BBM Nonsubsidi Naik, DPRD Babel Imbau Masyarakat Lakukan Penghematan
Asmadi Pandapotan Siregar April 19, 2026 10:03 PM

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi yang mulai berlaku sejak 18 April 2026 memicu berbagai respons, termasuk dari kalangan legislatif di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Wakil Ketua DPRD Babel, Edi Nasapta, mengimbau masyarakat untuk mulai menerapkan pola hidup hemat dalam menyikapi lonjakan harga tersebut.

"Kembali ke pemikiran awal kalau yang nggak perlu-perlu amat, artinya melakukan efisiensi dalam keadaan seperti ini. Melakukan penghematan, agar bisa hemat," ujarnya, Minggu (19/4/2026).

Ia menjelaskan bahwa kebijakan kenaikan harga BBM nonsubsidi merupakan langkah pemerintah pusat untuk menjaga keseimbangan subsidi energi, di mana BBM subsidi tetap tidak mengalami kenaikan.

“Ini upaya Pemerintah Pusat untuk mengimbangi daripada subsidi, sehingga menaikkan income tapu subsidi tetap dijalankan," ucapnya.

"Ya ini memang di satu sisi ya menguntungkan, untuk masyarakat yang memakai subsidi. Tapi ya tetap merugikan juga, merugikan ataupun menambah beban bagi yang non-subsidi," tambahnya. 

Diketahui dari kenaikan tersebut diantaranya Pertamax Turbo naik Rp6.500 atau 48,7 persen menjadi Rp19.850 per liter dari sebelumnya Rp13.350 per liter.

Baca juga: Harga Dexlite Melonjak, Penjualan di Pertashop Anjlok hingga 60 Persen

Dexlite kini berada di angka Rp 24.150 per liter dari sebelumnya Rp14.500 per liter, atau naik sebesar Rp 9.650 atau 66,6 persen.

Wakil Ketua III DPRD Provinsi Bangka Belitung, Edi Nasapta.
Wakil Ketua DPRD Babel, Edi Nasapta, ((Bangkapos.com/Rizky Irianda Pahlevy))

Sedangkan Pertamina Dex mengalami kenaikan menjadi Rp 24.450 per liter dari Rp14.800 per liter, atau naik Rp9.650 atau 65,2 persen.

Lebih lanjut pihaknya juga berharap komitmen Pemerintah Pusat, terkait tidak adanya kenaikan harga BBM Subsidi. 

"Subsidi emang kalau menurut yang aku dengar dari Purbaya, Pak Menteri Keuangan tidak akan naik selama APBD 2026. Kita juga berharap, karena kalau ini memang kebijakan Pemerintah Pusat," bebernya.

Sementara itu guna mengantisipasi kenaikan harga BBM terus terjadi, Edi Nasapta berharap Pemerintah Pusat memiliki kebijakan ataupun solusi lain terkait penggunaan energi. 

"Kita berharap, segera mempercepat proses diversifikasi BBM. Percepatlah semuanya itu supaya yang ada di kita bisa kita maksimalkan, kita punya biodiesel dan lain sebagainya," ungkapnya. (Bangkapos.com/Rizky Irianda Pahlevy)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.