7 Fakta Hendrikus Atlet MMA Pembunuh Nus Kei: Mahasiswa Hukum, Pernah Ikut PON, Peraih Medali Emas 
Rusaidah April 21, 2026 04:03 PM

 

BANGKAPOS.COM -- Hendrikus Rahayaan (HR) ditangkap usai sepak terjangnya sebagai satu di antara pelaku penikaman Agrapinus Rumatora alias Nus Kei, Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten Maluku Tenggara.  

Dalam aksi penikaman tersebut, Nus Kei dikabarkan tewas.

Kabid Humas Polda Maluku Kombes Rositah Umasugi mengatakan Nus Kei ditikam di area pintu keluar Bandara Karel Sadsuitubun Ibra, Kecamatan Kei Kecil, Kabupaten Maluku Tenggara, Minggu (19/4/2026) sekira pukul 11.25 WIT.  

Saat itu, kata Rositah, Nus Kei baru saja tiba di Bandara tersebut dari Jakarta.  

"Tiba-tiba korban ditikam oleh orang tidak dikenal menggunakan sebilah pisau. Terduga pelaku langsung melarikan diri usai kejadian,” kata Rositah dalam keterangannya, Minggu (19/4/2026).   

Baca juga: Sosok Dani Hollat, Kematiannya 2019 Lalu Diduga Pemicu Dendam Hendrikus Atlet MMA Tewaskan Nus Kei

Saat kejadian, Nus Kei sempat dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis. 

Namun, nyawanya tidak tertolong akibat luka tusukan yang dideritanya.   

Dua pelaku ditangkap, selain Hendrikus Rahayaan juga ada Finansius Ulukyanan (FU).  

Salah satu yang mendapat sorotan yakni pelaku Hendrikus Rahayaan, lantaran dirinya yang dikenal sebagai petarung.  

7 Fakta Hendrikus Rahayaan Pelaku Penikam Nus Kei

1. HR merupakan atlet tarung bebas atau Mixed Martial Arts (MMA).

2. Pada 2024 lalu, HR pernah mendapatkan perunggu dalam kick boxing di nomor Low Kick 63.5 kg Putra saat PON XXI yang digelar di Aceh dan Sumatra Utara, mengutip unggahan di sosial medianya. 

3. Sementara mengutip unggahan laman TikTok @untag_semarang, tercatat HR pernah meraih medali emas dalam kompetisi Super Fight Muaythai–K1–Kyokushin SLC Cup yang digelar di Fairway Nine Mall, Surabaya.

4. HR juga tercatat sebagai mahasiswa Universitas 17 Agustus 1945 (UNTAG) Semarang, Jawa Tengah. 

5. Di salah satu unggahan di sosial medianya, HR pernah menyebut akun instagram @amkei.ind. Amkei Indonesia adalah organisasi pemuda yang dikenal sebagai "Angkatan Muda Kei", di mana John Kei merupakan Ketua Umumnya. 

6. Masih mengutip akun instagram HR, HR dikenal dengan nama karib Kei Bad Boy.

7. Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Rositah Umasugi, menyebut bahwa pelaku kenal dengan Nus Kei. 

"Iya (pelaku kenal dengan Nus Kei)," kata Rosita saat dihubungi, Senin (20/4/2026). 

Motif Dendam 

Terkait motif pelaku menikam Nus Kei hingga tak bernyawa, Rosita menjelaskan bahwa balas dendam menjadi alasannya. 

"Kedua pelaku dendam karena korban Nus Kei adalah otak di balik pembunuhan saudara kedua pelaku atas nama Fenansius Wadanubun Alias Dani Holat," kata Kombes Rosita Umasugi saat dihubungi, Senin (20/4/2026). 

