Sosok John Kei Pernah Nyaris Bunuh Nus Kei Perkara Tanah, Preman Jakarta Dijuluki GodFather
Dedy Qurniawan April 19, 2026 08:24 PM

 

BANGKAPOS.COM -- Nama John Kei kembali menjadi perbincangan setelah insiden tewasnya sang paman, Nus Kei alias Agrapinus Rumatora.

Meski memiliki hubungan keluarga, ternyata Nus Kei pernah nyaris dibunuh oleh John Kei.

Keduanya kerap terlibat kasus, rumah Nus Kei pernah menjadi amukan kelompok John Kei, bahkan kendaraannya juga mengalami kerusakan.

Kelompok John Kei melakukan penyerangan secara membabi buta di rumah Nus Kei di Klaster Australia, Jalan Boulevard Cipondoh, Tangerang Kota

Peristiwa tersebut terjadi pada 2020 silam.

Kini nama John Kei kembali menjadi perbincangan setelah pamannya, Nus Kei, tewas ditikam di Bandara Karel Sadsuitubun Langgur, Kecamatan Kei Kecil, Maluku Tenggara, Minggu, (19/4).

Baca juga: Sosok Agrapinus Rumatora Alias Nus Kei, Ketua DPD Golkar Maluku Tenggara Tewas Ditikam di Bandara

Sosok John Kei

John Kei memiliki nama lengkap John Refra Kei.

Ia merupakan pria kelahiran Tutrean, Pulau Kei, Maluku Utara.

John Kei terkenal dengan julukan Godfather of Jakarta.

Hal tersebut tidak lepas dari catatan kriminal yang ia miliki.

John Kei disandingkan dengan mafia di Italia dan diberikan gelar 'Godfather of Jakarta' karena bisnisnya seperti mafia.

Perjalanan hidup John Kei dimulai saat usia 18 tahun ketika ia merantau ke Surabaya.

Selama di Surabaya, John Kei menggelandang dan ditolong untuk membantu Hamba Allah di sebuah gereja.

Baca juga: Biodata Nus Kei yang Tewas Ditikam, Paman John Kei, Pernah Diserang Keponakan Sendiri, Apa Motifnya?

Dirinya kemudian memutuskan untuk pindah menuju ibu kota, tepatnya di kawasan Berlan, Jakarta Pusat.

John Kei dikenal sebagai debt kolektor melalui organisasi Angkatan Muda Kei (AMKEI).

Namanya makin meroket di komunitas underground Jakarta setelah kematian Basri Sangaji yang merupakan pesaingnya.

Kematian Basri Sangaji sering dikaitkan dengan John Kei, hal ini karena antara kelompok John Kei dengan Basri Sangaji sempat bentrok.

John Kei lolos dari jeratan hukum karena tidak terbukti terlibat dalam pembunuhan Basri Sangaji.

Nama John Kei tersorot media saat dirinya tertangkap karena kasus pembunuhan Tan Harry Tantono, Direktur Sanex Stell Mandiri.

Pembunuhan

Kasus John Kei yang paling menghebohkan yaitu pembunuhan berencana bos Sanex Stell Mandiri, Tan Harry Tantono 26 Januari 2012.

Tan Harry Tantono ditemukan tewas di sebuah kamar hotel di kawasan Jakarta Pusat.

John Kei terbukti melanggar Pasal 340 Juncto Pasal 55 Kitab Undang-undang Hukum Pidana.

Pria kelahiran 10 September 1969 divonis 12 tahun penjara pada 27 Desember 2012.

John Kei mengajukan banding. Namun, dirinya kalah dalam persidangan dan justru hukumannya ditambah menjadi 16 tahun penjara.

Dia lalu ditahan di penjara Nusakambangan, Cilacap.

Selama 3 bulan, John Kei ditempatkan di penjara dengan keamanan khusus, CCTV mengintai 24 jam dan dilarang berinteraksi.

Dia juga hanya bisa keluar dari sel penjara selama satu jam tiap harinya.

Lima tahun mendekam di penjara, John Kei sempat mengaku bertaubat.

Dia pun aktif dalam kegiatan keagamaan selama di penjara. Hal tersebut diungkapkannya melalui acara Kick Andy Show.

Bebas Bersyarat

John Kei bebas bersyarat pada Kamis (26/12/2019).

Hal ini berarti dia hanya menjalani masa hukuman penjara 7 tahun 10 bulan.

Sesaat setelah bebas, John Kei sempat mengaku ingin berubah.

Dia ingin hidup tenang bersama dengan keluarganya.

Masuk Partai

Sebulan setelah bebas, John Kei bergabung dengan Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI), Rabu (15/1/2020).

Saat itu, John Kei diharapkan bisa membantu PKPI di Indonesia Timur.

Ditangkap Lagi

John Kei kembali ditangkap 6 bulan setelah keluar dari penjara oleh Polda Metro Jaya.

Polda Metro Jaya menggerebek markas John Kei di perumahan Tytyan Indah Utama, Kota Bekasi, Jawa Barat, Minggu (21/6/2020).

Penggerebekannya dilakukan setelah terjadi kasus penembakan, kericuhan, dan pembacokan di perumahan elite Green Lake City, Tangerang.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus menyebutkan John Kei ditangkap bersama dengan anak buahnya.

Total 25 orang ditangkap polisi dalam penggerebekan ini.

