Tanpa Sinyal, Siswa SD di Karimata Berburu Internet Demi Ikuti TKA 2026
Try Juliansyah April 20, 2026 12:43 AM

‎TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KAYONGUTARA - Sekolah dasar (SD) di Kabupaten Kayong Utara akan mengikuti Tes Kemampuan Akademik (TKA) yang dijadwalkan berlangsung mulai 20 hingga 30 April 2026.

‎Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kayong Utara menyatakan seluruh satuan pendidikan saat ini tengah mematangkan persiapan menjelang pelaksanaan tes tersebut.

‎Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kayong Utara, Jumadi Gading, mengatakan persiapan difokuskan pada sosialisasi kepada siswa, pendalaman materi, serta kesiapan infrastruktur digital di masing-masing sekolah.

‎"Sekolah-Sekolah Sedang disibukan mencetak kartu login peserta, daftar hadir, dan kartu pengawas. Kemudian memastikan akun TKA sekolah, data penanggung jawab, proktor, dan teknisi sudah terisi. Bukan hanya itu Sekolah juga melakukan bimbingan intensif dan sosialisasi kepada murid," ujarnya saat dikonfirmasi Tribunpontianak.co.id, Minggu 19 April 2026. 

‎Ia menjelaskan, TKA tidak bersifat wajib dan tidak menjadi penentu kelulusan siswa.

‎Pelaksanaan TKA umumnya dilakukan secara daring atau berbasis komputer, namun tetap menyesuaikan kondisi masing-masing sekolah, baik secara luring maupun daring.

‎"Tes ini tidak wajib, tidak menentukan kelulusan, dan diselenggarakan berbasis sekolah, baik luring maupun daring sesuai kondisi," jelasnya.

‎Selain itu, sekolah juga melakukan bimbingan intensif kepada siswa agar lebih siap menghadapi pelaksanaan TKA.

‎Di balik berbagai persiapan tersebut, Jumadi mengungkapkan bahwa, pemerintah menekankan pentingnya kesetaraan dalam pelaksanaan TKA, terutama bagi siswa di daerah yang memiliki keterbatasan akses internet.

Baca juga: ‎DPRD Kayong Utara Ingatkan Truk Sawit Tak Overtonase, Jalan Terancam Rusak

‎Upaya ini juga mendorong guru dan pihak sekolah untuk lebih kreatif dalam mencari solusi agar semua siswa tetap bisa mengikuti tes.

‎"Fokus pemerintah adalah memberikan kesetaraan, memastikan daerah dengan akses internet sulit juga dapat mengikuti TKA, yang mendorong kreativitas guru di lapangan untuk persiapan," ucapnya.  

‎Jumadi juga menyebutkan bahwa di wilayah kepulauan Karimata, siswa tidak dapat mengikuti ujian dari sekolah karena tidak adanya sinyal dari tower provider.

‎Sebagai solusi, pelaksanaan TKA dilakukan di rumah warga yang memiliki akses internet berbasis Starlink.

‎Siswa bahkan harus membeli voucher internet secara mandiri sebelum mengikuti ujian agar dapat terhubung selama pelaksanaan tes.

‎"Sebagai contoh di daerah kepulauan Karimata, siswa melakukan ujian di rumah warga yang ada sinyal internet starlink, mereka terlebih dahulu membeli vocer internet untuk dapat digunakan. Kebijakan ini diambil sekolah karena sinyal internet dari tower provider tidak ada," katanya.  

‎Kondisi ini membuat pelaksanaan TKA dilakukan secara bergiliran dengan penyesuaian waktu, menyesuaikan ketersediaan jaringan.

‎Situasi tersebut menjadi gambaran upaya di lapangan dalam memastikan seluruh siswa tetap dapat mengikuti TKA, meskipun di tengah keterbatasan.

‎Sealain itu, Jumadi turut mengimbau para siswa untuk tidak panik dalam menghadapi TKA karena tes ini tidak menentukan kelulusan.

‎Ia meminta siswa tetap fokus pada kejujuran dan mengerjakan soal sesuai kemampuan masing-masing.

‎Selain itu, siswa juga diharapkan memanfaatkan waktu yang ada untuk belajar dan berlatih, serta menjaga kesehatan.

‎"Manfaatkan waktu untuk belajar dan berlatih, serta mendalami materi yang sudah dipelajari. Jaga kesehatan, dan tetap percaya diri saat mengerjakan soal. Kerjakan dengan santai karena tujuan TKA ini untuk memetakan kemampuan, bukan untuk memberikan tekanan," pungkasnya. (*)

!!!Membaca Bagi Pikiran Seperti Olahraga Bagi Tubuh!!!

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.