Kolase potret Hendrikus Rahayaan pelaku penikaman terhadap Nus Kei dan unggahannya di akun Instagram pribadi.
Kolase potret Hendrikus Rahayaan pelaku penikaman terhadap Nus Kei dan unggahannya di akun Instagram pribadi. (Instagram/@hendrikus.rahayaan)

Dari hasil pemeriksaan, peristiwa yang menewaskan saudara pelaku tersebut terjadi pada tahun 2020 di Jakarta. 

"(Insiden pembunuhan ke Dani Holat) terjadi pada tahun 2020 di Jakarta, samping apartemen Metro Galaxi, Kalimalang, Bekasi," ucapnya. 

Baca juga: Jejak Moncer Mossad Refra, Anak John Kei Preman Jakarta Pengganti Kuat Nus Kei yang Tewas Ditikam

Saat ini, kedua pelaku masih menjalani pemeriksaan intensif oleh pihak kepolisian untuk mendalami kasus tersebut.

Atlet Berprestasi yang Kerap Raih Medali Emas

Salah satu pembunuh Ketua DPD Partai Golkar Maluku Tenggara Agrapinus Rumatora alias Nus Kei, Hendrikus Rahayaan ternyata atlet berprestasi. 

Hendrikus Rahayaan ditangkap Polres Maluku Tenggara usai menusuk Nus Kei di Bandara Karel Sadsuitubun, Langgur, Maluku pada Minggu (19/4/2026). 

Saat ini Polisi diinformasikan telah mengamankan dua terduga pelaku yakni Hendrikus Rahayaan dan dan Finansius Ulukyanan.

Salah satu pelaku Hendrikus Rahayaan ternyata merupakan seorang atlet Mixed Martial Arts (MMA).

Hendrikus Rahayaan bahkan merupakan atlet MMA berprestasi. 

Tercatat di tahun 2024 lalu, Hendrikus Rahayaan pernah mendapatkan perunggu dalam kick boxing di nomor Low Kick 63.5 kg Putra saat PON XXI yang digelar di Aceh dan Sumatra Utara. 

Selain itu mahasiswa Universitas 17 Agustus 1945 (UNTAG) Semarang itu juga berhasil meraih medali emas dalam kompetisi Super Fight Muaythai–K1–Kyokushin SLC Cup yang digelar di Fairway Nine Mall, Surabaya.

Kompetisi bergengsi tersebut diikuti oleh puluhan atlet fighting dari berbagai daerah di Indonesia, dengan mayoritas peserta berasal dari Jawa Timur. 

Di tengah ketatnya persaingan, Hendrikus tampil impresif hingga melaju ke partai final dan berhasil menang poin atas lawannya dari Sasana Bhayangkara Semarang.

Mahasiswa Fakultas Hukum UNTAG Semarang itu dikenal sebagai mahasiswa berprestasi di bidang olahraga.

Keberhasilan ini juga menjadi bagian dari Program Road to Japan, yang merupakan kelanjutan dari skema reward internasional bagi atlet berprestasi.

Baca juga: Sepak Terjang Hendrikus Rahayaan, Petarung MMA Tewaskan Nus Kei Dituding Otak Pembunuhan Dani Hollat

Bahkan nama Hendrikus disebut oleh Universitas telah mengharuskan nama kampus. 

Hal itu ditulis oleh akun resmi Humas UNTAG pada tahun Januari 2026 lalu. 

“Hendrikus memang dikenal sebagai atlet yang konsisten mengikuti berbagai kejuaraan fighting, mulai dari muaythai, boxing, hingga kick boxing,”

“Berkat dedikasi dan disiplin tinggi, ia telah berulang kali meraih gelar juara di berbagai ajang, sekaligus menjadi inspirasi bagi mahasiswa UNTAG Semarang untuk terus berprestasi dan mengharumkan nama almamater di berbagai bidang,” tulis unggahan.

Pada tahun lalu Hendrikus Rahayaan juga menorehkan prestasi dalam Kejuaraan Muaythai Open Se-Jawa yang berlangsung di GOR Universitas Semarang, Sabtu (26/4/2025).

