BOLASPORT.COM - Kabar terkait PSBS Biak yang disebut menunggak gaji para pemainnya kini sedang menjadi perbincangan hangat di kancah sepak bola Indonesia.
Kabar ini bahkan sudah mendapat respon langsung dari I.League selaku operator kompetisi.
Dalam hal ini, I.League mengeluarkan empat poin.
Salah satunya adalah PSBS Biak tetap wajib membayar gaji pemainnya.
Untuk lebih jelas, berikut empat poin yang dimaksud:
1. Kompetisi berada dalam pengawasan aktif, dan I.League memonitor situasi ini secara serius.
2. Komitmen terhadap regulasi menjadi prinsip utama, di mana seluruh pihak wajib menjalankan hak dan kewajiban sesuai ketentuan yang berlaku.
3. Proses pendalaman telah dilakukan, termasuk melalui komunikasi dan pertemuan langsung dengan manajemen PSBS Biak untuk memperoleh informasi yang komprehensif dan objektif.
4. Penanganan akan dilakukan secara proporsional dan berbasis fakta, dengan mempertimbangkan seluruh aspek, termasuk kontribusi serta kewajiban klub dalam sistem kompetisi, dan juga aspek deposit yang menjadi bagian dari komitmen finansial klub.
Lebih lanjut, I.League juga memberikan dukungan kepada pemain yang berniat menuntut haknya melalui National Dispute Resolution Chamber (NDRC).
NDRC adalah lembaga arbitrase sepak bola di bawah PSSI yang bertugas menangani sengketa antara pemain atau pelatih dengan klub.
Direktur Utama I.League, Ferry Paulus, mengaku pihaknya sudah bertemu langsung dengan manajemen PSBS BIak.
Pada kesempatan tersebut, Ferry Paulus berharap pihak klub bisa segera menyelesaikan masalah ini.
“Kami memahami bahwa ini adalah situasi yang menjadi perhatian banyak pihak, khususnya para pemain."
"I.League telah melakukan pertemuan langsung dengan manajemen PSBS Biak untuk mendapatkan kejelasan dan mendorong penyelesaian yang bertanggung jawab,” kata Ferry Paulus.
Sementara itu, masalah ini rupanya juga turut dikomentari oleh pelatih Persib, Bojan Hodak.
Bojan Hodak menilai masalah tersebut yang telah membuat performa PSBS Biak di Super League 2025-2026 menjadi jeblok.
"Di liga ini tidak ada tim yang bisa dibilang mudah."
"Saat ini mungkin hanya Biak yang terlihat kurang baik, mungkin karena masalah gaji dan lainnya."
"Selain itu, semua tim bisa saling mengalahkan," kata Bojan Hodak, dilansir BolaSport.com dari Kompas.com.
Sementara itu, PSBS Biak kini menempati dasar klasemen Super League 2025-2026.
PSBS Biak hanya tercatat mengumpulkan 18 poin dari 28 laga yang dijalani.
Jumlah poin tersebut terpaut tujuh poin dari Persijap yang berada di zona aman.