Laporan Wartawan Serambi Indonesia Sara Masroni | Banda Aceh
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Kapolsek Kuta Alam bersama personel melakukan pengecekan Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), untuk memastikan kualitas pelayanan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi pelajar dan Posyandu di kecamatan setempat, Banda Aceh, Sabtu (18/4/2026).
Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Andi Kirana melalui Kapolsek Kuta Alam, AKP Irfan Ismail menyampaikan, pengecekan rutin seperti ini merupakan bentuk dukungan Polri terhadap program nasional MBG, sekaligus memastikan pelayanan berjalan bersih, layak, dan tepat sasaran.
Selama pemeriksaan, Kapolsek bersama Koordinator MBG, Putra Fayyed turut mengecek proses pengemasan makanan, standar kebersihan dapur, hingga kelayakan alat produksi. Kapolsek menyebutkan, pihaknya berencana melakukan pemantauan rutin ke distributor, untuk mendorong peningkatan pasokan bahan baku bagi dapur SPPG.
Selain itu, dalam pengecekan tersebut, Kapolsek Kuta Alam juga melakukan pemeriksaan terhadap syarat kelayakan dan legalitas dapur MBG, serta memeriksa kelayakan menu yang akan didistribusikan kepada penerima manfaat. “Dengan adanya pemantauan ini, diharapkan distribusi makanan bergizi untuk siswa,” ujar AKP Irfan.
Kapolsek Kuta Alam juga mengingatkan Ka SPPG agar lebih teliti dalam memeriksa makanan sebelum disalurkan, untuk mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.
Sebelumnya, Polresta Banda Aceh menggunakan rapid test pada seluruh Dapur SPPG, terutama dapur SPPG Polri Polresta Banda Aceh dan lainnya yang ada di wilayah hukum setempat. Langkah ini diambil untuk memastikan program MBG berjalan aman dan higienis dengan menerapkan food safety yang ketat
Baca juga: Polresta Banda Aceh Ingatkan Pengendara Pakai Kunci Ganda, Ini Alasannya
Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Andi Kirana, menekankan agar SPPG di wilayah hukumnya meningkatkan pengawasan ketat terhadap dapur MBG, mulai dari pemilihan bahan baku hingga proses distribusi.
Ia menekankan, seluruh SPPG di wilkum setempat dapat meningkatkan pengawasan ketat terhadap dapur MBG, mulai dari pemilihan bahan baku hingga proses distribusi. Setiap MBG juga harus mematuhi SOP yang ketat, mencakup proses pengadaan bahan baku, pengelolaan, hingga penyajian, harus benar-benar aman dan higienis.
"Seperti yang kita terapkan di SPPG Kemala Bhayangkari Cabang Kota Banda Aceh, sudah kita lengkapi dengan rapid test, setiap hari sebelum disalurkan kepada penerima, personel Dokkes Polda Aceh dan Sidokkes Polresta selalu melakukan pemeriksaan," ujar Kombes Andi, Jumat (17/4/2026) lalu.
Pemeriksaan yang dilakukan di antaranya Test Kit Sianida, Formalin, Nitrit, Boraks dan Arsen. Menurutnya, penyediaan rapid test pada setiap menu makanan bukan hanya formalitas, tetapi sebagai bentuk tanggung jawab dan menjaga mutu makanan itu sendiri.
"Kami minta sebelum disajikan kepada penerima manfaat, agar setiap SPPG di wilayah hukum Polresta Banda Aceh dilakukan food safety melalui rapid test, terhadap menu MBG untuk mencegah keracunan," pungkasnya.(*)