Dalam kelas Senior Elite 63,5 kg fighter yang dijuluki “Kei Bad Boy” itu berhasil mengalahkan petarung dari kontingen Tangerang, menegaskan dominasinya di olahraga pertarungan jarak dekat itu.

Sebagai anggota aktif Paguyuban Rambo Muaythai yang bermarkas di Semarang, Hendrikus menunjukkan dedikasi dan semangat juang tinggi. 

Sebelumnya, ia juga tampil apik di beberapa pertandingan dalam ajang One Pride MMA, memperkuat reputasinya sebagai fighter tangguh level nasional.

Bukan hanya itu Hendrikus juga sempat membawa pulang dua medali emas dalam ajang bergengsi Semarang Fight Night 4 “Ring of Celebration” yang digelar di Atrium Utama Tentrem Mall Semarang pada September tahun 2025 lalu.

Kompetisi yang diselenggarakan oleh Olympus Fight Club (organisasi pelatihan beladiri yang berbasis di Semarang) ini mempertemukan para fighter berbakat dari berbagai daerah dan bahkan mancanegara.

Tercatat Hendrikus pernah berlaga di ajang One Pride MMA, sebuah program tarung prestisius yang ditayangkan di salah satu stasiun televisi nasional.

Diketahui Ketua DPD Golkar Maluku Tenggara Nus Kei dibunuh saat tiba di Bandara Karel Sadsuitubun, Langgur, Maluku.

Peristiwa penikaman Nus Kei terjadi sesaat setelah dirinya tiba di bandara itu dari Jakarta pada Minggu (19/4/2026) jelang siang.

Kapolres Maluku Tenggara, AKBP Rian Suhendi mengungkap motif dibalik aksi penikaman pada Ketua DPD Golkar Maluku Tenggara, Agrapinus Rumatora alias Nus Kei.

Terkait motif penikaman, AKBP Rian menyebut pelaku menikam Nus Kei karena memiliki dendam lama.

"Motifnya adalah dendam. Kedua pelaku meyakini bahwa korban merupakan otak di balik pembunuhan saudara mereka, Fenansius Wadanubun alias Dani Hollat, yang tewas di dekat Apartemen Metro Galaxy Kalimalang, Bekasi, beberapa tahun lalu," kata AKBP Rian, dilansir Tribun Palu, Senin (20/4/2026).

Profil Hendrikus Rahayaan

Nama Hendrikus Rahayaan sempat mencuri perhatian di dunia Mixed Martial Arts (MMA), bukan hanya karena prestasinya, tetapi juga karena latar belakang kehidupannya yang keras dan dekat dengan perkelahian sejak usia muda.

Pria kelahiran 6 Desember 1997 asal Tual, Maluku ini dikenal memiliki kecenderungan kuat terhadap konflik fisik. 

Baca juga: Profil Desly Claudya Rumatora, Putri Nus Kei yang Tewas Ditikam OTK, Ikuti Jejak Ayah Sang Politisi

Sejak kecil, ia sudah terbiasa terlibat perkelahian dengan teman sebaya. 

Kebiasaan itu bahkan berlanjut hingga remaja, di mana ia kerap terlibat tawuran dan aksi kekerasan di lingkungan sekitarnya.

Kegemarannya tersebut bukan tanpa konsekuensi. 

DITANGKAP - Hendrikus Rahayaan adalah atlet Mixed Martial Arts (MMA) sekaligus keponakan John Kei. Ia adalah satu dari dua pelaku pembunuhan terhadap Nus Kei yang ditangkap polisi. Motifnya adalah dendam lama.
DITANGKAP - Hendrikus Rahayaan adalah atlet Mixed Martial Arts (MMA) sekaligus keponakan John Kei. Ia adalah satu dari dua pelaku pembunuhan terhadap Nus Kei yang ditangkap polisi. Motifnya adalah dendam lama. (Dok istimewa/Tribun Ambon)

Ia sempat mendapat penolakan dari keluarga karena dianggap sering menimbulkan masalah.

