Dinsos Akui Terkendala DTSEN, Bantuan Bedah Rumah Nenek Saniah Korban Rumah Roboh di Lebak Tertunda
Ahmad Tajudin April 20, 2026 02:01 PM

TRIBUNBANTEN.COM, LEBAK - Pelaksanaan tugas (Plt) Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Lebak, Lela Gifty Cleria, menanggapi terkait nasib nenek bernama Saniah (70) warga Kampung Kumpay, Desa Maraya, Kecamatan Sajira, tertimpa rumah roboh yang belum mendapatkan bantuan bedah rumah. 

Bantuan bedah rumah Saniah sempat terkendala administrasi, dikarenakan belum terdaftar di Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN).  

Perlu diketahui, rumah yang sudah puluhan tahun ditempatinya itu roboh akibat sudah tidak layak huni, pada Sabtu (28/3/2026) sekitar pukul 12.30 WIB.

Akibat peristiwa tersebut, perempuan lanjut usia itu mengalami luka di bagian tubuhnya akibat tertimpa puing-puing bangunan.

Lela mengakui, bahwa nenek Saniah belum terdaftar di DTSEN, sehingga hal tersebut menghambat bantuan bedah rumahnya tersebut. 

Lanjut Lela, pihaknya juga sudah meminta pihak desa agar segera mengusulkan DTSEN, namun hal itu belum dilakukan oleh desa. 

"Terkait DTSEN memang betul, kita sudah minta desa untuk mengusulkan DTSEN itu. Cuma sampe kemarin tadi saya cek, nenek belum diusulkan juga. Tapi sekarang saya mau cek lagi," ujarnya dalam sambungan telepon, Senin (20/4/2026). 

Baca juga: Bantuan Bedah Rumah Lansia yang Jadi Korban Rumah Ambruk di Lebak, Mandek Gegara Administrasi

"Kemarin dari Kemensos juga menanyakan usulan DTSEN itu, katanya belum masuk," tambahnya. 

Lela mengatakan, nenek Saniah akan mendapatkan bantuan bedah rumah sejahtera terpadu dari Kementrian Sosial (Kemensos) RI. 

"Kemarin kita sudah ke sana sama Kemensos, dia (Saniah) akan mendapatkan bantuan bedah rumah. Kemarin juga sudah dapat logistik makanan, kita juga kemarin sok terapi punggungnya yang tertimpa rumah roboh," katanya. 

Dinsos Lebak berkomitmen  mengawal bantuan sosial Saniah korban tertimpa rumah roboh sampai tuntas. 

"Kita kawal terus, karena bantuan tidak akan turun kalau nenek Saniah belum terdaftar di DTSN," ucapnya. 

"KTP dan BPJS Kesehatan juga sudah aktif, kemudian untuk bantuan sosialnya sudah kita minta desa supaya mengusulkan," tambahnya. 

Menurut Lela, Saniah sudah layak masuk kategori DTSEN desil 1-2. 

"Kalau liat kondisi, Ibu Saniah ini layak masuk desil 1-2 yah. Karena kemarin kita juga sudah ke sana," ujarnya. 

Sebelumnya, Ketua Badan Permusyawarat Desa (BPD) Maraya, Nasrudin, menyamakan bahwa nenek Saniah belum mendapatkan bantuan bedah rumah. 

"Iya belum dapat bantuan bedah rumah, sekarang Ibu Saniah masih tinggal sama saudara," ujar Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Maraya, Nasrudin, dalam sambungan telepon, Minggu (19/4/2026

Nasrudin mengaku sudah mengusulkan proposal bantuan bedah rumah untuk ibu Saniah tersebut. 

Namun, usulan tersebut terkendala lantaran Saniah belum terdaftar di Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) di Dinas Sosial (Dinsos). 

"Kalau didaftarkan sudah bulan Maret kemarin, cuma belum muncul DTSEN nya," ujarnya. 

"Tapi kalau ada intervensi pemerintah daerah mungkin bisa saja," tambah.

Nasrudin mengklaim, terkait bantuan dari pemerintah daerah sudah ada, baik berupa uang maupun logistik. 

Namun yang belum bisa tertangani sekarang ini terkait penangan rumahnya. 

"Dari Baznas uang, Dinsos logistik termasuk dari kecamatan juga sudah ngasih bantuan. Cuma bedah rumahnya yang belum," katanya. 

"Kita dari desa juga sudah mengecek, cuma belum keluar DTSN nya," tambahnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.