Ikan Sapu-sapu Dijadikan Siomay, Wali Kota Jaktim Peringatkan Bahaya Timbal dan Merkuri
Jaisy Rahman Tohir April 20, 2026 10:11 AM

TRIBUNJAKARTA.COM, KRAMAT JATI - Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Timur mengimbau warga tidak mengkonsumsi daging ikan sapu-sapu yang ditangkap dari aliran Kali Ciliwung.

Wali Kota Jakarta Timur, Munjirin mengimbau warga tidak mengkonsumsi karena dari hasil uji laboratorium ikan sapu-sapu di Kali Ciliwung dari mengandung timbal dan merkuri.

"Kandungan timbal atau merkuri itu di atas ambang batas. Jadi saya harapkan masyarakat tidak memanfaatkan ikan ini, karena berbahaya buat kita semua," kata Munjirin, Senin (20/4/2026).

Timbal merupakan logam berat beracun yang terdapat di sekitar lingkungan dan dapat mengakibatkan gangguan kesehatan, di antaranya merusak sistem reproduksi, otak, darah, hingga hati.

Sementara merkuri adalah jenis logam berat yang berbahaya, dampak paling berat akibat paparan ini di antaranya kelumpuhan otak, gangguan ginjal, tekanan darah tinggi.

Sehingga Pemkot Jakarta Timur akan terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait bahaya mengkonsumsi ikan sapu-sapu dari aliran Kali Ciliwung yang sudah kotor.

"Jadi kita sosialisasi dulu untuk masyarakat tidak memanfaatkan itu ya," ujar Kepala Sudin Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Perikanan (KPKP) Jakarta Timur, Taufik Yulianto.

Pasalnya berdasarkan keterangan warga penangkap ikan sapu-sapu di Kali Ciliwung, mereka setiap harinya menjual daging sapu-sapu kepada pengepul sebagai bahan makanan.

Dari pengepul tersebut daging ikan sapu-sapu dari Kali Ciliwung dijual di pasaran sebagai bahan baku siomay, otak-otak, hingga pakan ternak sesuai kebutuhan masing-masing pembeli.

"Hasil laboratorium ikan sapu-sapu di perairan Jakarta tidak layak dikonsumsi, berbahaya. Tapi kalau misalkan itu berada di perairan bersih kemungkinan bisa dikonsumsi," tutur Taufik.

Sebelumnya daging ikan sapu-sapu yang ditangkap dari aliran Kali Ciliwung,  Kramat Jati, Jakarta Timur banyak diperjualbelikan sebagai bahan olahan berbagai makanan.

Tedy Supriyadi (43), penangkap ikan sapu-sapu di Kali Ciliwung mengatakan setiap harinya menjual daging sapu-sapu kepada pengepul untuk selanjutnya dijajakan sebagai bahan makanan.

"Kita jual ke pengepul, dijual berupa daging. Nanti sama dia (pengepul) dijual ke pasar. Diolah buat bahan makanan, campuran, bisa siomay, otak-otak," kata Tedy, Jumat (17/4/2026).

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.