- Kementerian Luar Negeri Iran merespons klaim Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump terkait kerja sama pemindahan uranium yang telah diperkaya milik Iran ke luar negeri.
Iran dengan tegas menolak usulan tersebut dan menyatakan bahwa uranium yang telah diperkaya tidak akan dipindahkan ke negara mana pun.
Teheran juga menegaskan bahwa cadangan uranium Iran dianggap sakral dan setara dengan tanahnya sendiri.
“Uranium yang diperkaya milik Iran tidak akan dipindahkan ke mana pun,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei, kepada televisi pemerintah pada Jumat waktu setempat.
“Transfer uranium yang diperkaya milik Iran ke Amerika Serikat tidak pernah dibahas dalam negosiasi.”
Dilansir Al Mayadeen, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei, memperingatkan bahwa Iran akan merespons tegas setiap bentuk blokade angkatan laut, Sabtu (18/4/2026).
Ia menyebut isu pemindahan uranium sebagai garis merah yang tidak dapat dinegosiasikan.
Baqaei menilai klaim Donald Trump terkait uranium merupakan bagian dari kampanye tekanan politik terhadap Iran.
Menurutnya, isu penghentian pengayaan uranium digunakan untuk memengaruhi jalannya perundingan yang sedang berlangsung.
Ia menegaskan bahwa setiap kesepakatan akhir harus sepenuhnya melindungi kepentingan dan hak Iran.
Baqaei juga membantah adanya pembicaraan langsung antara pejabat AS dan Iran, serta menyebut klaim tersebut tidak benar.
Ia menegaskan bahwa Iran tidak dapat diblokade dan akan mengambil langkah yang diperlukan jika tindakan tersebut dilakukan.
Sebelumnya, Donald Trump melalui platform Truth Social menyebut AS akan mendapatkan semua “debu” nuklir.
Postingan Trump disebut dikaitkan dengan sisa material dari fasilitas nuklir Iran setelah serangan militer AS sebelumnya.
Namun Baqaei menegaskan bahwa pembicaraan AS dan Iran berfokus pada penyelesaian konflik, bukan pemindahan uranium Iran ke luar negeri.
“Rencana 10 poin untuk mencabut sanksi sangat penting bagi kami. Masalah kompensasi atas kerusakan yang ditimbulkan selama perang yang dipaksakan sangatlah penting.”