Grid.ID - Ketahui quotes Kartini dari surat-suratnya yang kemudian dibukukan dalam "Habis Gelap Terbitlah Terang" dan maknanya yang jarang diketahui. Pemikiran yang menyuarakan pentingnya pendidikan bagi perempuan.
Hari Kartini diperingati setiap tanggal 21 April. Sejarah yang lama terpendam pun mulai banyak dibaca kembali.
Termasuk dengan pemikiran Kartini yang banyak tertuang dalam "Habis Gelap Terbitlah Terang". Melalui tulisan tersebut, Kartini menyuarakan pentingnya pendidikan, kebebasan berpikir, dan kesetaraan bagi perempuan.
Berikut 20 quotes asli R.A. Kartini yang dilansir dari Kompas.com. Mencakup tentang perempuan, kehidupan, pendidikan, hingga perjuangan.
1. "Tiada awan di langit yang tetap selamanya, tiada mungkin akan terus-menerus terang cuaca."
2. "Banyak hal yang bisa menjatuhkanmu, tetapi satu-satunya yang benar-benar bisa menjatuhkanmu adalah sikapmu sendiri."
3. Janganlah menganggap dirimu rendah dari orang lain."
4. "Bila perempuan baik, maka baik pula masyarakat itu."
5. "Perempuan harus diberi kesempatan yang sama untuk berkembang."
6. "Kami tidak ingin lagi menjadi manusia yang tidak berarti."
7. "Dengan pendidikan, manusia akan lebih berharga."
8. "Hidup yang baik adalah hidup yang memberi manfaat."
9. "Perubahan harus dimulai dari keberanian."
10. "Perempuan juga berhak atas kebahagiaan."
Makna dari semua quotes Kartini tidak hanya relevan di masa penjajahan. Melainkan juga di kehidupan saat ini.
Pasalnya, isu pendidikan, kesetaraan, dan kebebasan masih menjadi bagian penting bagi perempuan modern. Itulah beberapa quotes Kartini yang tertuang dalam "Habis Gelap Terbitlah Terang."
Sejarah Hari Kartini
Hari Kartini akan diperingati setiap tanggal 21 April. Peringatan ini tidak lepas dari perjuangan Raden Ajeng Kartini dalam memperjuangkan emansipasi wanita di Indonesia.
Dilansir dari Tribunnews, RA Kartini memiliki nama lengkap Raden Adjeng Kartini Djojo Adhiningrat. Ia lahir pada 21 April 1879 di Jepara dan berasal dari keluarga bangsawan.
Semasa hidupnya, Kartini dikenal aktif menyuarakan pemikirannya melalui surat-surat yang dikirimkan kepada sahabat-sahabatnya di Eropa. Setelah wafat, surat-surat tersebut dikumpulkan oleh J.H. Abendanon dan diterbitkan dalam buku berjudul Door Duisternis tot Licht pada tahun 1911, yang berarti “Dari Kegelapan Menuju Cahaya”.
Karya tersebut kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa Melayu oleh Balai Pustaka pada tahun 1922 dengan judul Habis Gelap Terbitlah Terang: Buah Pikiran. Peringatan Hari Kartini biasanya dimeriahkan dengan adanya lomba-lomba di sekolah dan diikuti oleh guru dan murid.