Sudah 5 Bulan Terisolir, Warga Alue Wakie Nagan Raya Desak Pembangunan Jembatan Rangka Baja
Ansari Hasyim April 19, 2026 06:37 PM

 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia, Rizwan | Nagan Raya

SERAMBINEWS.COM, SUKA MAKMUE – Warga Desa Alue Wakie (Gunong Kong), Kecamatan Darul Makmur, Kabupaten Nagan Raya, meminta Pemerintah Pusat segera membangun kembali jembatan rangka baja yang putus akibat banjir bandang.

Jembatan sepanjang 135 meter tersebut putus setelah diterjang banjir besar pada 26 November 2025. Hingga kini, atau sekitar lima bulan pascakejadian, belum ada kejelasan terkait pembangunan kembali infrastruktur vital tersebut.

Akibatnya, masyarakat terpaksa menggunakan perahu sebagai satu-satunya akses penyeberangan. Kondisi ini dikeluhkan warga karena menghambat aktivitas sehari-hari, termasuk ke kebun, sekolah, serta ke pusat kecamatan dan kabupaten.

Baca juga: Warga Balee Panah Harap Pemerintah Bangun Jembatan Rangka Baja

Keuchik Alue Wakie, Zakaria, mengatakan jembatan tersebut selama ini menjadi akses utama bagi warga, terutama yang bermukim di dusun setempat.

“Saat ini warga terpaksa menggunakan perahu sebagai transportasi,” ujar Zakaria.

Ia berharap Pemerintah Pusat dan Pemerintah Aceh segera merealisasikan pembangunan jembatan yang rusak akibat banjir bandang tersebut.

“Sejauh ini belum ada tanda-tanda kapan jembatan akan dibangun kembali,” katanya.

Menurutnya, kondisi ini tidak hanya menyulitkan warga secara umum, tetapi juga berdampak pada anak-anak sekolah yang harus menyeberangi sungai setiap hari dengan biaya perahu Rp5.000 per orang.

“Tiga bulan lalu sempat ditinjau pihak Kemendagri, tapi sampai sekarang belum ada realisasi di lapangan,” tambahnya.

Seperti diketahui, banjir bandang pada November 2025 melanda tiga kecamatan di Nagan Raya, yakni Beutong Ateuh, Darul Makmur, dan Tripa Makmur. Desa Alue Wakie menjadi salah satu wilayah terparah, dengan jembatan rangka baja putus, sejumlah rumah rusak, serta tiga warga dilaporkan hilang.

Saat ini, sekitar 100 rumah di dusun tersebut masih terisolir. Warga kesulitan mengakses wilayah kecamatan dan kabupaten karena jembatan belum diperbaiki dan penyeberangan hanya mengandalkan perahu.(*)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.