Polisi juga mengamankan 28 buah tombak, 24 buah senjata tajam, 2 buah ketapel panah, 3 buah anak panah, 2 buah stik bisbol, dan 17 buah ponsel.

Nyaris Bunuh Nus Kei

John Kei pernah nyaris membunuh Nus Kei lantaran masalah penjualan tanah.

Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Nana Sudjana mengungkap John Kei dan Nus Kei masih memiliki ikatan keluarga. 

Motif penyerangan yang dilakukan oleh kelompok John Kei terhadap Nus Kei bermula ketidakpuasan pembagian uang hasil penjualan tanah.

"Dilandasi berdasarakan permasalahan pribadi antara saudara John Kei dengan Nus Kei. Masalahnya adanya ketidak puasan pembagian uang hasil penjualan tanah," kata Nana .

Kemudian permasalahan semakin meruncing dengan keduanya saling melempar ancaman.

Terjadi dua aksi penyerangan oleh kelompok John Kei pada hari, Minggu (21/6/2020).

Penyerangan pertama berlokasi di wilayah Kosambi, Cengkareng, Jakarta Barat sekitar pukul 11.30 WIB.

Aksi penyerangan yang dilakukan oleh sekitar 7 orang tersebut menewaskan 1 orang dengan sejumlah luka bacok, serta 1 orang lainnya mengalami luka di bagian tangan.

Penyerangan kedua terjadi di kediaman Nus Kei di Green Lake City, Cluster Australia No 52, Cipondoh, Kota Tangerang pada pukul 12.25 WIB.

Mereka melakukan pengrusakan terhadap rumah yang ditempati Nus Kei. Pintu rumah Nus Kei didobrak, kaca jendela dipecahkan menggunakan barbel.

Selain itu merusak ruang tamu dan kamar tidur menggunakan parang. Pelaku juga merusak satu kendaraan milik Nus Kei dan satu milik tetangganya.

Nana melanjutkan, saat itu kelompok tersebut mencari Nus Kei. Namun diketahui yang bersangkutan sedang tidak berada di rumahnya.

"Yang ada istri dan anak-anaknya. Mereka berusaha meninggalkan tempat saat pengrusakan sedang berlangsung."

"Kemudian setelah melakukan pengrusakan dan tidak ditemukan orang yang dicari. Kelompok ini keluar," beber Nana.

Saat meninggalkan kompleks perumahan itu, kelompok John Kei kembali melakukan aksi penyerangan terhadap orang-orang di kawasan tersebut.

"Melakukan pengerusakan terhadap gerbang perumahan dan membuang tembakan sebanyak 7 kali."

"Sehingga menyebabkan 1 orang security tertabrak dan satu pengemudi ojek online tertembak di jempol kaki sebelah kanan," tuturnya.

Saat ini sebanyak 30 orang terduga pelaku termasuk John Kei telah diamankan oleh pihak kepolisian dan akan dilakukan pendalaman.

Membunuh sejak 22 Tahun

John Kei pernah berbagi kisah dengan Andy Noya melalui saluran YouTube Kick Andy Show pada Jumat (12/4/2019).

Pada kesempatan tersebut, John Kei menceritakan bagaimana dirinya bisa berubah dari pembunuh bengis menjadi sosok yang membawa perubahan satu penjara.

John Kei mengakui sejak usia 22 tahun dirinya sudah mulai membunuh orang.

Bahkan sang Godfather of Jakarta ini menegaskan tidak ada penyesalan setelah menghilangkan nyawa orang lain.

Menurut John Kei, dirinya yang saat itu justru merasa lebih hebat jika sudah berhasil membunuh orang.

Namun, John Kei menjelaskan jika dirinya tidak akan melukai orang lain jika orang tersebut tidak melukai dirinya.

Saat Andy bertanya pada John Kei soal alasan sang pembunuh sadis ini berubah, ia pun menceritakannya.

Bermula saat John Kei ditempatkan di penjara khusus.

John Kei ditempatkan di dalam satu kamar dengan kamera yang mengintai sepanjang waktu.

Selain semua aktivitasnya terpantau oleh kamera, ia juga dilarang berinteraksi dengan napi lainnya.

Ia juga dibatasi untuk keluar dari sel selama satu jam saja dalam waktu satu hari.

Kunjungan keluarga pun dibatasi di lapas Nusakambangan.

Hal itu harus dialami oleh John Kei selama masa tiga bulan.

Selama itu, awalnya John Kei memberontak dan ingin keluarkan.

"Aku dengar bisikan, kamu ngapain teriak-teriak sampai tuli tidak ada gunanya. Bener saya denger sendiri," cerita John Kei pada Andy.

John Kei pun merenung dan ingin mati masuk surga tidak neraka, hal ini membuat dirinya semakin rajin membaca alkitab.

Ia menegaskan semua terserah pada semua orang menilai perubahan dirinya.

"Orang mau ngomong apa itu urusan mereka tapi saya punya keyakinan dan saya yakin sampai mati saya melayani Tuhan," tegas John Kei.

John Kei sudah mempersiapkan jika keluar tidak akan tergoda.

"Kitab Injil Matius ayat 33 itu meyakinkan saya, kalau saya melayani Tuhan, Tuhan nggak mungkin lupa saya, Tuhan akan memberikan lebih dari yang aku butuhkan. Waktu yang akan membuktikan," jelas John Kei.

(Bangkapos.com/Tribun-Video/Surya.co.id)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.