36.771 Peserta Ikuti UTBK-SNBT 2026 di Panlok USU, Kuota Penerimaan Dibuka 3.008 Kursi
Randy P.F Hutagaol April 21, 2026 12:54 PM

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) 2026 di Panitia Lokal Universitas Sumatera Utara resmi dimulai, Selasa (21/4/2026).

Sebanyak 36.771 peserta tercatat mengikuti ujian di Panlok USU untuk memperebutkan 3.008 kursi jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT).

Rektor Universitas Sumatera Utara, Prof Muryanto Amin mengatakan, pelaksanaan UTBK tahun ini berlangsung selama 20 sesi, mulai 21 April hingga 30 April 2026. Selain di Medan, ujian juga digelar di dua titik lain di wilayah Nias.

Menurutnya, panitia memastikan pelaksanaan ujian berjalan aman, tertib, serta bebas dari praktik kecurangan. Pengawasan dilakukan dengan memeriksa berbagai potensi anomali data peserta.

“Kami cek berbagai kemungkinan, termasuk peserta yang berdomisili di luar daerah namun memilih lokasi ujian di sini,” ujarnya.

Selain itu, sebanyak tujuh peserta disabilitas juga difasilitasi agar memiliki kesempatan yang sama dengan peserta lain.

Adapun total daya tampung jalur SNBT 2026 di USU sebanyak 3.008 kursi, terdiri dari 2.534 kursi program sarjana (S1), 274 kursi vokasi terapan, dan 200 kursi diploma.

Di lokasi ujian, suasana ramai juga terlihat dari kehadiran para orang tua yang setia mengantar dan menunggu anak mereka. Salah satunya Dewi (38), warga Tembung, yang datang bersama keluarga untuk mendampingi putrinya, Iliyin Syahfitri (17), mengikuti UTBK.

Dewi mengatakan, ia datang dari Tembung bersama ibu, ayah, dan adik peserta. Mereka berangkat menggunakan mobil pribadi sejak pagi agar anaknya bisa mengikuti ujian dengan tenang.

“Kami ramai-ramai datang. Semua keluarga antusias mendukung,” ujarnya.

Iliyin merupakan anak pertama dari tiga bersaudara. Dewi menyebut putrinya memilih jurusan Kedokteran Gigi karena sudah memiliki keinginan tersebut sejak duduk di bangku SMA.

“Awalnya dia pasang behel, terus tertarik lihat dokter gigi. Dari situ termotivasi, jadi pengen masuk Kedokteran Gigi,” katanya.

Menurut Dewi, keluarga terus memberi semangat dan gambaran mengenai masa depan profesi dokter gigi, meski masa studi yang harus ditempuh cukup panjang.

“Kami bilang kalau memang mau, harus semangat. Kuliahnya lama, bisa enam sampai tujuh tahun, tapi hasilnya nanti InsyaAllah baik,” ucapnya.

Untuk pilihan kampus, Iliyin menjadikan Universitas Andalas sebagai pilihan utama dan Universitas Syiah Kuala sebagai pilihan berikutnya. Dewi mengaku ikut membantu mencari informasi terkait peluang masuk dan nilai persaingan di masing-masing kampus.

“Saya tanya-tanya juga sama tetangga, saudara, lihat-lihat informasi skor. Mana yang peluangnya lebih besar, itu kami pertimbangkan,” katanya.

Ia mengaku memiliki harapan besar agar anak-anaknya dapat menempuh pendidikan lebih tinggi dari orang tuanya. Menurutnya, pendidikan tetap penting sebagai bekal masa depan.

“Kalau bisa anak lebih dari ibunya. Semua harus kuliah, harus sukses,” ujar Dewi.

Dewi sendiri sehari-hari membantu usaha keluarga berjualan beras dan gas elpiji tiga kilogram di kawasan Tembung, sementara suaminya bergerak di bidang properti dan pembangunan rumah.

Ia berharap putrinya dapat menjalani ujian dengan lancar dan memperoleh hasil terbaik sehingga bisa diterima di perguruan tinggi impiannya.

(cr26/tribun-medan.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.