Iran Tegas Tolak Dialog: Blokade Laut AS Harus Dicabut Sebelum Perundingan Islamabad
Pipit Maulidya April 20, 2026 09:50 PM

 

SURYA.CO.ID - Ketegangan geopolitik antara Iran dan Amerika Serikat (AS) semakin buntu.

Pemerintah Iran dilaporkan secara tegas menolak untuk melanjutkan perundingan diplomatik selama blokade laut terhadap pelabuhan-pelabuhan mereka masih diberlakukan oleh militer AS.

Sikap keras Teheran ini memicu ketidakpastian terhadap upaya perdamaian yang rencananya akan dimediasi oleh Pakistan di Islamabad.

Baca juga: Iran Siap Perang Lawan AS dan Israel, Mojtaba Khamenei Klaim Militer Makin Solid

Cabut Blokade atau Tidak Ada Negosiasi

Berdasarkan laporan Al Jazeera pada Senin (20/4/2026), partisipasi Iran dalam putaran negosiasi berikutnya sangat bergantung pada kebijakan Washington.

Sumber internal Iran menyebutkan bahwa mereka tidak akan mengirim delegasi selama akses laut mereka masih dikunci.

"Partisipasi Iran dalam putaran negosiasi berikutnya di Islamabad, Pakistan, bergantung pada keputusan AS untuk mencabut blokade tersebut," tulis laporan tersebut.

Pernyataan ini diperkuat oleh Duta Besar Iran untuk Pakistan, yang mengindikasikan bahwa Teheran mulai skeptis terhadap efektivitas dialog jika tekanan militer di lapangan justru semakin meningkat.

Upaya Mediasi Pakistan

Pakistan, yang bertindak sebagai jembatan komunikasi, terus berupaya membujuk Iran agar tetap hadir di meja perundingan.

Upaya diplomatik ini bahkan melibatkan level tertinggi pemerintahan.

Menteri Luar Negeri dan Perdana Menteri Pakistan dilaporkan telah menghubungi Presiden serta Menteri Luar Negeri Iran secara langsung.

Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran telah menggelar rapat khusus untuk membahas tawaran ini, namun hasilnya tetap menunjukkan sikap skeptis.

Teheran mengkhawatirkan bahwa negosiasi ini hanyalah jebakan waktu yang tidak memberikan hasil konkret, seperti pencabutan sanksi ekonomi atau pencairan aset yang dibekukan.

Insiden USS Spruance dan Kapal Touska

Kondisi di lapangan justru semakin memanas.

Militer AS di bawah kebijakan Presiden Donald Trump dilaporkan telah memperketat penegakan blokade.

Sebelum insiden terbaru, AS mengeklaim telah memaksa sekitar 25 kapal berbendera Iran untuk berputar balik.

Puncaknya terjadi ketika kapal perusak berpeluru kendali USS Spruance mencegat kapal kargo Iran, Touska, yang menuju pelabuhan Bandar Abbas.

"Awak kapal Touska diminta mengosongkan ruang mesin sebelum akhirnya ditembaki untuk melumpuhkan sistem propulsi. Marinir AS kemudian naik ke kapal dan mengambil alih kendali."

Hingga saat ini, belum ada laporan resmi mengenai adanya korban jiwa dalam insiden tersebut.

Namun, aksi penyitaan ini menjadi alasan kuat bagi tim negosiasi Iran untuk menutup pintu dialog formal.

Mengapa Iran Ragu?

Selain faktor blokade, Iran trauma dengan pola negosiasi sebelumnya.

Sumber internal menyebutkan bahwa dua putaran negosiasi terdahulu justru diikuti oleh peningkatan serangan atau eskalasi konflik yang melibatkan sekutu AS, termasuk Israel.

"Tidak akan ada pembicaraan selama kebijakan blokade laut yang diumumkan Presiden AS Donald Trump masih berlaku."

Situasi ini sekaligus memperkecil peluang tercapainya kesepakatan damai dalam waktu dekat di tahun 2026 ini.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.