TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Maluku Tenggara, Agrapinus Rumatora alias Nus Kei tewas ditikam, Minggu (19/4/2026).
Nus Kei tewas setelah ditikam di area pintu keluar Bandara Karel Sadsuitubun Ibra, Kei Kecil, Maluku Tenggara.
Ia ditikam oleh dua pelaku, yakni HR (28) dan FU (36).
Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Pol Rositah Umasugi mengatakan keduanya telah berhasil diringkus dua jam setelah kejadian.
Kini, keduanya pun menjalani pemeriksaan di Polda Maluku.
Saat tiba di Kota Ambon, dua pelaku dikawal ketat oleh petugas dan digiring menuju Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Maluku untuk pemeriksaan.
Rositah mengatakan, keduanya ditangkap tanpa adanya perlawanan.
"Tidak ada perlawanan apa pun," kata Rositah.
Status keduanya pun masih terduga pelaku dan belum ditetapkan jadi tersangka.
Meski begitu, HR dan FU terancam terjerat pasal berlapis, yakni Pasal 459 junto Pasal 20 huruf C dan atau Pasal 458 ayat 1 jo Pasal 20 huruf C dan atau Pasal 262 ayat 4 UU RI Nomor 1 Tahun 2023 KUHP tentang pembunuhan berencana.
"Ancamannya hukuman mati, seumur hidup dan maksimal 20 tahun penjara," ujar Rositah, dikutip dari Kompas.com.
Kedua tersangka dibawa ke Kota Ambon dengan pengawalan ketat puluhan personel gabungan TNI-Polri.
Mengutip TribunAmbon.com, Wakapolres Ambon, AKBP Nur Rahman juga ikut dalam pengawalan kedua tersangka.
Sebelum dikirim ke Kota Ambon untuk pemeriksaan di Mapolda, keduanya dititipkan di Mako Brimob atas dasar pertimbangan keamanan.
Hal tersebut dikonfirmasi Kasi Humas Polresta Maluku Tenggara, Ipda Wandi Puasa.
Ia berharap, kondisi di lapangan tetap kondusif.
"Mudah-mudahan sampai ke depan tetap kondusif," tandasnya.
Penusukan Nus Kei ini juga mendapat tanggapan dari Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia.
Bahlil mengaku tak terima atas aksi kekerasan yang menewaskan sosok yang ia anggap keluarga sendiri.
"Ya kami turut berduka atas meninggalnya Ketua DPD Golkar Maluku Tenggara, saudara saya, Bang Nus,"
"Dan semoga diterima oleh Allah SWT," ujar Bahlil saat ditemui di Gedung DPR RI, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (20/4/2026).
Ia juga menuntut keadilan penuh dan memastikan parati mengambil langkah organisasi.
"Dan DPP Golkar, sudah saya meminta kepada Sekjen untuk mendampingi dalam rangka melakukan proses sampai tuntas," tegas Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) ini.
Diketahui, peristiwa penusukan ini terjadi empat hari jelas Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar Maluku Tenggara yang dijadwalkan berlangsung pada Kamis (23/4/2026). besok.
Nus Kei yang baru sampai di bandara langsung ditusuk oleh kedua tersangka.
Meski sempat dilarikan ke rumah sakit, nahas nyawanya tak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia.