sebagai salah satu olahraga sederhana namun efektif untuk meningkatkan kebugaran, menjaga kesehatan jantung, serta memperkuat daya tahan tubuh.
Balapan Mlayu 2026 sendiri digelar oleh BPR Syariah Kedung Arto.
Event ini menghadirkan dua kategori lomba, yakni 3 kilometer (3K) dan 10 kilometer (10K).
Kategori 3K dikemas lebih santai dan meriah dengan tambahan kompetisi The Best Costume, yang mendorong peserta tampil kreatif dan penuh warna.
Sementara kategori 10K menjadi ajang kompetitif bagi para pelari yang ingin menguji kemampuan dan ketahanan fisik.
Dengan atmosfer yang penuh semangat, peserta diajak menikmati setiap langkah lari sambil menjaga kondisi fisik tetap prima.
Direktur Utama BPRS Kedung Arto, Eko Heri Purwanto, mengatakan kegiatan ini bukan sekadar perayaan ulang tahun, melainkan ajang mengajak masyarakat untuk menjadikan olahraga, khususnya lari, sebagai bagian dari gaya hidup sehari-hari.
“Melalui Balapan Mlayu 2026, kami ingin mengajak masyarakat untuk aktif bergerak, menjaga kesehatan tubuh, dan merasakan manfaat olahraga secara langsung,” ujarnya di Lakers BSB City Semarang, Minggu (19/4/2026).
Keseruan acara semakin lengkap dengan total hadiah jutaan rupiah, termasuk grand prize berupa paket umroh serta puluhan doorprize menarik lainnya.
Selain itu, turut digelar pengundian Grand Prize Tabungan Arista 5 dengan hadiah utama satu unit mobil.
Pemegang Saham BPRS Kedung Arto, Hj. Rita Ermawati, menambahkan momentum ini juga menjadi langkah strategis untuk memperkenalkan transformasi lembaga menjadi berbasis syariah kepada masyarakat luas.
“Melalui kegiatan yang dekat dengan masyarakat seperti olahraga, kami ingin menunjukkan bahwa BPRS Kedung Arto hadir tidak hanya dalam layanan keuangan, tetapi juga dalam mendorong pola hidup sehat,” ungkapnya.
Menurutnya, tren olahraga lari yang tengah diminati masyarakat menjadi peluang tepat untuk mengedukasi sekaligus membangun kedekatan dengan publik.
“Balapan Mlayu 2026” diharapkan tidak hanya menjadi ajang tahunan, tetapi juga mampu menginspirasi masyarakat untuk lebih peduli terhadap kesehatan tubuh melalui aktivitas olahraga yang rutin dan menyenangkan.
Melalui semangat kebersamaan dan gaya hidup sehat, event ini menjadi bukti bahwa olahraga dapat menjadi jembatan yang menghubungkan kebugaran fisik, kebahagiaan, serta kebersamaan dalam satu langkah yang sama. (*)