TRIBUN-MEDAN.com, LANGKAT- Balik dari Jakarta, Bupati Langkat, Syah Afandin langsung menemui ratusan masyarakat yang menggeruduk Kantor Bupati Langkat, di Kecamatan Stabat, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara pada, Senin (20/4/2026) petang.
Diketahui ratusan masyarakat yang mengatasnamakan Aliansi Masyarakat Menuntut Keadilan, rela menunggu kepulangan Syah Afandin dari Jakarta, agar dapat bertemu langsung.
Adapun yang menjadi persoalan, masyarakat menilai penyaluran bantuan dari pemerintah pusat untuk korban banjir di 16 kecamatan yang terdampak tak merata.
Adapun jenis bantuan yang dijanjikan stimulan ekonomi, perabotan, dan Jaminan Hidup (Jadup).
"Hari ini kita saksikan bersama bahwa masyarakat saya di Kabupaten Langkat ini, banyak yang belum menerima bantuan seperti yang disampaikan dalam tuntutan, salahsatunya bantuan jadup," ujar Syah Afandin di Alun-alun T Amir Hamzah usai bertemu dengan ratusan masyarakat.
Lanjut pria yang kerap disapa Ondim, maka pihaknya meminta kepada Kementerian Sosial, agar masyarakat yang menjadi korban banjir yang belum menerima jadup bisa dapat diberikan.
"Ini harapan kami, dan mereka sampai malam menunggu, saya sedih. Masyarakat saya ini hanya berharap menjalani hidup dengan normal kembali, tidak minta yang lebih," kata Ondim.
"Terkait masyarakat yang belum terdata, ini lagi kita perbaiki supaya yang belum menerima agar dimasukkan datanya," tambahnya.
Dikabarkan sebelumnya, merasa tak puas dengan jawaban yang disampaikan oleh anggota DPRD Langkat, ratusan masyarakat yahg mengatasnamakan Aliansi Masyarakat Menuntut Keadilan, beranjak ke Kantor Bupati Langkat, Sumatera Utara, Senin siang.
Amatan wartawan, begitu tiba di depan kantor Bupati Langkat, ratusan masyarakat langsung mendobrak pagar yang dijaga ketat oleh Satpol PP dan pihak kepolisian.
Alhasil pagar tersebut ambruk. Tak sampai di situ ratusan masyarakat memaksa masuk ke dalam kantor bupati. Namun upaya masyarakat sempat dicegah oleh petugas Satpol PP dan kepolisian.
Aksi dorong-dorongan pun terjadi. Namun karena jumlah masyarakat yang lebih banyak dari petugas Satpol PP dan kepolisian, hasilnya masyarakat berhasil masuk ke dalam kawasan kantor Bupati Langkat.
Suasana sempat tegang, sejumlah masyarakat mengejar mobil dinas yang hendak keluar dari kawasan kantor Bupati Langkat.
Bahkan mobil dinas itu nyaris dirusak ratusan masyarakat. Namun pihak kepolisian berhasil menenangkan masyarakat agar tidak merusak mobil berplat merah itu.
Gitupun amatan wartawan dilokasi, beberapa orang masyarakat membawa spanduk yang bertuliskan "Kami Korban Banjir dan Korban Data Siluman".
Spanduk lainnya bertuliskan "Mana Bantuan untuk Kami".
Mereka pun memaksa agar Bupati Langkat, Syah Afandin agar menemui mereka. Namun informasi yang diperoleh, pria yang kerap disapa Ondim sedang berada di Jakarta.
"Masyarakat aksi, tujuan kita awal berkumpul bersama di Besitang berangkat ke kabupaten, ingin mencari keadilan. Maka semua itu memerlukan proses. RDP di DPRD sudah kita laksanakan," ujar salahseorang koordinator aksi sembari menenangkan masyarakat.
Kemudian, aksi yang dilakukan masyarakat ini pun, membuat Kapolres Langkat, AKBP David Triyo Prasojo hadir di tengah-tengah ratusan massa.
David pun mencoba menenangkan ratusan masyarakat agar tak menggelar aksi yang anarkis.
(cr23/tribun-medan.com)