TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Aksi demonstrasi gabungan massa akan digelar hari ini, Selasa (21/4/2026), di Kota Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur.
Tujuan aksi massa kali ini adalah kantor Gubernur Kaltim dan Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kaltim.
Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud, memastikan ia tidak akan kemana-mana.
Ia menegaskan roda pemerintahan tetap berjalan normal tanpa gangguan.
Baca juga: Demo 21 April di Samarinda, Mahasiswa Tuntut DPRD Kaltim Gulirkan Hak Angket dan Interpelasi
Di tengah meningkatnya perhatian publik terhadap aksi yang diproyeksikan melibatkan ribuan massa, Rudy menegaskan dirinya bersama seluruh jajaran perangkat daerah akan tetap berkantor seperti biasa.
Pernyataan itu disampaikan usai dirinya kembali dari Jakarta, Senin (20/4/2026).
Ia menekankan bahwa fokus pemerintah saat ini tetap pada percepatan realisasi belanja daerah.
“Kita hari ini kerja seperti biasa, memastikan realisasi belanja anggaran segera diproses, terutama untuk kegiatan standar pelayanan minimum daerah,” ujarnya.
Ia memastikan, pada hari pelaksanaan aksi, aktivitas di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur tidak akan dihentikan.
“Besok kita siap menerima tamu-tamu yang hadir. Tetap berkantor seperti biasa bersama seluruh SKPD,” lanjutnya.
Baca juga: Persiapan Demo 21 April di Samarinda, Kawat Berduri Melingkari Gedung DPRD Kaltim, Polisi Bersiaga
Terkait kemungkinan menemui massa aksi yang menyuarakan berbagai tuntutan terhadap kebijakan pemerintah, Rudy menyebut hal tersebut akan diputuskan secara situasional.
Ia juga memastikan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) akan berada di kantor untuk memantau perkembangan.
“Tergantung kita lihat nanti,” katanya singkat.
Menanggapi salah satu tuntutan demonstran terkait audit penggunaan mobil dinas dan rumah jabatan, Rudy menegaskan proses tersebut telah dilakukan oleh lembaga berwenang.
“Audit sudah dilaksanakan oleh pihak terkait, terutama BPK,” tegasnya.
Baca juga: Langit Samarinda Diawasi Drone, 2.263 Personel Siaga Jelang Aksi 21 April
DPRD Kaltim dipastikan menjadi titik kumpul utama sebelum massa bergerak menuju Kantor Gubernur Kaltim.
Kepala Bagian Fasilitasi Penganggaran dan Pengawasan Sekretariat DPRD Kaltim, Andi A Razaq, menegaskan bahwa pihaknya siap memfasilitasi aspirasi masyarakat.
“Kita sebagai aparatur tentu memfasilitasi mereka yang ingin menyampaikan aspirasi. Pimpinan dewan juga sudah menyatakan kesediaannya untuk menerima massa aksi secara langsung,” ujarnya saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (20/4/2026).
Menurutnya, komunikasi awal antara pihak aliansi dan sekretariat dewan telah menghasilkan sejumlah kesepahaman.
Setidaknya terdapat tiga poin utama yang menjadi perhatian massa aksi.
“Rencananya nanti pimpinan akan memberikan surat dukungan atau semacam temuan sebagai dasar mereka melanjutkan aspirasi ke kantor gubernur,” jelas Andi Razaq.
Ia menegaskan bahwa DPRD Kaltim pada prinsipnya membuka ruang dialog seluas-luasnya bagi
masyarakat.
Hal tersebut, menurutnya, merupakan bagian dari fungsi representasi dewan dalam menyerap
dan menindaklanjuti aspirasi publik.
Baca juga: 70 Personel Polresta Balikpapan Dikirim ke Samarinda, Perkuat Pengamanan Aksi 21 April
Sementara itu, informasi yang dihimpun menyebutkan bahwa unsur pimpinan DPRD Kaltim bersama anggota dari berbagai fraksi dijadwalkan akan turun langsung menemui massa aksi di lokasi.
Kehadiran lintas fraksi ini diharapkan dapat memperkuat legitimasi penerimaan aspirasi yang disampaikan.
Namun demikian, tidak semua fraksi dipastikan hadir. Fraksi Golkar disebut berhalangan karena tengah menjalankan agenda di luar provinsi.
Dengan berbagai persiapan yang telah dilakukan, DPRD Kaltim berharap aksi unjuk rasa yang akan berlangsung dapat menjadi ruang dialog yang konstruktif antara masyarakat dan wakil rakyat, sekaligus mencerminkan kedewasaan berdemokrasi di daerah. (TribunKaltim.co/Mochammad Fairoussaniy/ Sintya Alfatika Sari)