Kantor PT SMJ Hadiri di Sok Manggarai Timur, Pater Alexius : Pintu Berkat Bagi Masyarakat
Hilarius Ninu April 20, 2026 03:47 PM

 

Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Robert Ropo

TRIBUNFLORES.COM, BORONG---Kantor milik PT Silvano Maynard Jaya (SMJ) di Kampung Sok, Desa Compang Ndejing, Kecamatan Borong, Kabupaten Manggarai Timur (Matim) diresmikan. 

Kantor dilengkapi dengan toko dan gudang itu diresmikan oleh Wakil Bupati (Wabup) Matim Tarsisius Sjukur, Senin 20 April 2026.

Hadir dalam peresmian ini, Sekda Manggarai Timur Ir Boni Hasudungan, Direktur PT SMJ Silvester Sudin, Pimpinan Perangkat Daerah, Camat Borong dan Ranamese, Pimpinan BUMD, para petani dampingan PT SMJ, para karyawan dan undangan lainya. 

Pantauan TRIBUNFLORES.COM, kegiatan itu diawali dengan misa pemberkatan Kantor PT SMJ yang dimpin oleh Pater Alexius Kedi, CMF dan Romo Pice Jonta, Pr. 

 

Baca juga: RDP Soal Gaji PPPK Paruh Waktu 600 Ribu, Perindo Minta Hadirkan Bupati Sikka di Ruang Rapat

 

 

Usai pemberkatan dilanjutkan dengan upacara penyambutan para tamu undangan. Upacara penyambutan dilaksanakan secara adat kepok yang dibawakan oleh tokoh adat setempat Andreas Nampung. 

Selanjutnya dilakukan panen simbolis jagung milik PT SMJ  dan selanjutnya upacara peresmian. Upacara peresmian kantor ini ditandai dengan pengguntingan pita oleh Wabup Tarsisius didampingi Direktur PT SMJ Silvester Sudin dan disaksikan oleh para tamu undangan yang hadir. 

Usai peresmian gedung kantor itu kemudian dilanjutkan dengan launching pelepasan 2 unit mobil tronton milik PT Sindo yang mengangkut hasil jagung sekitar 50 ton milik PT SMJ. 

Wabup Tarsisius dalam sambutan memberikan apresiasi kepada PT SMJ yang telah menghadirkan Kantor PT SMJ berserta gudang penyimpanan hasil jagung dan saprodi untuk mendekatkan pelayanan dan pendampingan kepada para petani di Sok dan wilayah sekitarnya. 

Menurutnya, kehadiran PT SMJ ini merubah pola perilaku warga terutama petani yang selama ini bermental 'Tomas'. Hal ini terbukti petani di Sok dan petani lainnya dibawa pendampingan PT SMJ kini sudah semakin berubah dan memiliki pendapatan yang luar biasa dari hasil jagung. 

Menurutnya, sebelumnya Sok banyak memiliki ratusan lahan tidur yang tidak dimanfaatkan oleh petani, namun karena dengan kerja sama yang baik oleh Pemerintah Daerah melalui Dinas Pertanian, PT SMJ dan pemangku kepentingan lainya kini lahan tidur sudah dimanfaatkan dengan baik untuk menanam jagung dan hasilnya sangat memuaskan. 

Meski demikian, ia berharap kepada PT SMJ agar tetap berkolaborasi dengan Pemda Manggarai Timur untuk mendampingi para petani. 

"Saya minta jangan bosan-bosan dampingi petani kita dengan perilaku seperti Tomas, lihat dulu baru percaya. Mari kita terus bergandengan tangan untuk kesejahteraan masyarakat di Manggarai Timur," ujarnya. 

Wabup Tarsisius juga mengatakan, pemerintah daerah juga akan mendukung dengan memberikan bantuan berupa alat pertanian (Alsintan) untuk mempermudah pengolahan lahan bagi petani dalam membudidayakan tanaman jagung. 

Lebih lanjut, Wabup Tarsisius juga mengatakan, terkait keluhan warga Kampung Sok dan sekitarnya terkait kekurangan air baik untuk kepentingan pertanian maupun air minum bersih, akan tetap menjadi perhatian pemerintah daerah. 

Beri Keyakinan Petani 

Sementara itu, Direktur PT SMJ, Silvester Sudin menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur yang telah meresmikan kantor PT SMJ. Ia berharap dengan kehadiran kantor, tokoh saprodi dan juga gudang yang baru diresmikan itu, memberikan keyakinan kepada masyarakat khususnya para petani untuk tidak lagi ragu menanam jagung karena sudah ada pasar yang pasti untuk mendukung pengembangan ekonomi para petani itu sendiri. 

Silvester juga mengatakan, sejak hadir di Manggarai Timur PT SMJ sudah mendampingi 1.200 petani dengan jumlah lahan yang digarapkan untuk penanam jagung sekitar 1.500 hektar. 

