Bimtek Disperpusip Kabupaten Tegal, Penulis Dituntut Punya Karakter dan Gagasan di Tengah Konten AI
muh radlis April 20, 2026 01:55 PM

TRIBUNJATENG.COM, SLAWI - Tulisan berbasis artificial intelligence (AI) cenderung netral dan datar, meskipun terlihat meyakinkan namun refleksinya kurang mendalam karena minim sudut pandang atau pengalaman personal penulis yang biasanya tajam dan kritis. 


Sisi inilah yang menjadi nilai lebih dari seorang penulis berdasarkan pengalamannya, rekaman pengetahuan, olah pikir, dan kemampuan menuangkan gagasannya melalui tulisan.


Pernyataan ini disampaikan Plt Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Disperpusip) Kabupaten Tegal Hari Nugroho, saat membuka acara Bimbingan Teknis Kepenulisan Berbasis Konten Budaya Lokal, di auditorium kantor setempat belum lama ini. 


Penulis harus memiliki suara khas dan keberanian berpikir juga empati, bukan sekadar merangkum.


“AI memang bisa membantu dalam proses penulisan, tapi jangan sampai mengurangi orisinalitas.

Penempatan AI hanya cukup sebagai alat bantu, bukan pengganti nalar,” ungkap Hari Nugroho, dalam rilis yang diterima Tribunjateng.com, Senin (20/4/2026). 

Baca juga: Kisah Pilu Siswa Yatim, Dibully Guru Sendiri dan Dikeluarkan dari Sekolah: Disebut Anak Siluman


Sementara itu, Kepala Bidang Perpustakaan Disperpusip Kabupaten Tegal Sri Handayani menjelaskan, bimtek kepenulisan diselenggarakan tiga sesi di hari yang berbeda. 


Sebanyak 50 orang peserta terdiri dari unsur pustakawan, pegiat literasi, pelajar, mahasiswa hingga masyarakat umum hadir di sesi perdana ini.


Handayani menerangkan, pelaksanaan kegiatan literasi seluruhnya didanai Dana Alokasi Khusus (DAK) Non Fisik Tahun Anggaran 2026.


“Buku antologi budaya lokal ini akan kita cetak dan bagikan kepada 50 penulis peserta bimtek. Sebanyak 3 eksemplar untuk koleksi Perpustakaan Soekarno-Hatta dan 7 eksemplar lainnya untuk Perpusnas Press,” jelas Sri Handayani. 


Satu narasumber bimtek, Eri Fitniati, menyampaikan sejumlah tips dalam penulisan seperti gaya selingkung atau pedoman penulisan untuk menjaga konsistensi dan branding, pembuatan judul yang benar namun tetap menarik dan proses penerbitan naskah. 


“Gaya selingkung akan menentukan apakah isi dalam tulisan bisa diterima pembacanya atau tidak, nyaman dibaca atau tidak, termasuk konsistensinya dengan judul. Sedangkan judul menjadi pintu masuk penentu tulisan akan dibaca atau tidak,” terang Eri. (dta) 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.