AS Sita Kapal Kargo Iran di Laut Oman, Teheran Berang: Ini Deklarasi Perang!
Rustam Aji April 20, 2026 09:07 AM

TRIBUNBANYUMAS.COM, TEHERAN – Hubungan antara Iran dan Amerika Serikat berada di ambang konfrontasi terbuka setelah militer AS menyita sebuah kapal kargo berbendera Iran di Laut Oman, Senin (20/4/2026).

Teheran mengutuk keras aksi tersebut sebagai tindakan "perompakan laut" dan mengancam akan segera melancarkan serangan balasan militer.

"Angkatan Bersenjata Republik Islam Iran akan segera merespons dan membalas tindakan perompakan bersenjata militer AS ini," tegas markas besar Hazrat Khatam al-Anbiya melalui pernyataan resmi yang dikutip media lokal Tasnim.

Ketegangan bermula saat kapal kargo bernama Touska dicegat oleh militer AS sekitar 50 mil dari pelabuhan Chabahar.

Pihak Iran menuduh militer AS melanggar gencatan senjata dengan menembaki kapal serta melumpuhkan sistem navigasi sebelum mengerahkan pasukan marinir ke atas geladak.

Di pihak lain, Komando Pusat AS (CENTCOM) berdalih aksi tersebut merupakan operasi interdiksi resmi. Melalui pernyataan di platform X, CENTCOM mengklaim kapal tersebut melanggar blokade laut.

Baca juga: AS Tak Tepati Kesepakatan, Iran Kembali Blokade Total Selat Hormuz: Trump Tak Bisa Memeras Kami!

Sebelum penembakan dilakukan, kapal perusak USS Spruance disebut telah memberikan peringatan selama enam jam namun tidak diindahkan oleh kru kapal Iran.

"Setelah kru gagal mematuhi perintah, kapal perusak Spruance menembakkan beberapa peluru ke ruang mesin untuk melumpuhkan kapal," tulis pernyataan CENTCOM sebagaimana dilansir dari Al Jazeera. Saat ini, kapal tersebut berada di bawah kendali penuh unit marinir AS.

Memicu kekhawatiran global

Insiden ini memicu kekhawatiran global akan pecahnya konflik bersenjata yang lebih luas. Harlan Ullman, penasihat senior di Atlantic Council, menilai tindakan AS menyita kapal dagang di perairan internasional adalah langkah yang sangat berisiko.

“Itu adalah tindakan perang, terus terang saja. Anda tidak bisa melakukan itu begitu saja,” ujar Ullman. Ia menambahkan bahwa intersepsi ini dapat dianggap sebagai pelanggaran hukum internasional yang akan menghancurkan proses negosiasi diplomatik yang sedang berjalan.

Laporan dari media Iran IRIB menyebutkan bahwa Teheran telah merespons di lapangan dengan meluncurkan serangan drone ke arah kapal perang AS sebagai balasan awal.

Baca juga: Iran Bingung Sikap Kontradiktif Trump: Sering Tweet, Tidak Konsisten! Perundingan di Ujung Tanduk

Sementara itu, Garda Revolusi Iran (IRGC) mengklaim unit angkatan laut mereka sempat melakukan perlawanan hingga memaksa beberapa kapal AS mundur, meski kapal Touska tetap jatuh ke tangan Amerika.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.