Seribu Rumah Apung di Sandakan, Sabah Terbakar, PM Malaysia: Prioritas Utama Keselamatan Korban
Amalia Husnul A April 20, 2026 07:19 AM

 

TRIBUNKALTIM.CO - Kebakaran besar melanda permukiman pesisir di Kampung Bahagia, Batu Sapi, Sandakan, Sabah, Malaysia, Minggu (19/4/2026) dini hari.

Api menghanguskan sekitar 1.000 rumah apung dan membuat lebih dari 9.000 warga kehilangan tempat tinggal.

Permukiman pesisir di Kampung Bahagia, Batu Sapi, Sandakan Sabah Malaysia ini dikenal sebagai “desa air” ini dihuni masyarakat adat dan warga tanpa kewarganegaraan.

Sehingga dampaknya sangat berat bagi komunitas rentan tersebut.

Baca juga: Kronologi Kebakaran di Sepaso Bengalon Kutim, Api Melalap 3 Rumah Warga

Kobaran api mulai terlihat Minggu 19 April dini hari sekitar pukul 01.30.

Api berkobar melalui permukiman padat rumah panggung kayu, membuat keluarga hanya memiliki sedikit waktu untuk menyelamatkan diri karena api melahap seluruh deretan rumah.

Karena rumah-rumah kayu dibangun rapat di atas air, api dengan cepat menyebar ditambah angin kencang dan sulitnya akses mobil pemadam kebakaran. 

Petugas pemadam kebakaran menghadapi tantangan signifikan dalam mengendalikan api karena jalur akses yang sempit mencegah mobil pemadam kebakaran mencapai lokasi secara langsung, sementara air surut membatasi akses ke sumber air terbuka.

Angin kencang dan jarak antar rumah yang berdekatan semakin memperparah kobaran api, dengan sekitar 35 personel dari stasiun Sandakan dan Kinabatangan mengandalkan truk tangki air dan hidran pabrik terdekat untuk memadamkan api.

Dilansir TribunKaltim.co dari media Malaysia, The Star, Kepala Polisi Sandakan, Asisten Komisaris George Abd Rakman, saat ditemui wartawan di lokasi kejadian, mengatakan daerah tersebut, yang menampung sekitar 1.200 unit, mengalami dampak pada sekitar 1.000 rumah akibat insiden tersebut.

“Ini adalah insiden yang sangat besar dan memilukan, melibatkan 9.007 warga,” katanya.

Daerah tersebut dinyatakan sebagai zona bencana sekitar pukul 4 pagi.

George menambahkan api berhasil dikendalikan tak lama setelah pukul 4 pagi, dan pihak berwenang kini fokus pada pendaftaran korban dan koordinasi bantuan.

Tiga Pusat Evakuasi

Pemerintah pusat bersama otoritas Sabah bergerak menyediakan akomodasi sementara.

Tiga pusat evakuasi sementara (PPS) telah diidentifikasi di PPR Sandakan, aula PPR Batu Sapi, dan SK Kampung Gas.

Kini proses pendataan korban masih berlangsung.

George mengatakan belum ada laporan korban jiwa sejauh ini, meskipun beberapa orang mengalami luka ringan saat mencoba menyelamatkan barang-barang atau membantu orang lain.

“Penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan oleh Dinas Pemadam Kebakaran,” katanya.

Sementara itu, kepala desa Sharif Hassim Sharif Titing mengatakan pihak berwenang masih berupaya menentukan di mana semua korban akan ditempatkan, terutama mereka yang tidak memiliki transportasi.

Anggota parlemen Sekong, Alias ​​Sani, mengatakan upaya sedang dilakukan untuk memastikan bantuan mencapai mereka yang terkena dampak secepat mungkin.

“Ini adalah kebakaran yang sangat besar. Saya akan memastikan bantuan dimobilisasi sepenuhnya dan dikoordinasikan dengan semua lembaga terkait, termasuk mendapatkan laporan lengkap dari Dinas Pemadam Kebakaran,” katanya.

“Meski kerusakan yang terjadi sangat parah, namun otoritas memastikan tidak ada korban jiwa.

Prioritas Keselamatan Korban

Perdana Menteri (PM) Malaysia, Anwar Ibrahim menegaskan, prioritas utama adalah keselamatan dan kebutuhan mendesak para korban. 

Tragedi ini sekaligus menyoroti kerentanan permukiman tradisional di atas air yang rawan kebakaran.

Pemerintah diharapkan tidak hanya fokus pada penanganan darurat.

Tetapi juga menyiapkan solusi jangka panjang berupa pembangunan permukiman yang lebih aman dan tahan bencana.

Baca juga: Fenomena El Nino Ekstrem Diprediksi Melanda Kaltim, Paser Siaga Antisipasi Kebakaran Hutan dan Lahan

(TribunKaltim.co/SerambiNews.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.