TRIBUN-MEDAN.COM, SAMOSIR-Ketua DPD PDI Perjuangan Sumatera Utara, Drs Rapidin Simbolon MM menghadiri ibadah pemberkatan Gereja Stasi Santa Theresia Lumban Malau, Paroki Santo Fransiskus Asisi Palipi, Keuskupan Agung Medan, Minggu (19/4/2026).
Ibadah pemberkatan dipimpin Pastor Yanuarius Fransiskus Berek bersama Pastor Deo Gratias Manalu.
Kehadiran Rapidin didampingi sejumlah kader dan pejabat daerah, antara lain Ketua Komisi B DPRD Sumut Sorta Ertaty Siahaan, Wakil Ketua I DPRD Samosir sekaligus Ketua DPC PDIP Samosir Osvado Ardiles Simbolon, serta anggota DPRD Samosir dari Fraksi PDIP lainnya Edis Naibaho dan Jeger Situmorang.
Sebelum ibadah dimulai, panitia bersama pastor menyambut rombongan dengan pengalungan bunga.
Rombongan kemudian diarak memasuki pelataran gereja. Prosesi dilanjutkan dengan pengguntingan pita sebagai tanda peresmian, sebelum ibadah utama berlangsung di dalam gereja.
Usai ibadah, suasana berlangsung hangat ketika umat berdialog langsung dengan Rapidin mengenai kelanjutan pembangunan gereja.
Dalam kesempatan itu, Pastor Deo Gratias Manalu menyampaikan apresiasi atas perhatian yang telah diberikan.
“Terima kasih kepada Bapak Rapidin Simbolon yang selama ini telah membantu pembangunan gereja ini, bahkan sejak kondisinya masih beratap plastik,” ujarnya.
Panitia juga menyampaikan bahwa pembangunan gereja belum sepenuhnya rampung.
Sejumlah fasilitas seperti lonceng dan teras gereja masih membutuhkan dukungan.
Menanggapi hal itu, Osvado Ardiles Simbolon mengatakan keterbatasan anggaran daerah saat ini menjadi tantangan.
Namun, pihaknya berkomitmen tetap mengupayakan kelanjutan pembangunan.
“Memang belum ada teras dan lonceng gereja ini. Anggaran kabupaten sedang efisiensi, tetapi kami akan berbuat yang terbaik untuk mendukung penyelesaiannya,” kata Osvado.
Hal senada disampaikan Sorta Ertaty Siahaan. Ia mengajak umat tetap bersemangat sekaligus mendorong penyusunan proposal bantuan.
“Kita tetap berjuang melalui proposal. Saya juga akan menyumbangkan gaji bulan ini untuk membantu pembangunan gereja,” ujarnya.
Sementara itu, Rapidin Simbolon menegaskan komitmennya untuk ikut membantu.
Ia bahkan secara langsung menanyakan kebutuhan mendesak yang diperlukan gereja.
“Apa yang menjadi kekurangan saat ini, sampaikan. Kita kerjakan bersama, termasuk melalui swadaya,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Rapidin juga langsung menyatakan kesiapannya membantu pengadaan lonceng gereja dengan nilai sekitar Rp25 juta sebagai bagian dari dukungannya terhadap penyelesaian pembangunan.
Ia mengajak umat untuk terus aktif dalam kehidupan bergereja dan menjaga semangat kebersamaan.
“Sebagai umat Katolik, saya ingin membuktikan bahwa saya mampu berbuat. Gereja bukan hanya bangunan, tetapi juga persekutuan orang-orang yang berbuat kebaikan,” kata Rapidin.
Di akhir pertemuan, ia meminta panitia menyusun proposal yang baik agar dapat diperjuangkan lebih lanjut.(Jun-tribun-medan.com)