" Kalau dengan asumsi jika hasil 5 ton/hektar maka total hasil 3.000 ton hasil produksi, dan dari segi ekonomi maka kurang lebih Rp 30 miliar lebih uang beredar di Manggarai,"ujarnya.

Silvester juga menerangkan, selain  itu yang sudah dilakukan oleh PT SMJ yakni, menyelenggrakan Silvano Academy guna meningkatkan kapasitas PPL SMJ yang berpikir cerdas dan hot stik serta bertindak cepat senyap dan tepat. Menciptakan 8 orang pengusaha baru dan puluhan calon pengusaha baru di desa di Matim ini 

Mendirikan 2 mini market pertanian dan gudang penampung jagung dengan kapasitas ribuan ton di Baras Pota & Compang Ndejing. Sudah memiliki 4 drone pertanian dan 8 pilot, serta 7 mesin pipil modern. Dan PT. SMJ juga sudah dipercaya menjadi distributor produk Syngenta dan PMA lainnya untuk diwilayah NTT.

Silvester juga mengatakan, yang sedang dilakukan oleh PT SMJ adalah memberikan sosialisasi masif dan berkesinambungan di seluruh pelosok Matim dan sebagian besar Petani di Matim sudah mandiri dengan parameter kerja tanpa diperintah, disiplin tanpa diawasi dan Tanggung jawab tanpa diminta.

Kolaborasi koorporasi yang kooperatif dengan semua stake holder demi terciptanya akselerasi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Petani di Matim. Gerakan Seratus hektar di desa (Geserda) dimana setiap desa tanam jagung minimal 100 Ha. 

Berjejaring / bermitra dgn Perusahaan profesional supaya jagung tidak sebatas sebagai kebutuhan tetapi benilai ekonomi tinggi dan strategis bagi masyarakat Matim khususnya dan Indonesia pada umumnya. Persiapan Tanam MT II khususnya di Pantura. 

Sedangkan program kerja PT SMJ yang akan datang yakni, menciptakan ratusan pengusaha baru didesa -desa di Matim. P5 berkelanjutan (Pemberdayaan, Pelatihan,Pendamping, Pengembangan & Profit).

Meningkatkan SDM Petani budi daya jagung secara GAP guna biaya produksi minimalis dengan produktivitas maksimal. Tata kelola keuangan para Petani guna terwujudnya petani Mandiri yang ekosospennya sejahtera dan merata.

PPL & Petani rol model akan berangkat studi tiru di Jawa guna perubahan motivasi & cara pandang. 

Minta Dukungan Pemerintah

Silvester juga mengatakan, petani  bersama PT.SMJ sangat mengharapkan dukungan dan bantuan Pemerintah guna akselerasi kemajuan masyarakat petani di Matim khususnya dan NTT umumnya yakni mesin drier Vertikal, sumur bor di sawah tadah hujan.

Selain itu, mesin pompa air di lahan yang dekat sungai. Dukungan totalitas Geserda dengan elaborasi dan kolaborasi strategis PPL SMJ dan PPL Pemerintah guna akselerasi kemajuan dan reduksi Nanti Tuhan Tolong jadi Negeri Titipan Tuhan. 

Pintu Berkat Bagi Masyarakat

Sementara itu, Pater Alexius Kedi, CMF dalam kesempatan itu, mengatakan, pihak gereja tetap konsen secara terus menerus terhadap orang-orang kecil. Apalagi umat di paroki St Hubertus Sok sekitar 90 persen adalah petani. 

Menurutnya, tanaman paling potensial di wilayah paroki tersebut adalah jagung, sehingga kehadiran PT SMJ menjadi pintu berkat bagi masyarakat/umat di paroki tersebut. 

"Ini merupakan jawaban dari doa-doa umat Paroki selama ini. Sebab selama ini mereka petani boleh bekerja keras tapi tidak tahu kemana mereka harus dibawa, namun dengan kehadiran PT ini mereka akan dibawa, hasil mereka akan dibeli dan mereka tetap didampingi dengan baik bagaimana cara mengelola dan membudidayakan tanaman jagung,"pungkasnya.

Bisa Bangun Rumah Batu

Sementara itu Andreas Nampung, salah satu petani dampingan PT SMJ, kepada TRIBUNFLORES.COM, mengaku kehadiran PT SMJ ini membawa kabar baik bagi mereka sebagai petani jagung di Kampung Sok dan sekitarnya. Sebab sebelum masuknya PT SMJ, mereka kesulitan untuk menjual hasil jagung mereka selain karena kualitas jagung kurang dan juga tidak ada pasar yang siap membeli banyak. 

Namun kata dia, dengan kehadiran PT SMJ mereka sangat terbantu mulai dari pendampingan hingga bersedia membeli hasil jagung mereka dalam jumlah banyak. 

"Saya punya lahan 1,5 hektar dengan hasil per hektar 7 ton saya dapat untung puluhan juta rupiah ini karena berkat dukungan dari perusahaan ini. Sekarang kami sudah bisa bangun rumah batu (rumah permanen)," pungkasnya. (rob) 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.