Laporan Jurnalis TribunAmbon.com, Silmi Sirati Suailo
MALTENG,TRIBUNAMBON.COM - Kasus pencurian di toko milik warga Seram Utara Timur Kobi, Maluku Tengah masih menyisakan tanda tanya.
Setelah tujuh hari berlalu, polisi belum juga menemukan terduga pelaku. Alhasil korban Chintia Ialuhun merasa kecewa atas lambannya penanganan kepolisian.
Kejadian bermula saat 13 April 2026 lalu, dimana toko milik Chintia dan suaminya dibobol pencuri yang terekam jelas melalui CCTV di dalam toko mereka.
Chintia Ialuhun dan suaminya langsung melaporkan kejadian tersebut di hari yang sama ke Kantor Polisi Subsektor Kobi, dan berlanjut membuat laporan ke Mapolsek Wahai pada 15 April 2026.
Di Tengah harapan yang hampir pupus, Chintia berharap agar pelaku segera ditemukan, mengingat mereka kehilangan hampir lebih dari Rp 20 juta dan satu unit handphone seluler.
"Beta punya tanggapan yah kecewa, sudah sampai hari ini belum ada kepastian dari Polsek sampai sekarang, Beta sudah hampir menyerah dengan ini tapi karena masyarakat begitu mendukung bt karena ketakutan-ketakutan mereka terhadap kasus ini apalagi pada saat aksi pelaku membawa alat tajam yang bisa membahayakan katong," ungkap Chintia, Senin (20/4/2026).
Baca juga: Kejati Periksa Direksi Lapangan, Pengawas, dan PPK di Kasus Proyek Jalan Namlea–Bara
Baca juga: Pemkot Ambon Gandeng Pelindo, Lahan Eks Pasar Inpres Disulap Jadi Area Kontainer
Dirinya berharap agar secepat mungkin pelaku ditangkap sehingga tak bermunculan korban-korban selanjutnya. Ia juga meminta agar masyarakat tetap mengawal kasus tersebut.
"Beta punya harapan semoga cepat tertangkap pelaku agar tidak lagi ada korban selanjutnya. Dan berharap kepada masyarakat untuk tetap mengkawal kasus ini," harap Chintia.