"Awalnya itu memang suka sekali cari gara-gara, beta (Saya) itu memang berawal di jalanan dari situ terus tidak disukai oleh keluarga," katanya kepada TribunAmbon.com, Kamis (25/8/2023).

Alih-alih meninggalkan kebiasaan itu, Hendrikus justru memilih mengarahkannya ke jalur yang lebih terstruktur, yakni dunia olahraga bela diri.

Ia mulai berlatih serius di bawah bimbingan kakeknya yang merupakan pelatih dan menguasai beberapa cabang bela diri seperti Muay Thai, Wushu dan tinju.

Dengan latar mental “jalanan” dan latihan disiplin, ia kemudian terjun ke ajang MMA profesional, termasuk di One Pride.

Gaya bertarungnya yang agresif mencerminkan karakter lamanya yang terbiasa berkelahi, namun kini dikemas dalam arena resmi. 

Dua laga awalnya bahkan berakhir dengan kemenangan meyakinkan, salah satunya lewat TKO dalam waktu singkat.

Meski begitu, citra keras yang melekat pada dirinya kembali menjadi sorotan pada April 2026. 

Hendrikus ditangkap aparat kepolisian terkait kasus penikaman yang menewaskan Agrapinus Rumatora alias Nus Kei di Bandara Karel Sadsuitubun.

Baca juga: Lebaran Haji Idul Adha 2026 Kapan? Ini Jadwal Versi Muhammadiyah dan Pemerintah dan Tanggal Libur

Kapolres Maluku Tenggara, Rian Suhendi, menyebut Hendrikus sebagai salah satu terduga pelaku bersama rekannya. 

Motif kejadian diduga dilatarbelakangi dendam lama.

"Motifnya adalah dendam. Kedua pelaku meyakini bahwa korban merupakan otak di balik pembunuhan saudara mereka, Fenansius Wadanubun alias Dani Hollat, yang tewas di dekat Apartemen Metro Galaxy Kalimalang, Bekasi, beberapa tahun lalu," jelas AKBP Rian Suhendi.

Kasus ini menambah panjang sorotan terhadap sosok Hendrikus, yang sejak awal dikenal memiliki kecenderungan menyelesaikan konflik dengan kekerasanbaik di masa lalu maupun dalam perjalanan hidupnya hingga kini.

Profil Agrapinus Rumatora (Nus Kei)

Nus Kei didapuk sebagai Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Maluku Tenggara, mengutip infopemilu.kpu.go.id.  

Ia tercatat aktif dalam kepengurusan partai politik di tingkat Kabupaten/Kota.

Gelar akademik yang mengikuti namanya yakni Drs. 

Drs. adalah singkatan dari Doktorandus, yaitu gelar akademik lama di Indonesia.

Diberikan kepada laki-laki yang lulus pendidikan sarjana (S1), terutama di bidang ilmu sosial, ekonomi, atau humaniora.

Mengutip laman Instagram @golkar_maluku_tenggara, Nus Kei pernah menjadi Bakal Bupati Maluku Tenggara periode 2024 - 2029.

Dirinya memiliki putri yang juga mengikuti jejaknya sebagai politisi Partai Golkar, Desly Claudya Rumatora. 

Kronologi Penikaman

Kabar duka menyelimuti Maluku Tenggara setelah Ketua DPD Partai Golkar setempat, Agrapinus Rumatora atau yang akrab disapa Nus Kei, tewas akibat penikaman di Bandara Karel Sadsuitubun, Minggu (19/4/2026).

Insiden maut ini terjadi sesaat setelah korban mendarat dari penerbangan asal Ambon sekitar pukul 11.10 WIT.

Ketika sampai di depan pintu keluar bandara untuk menemui keluarganya, Nus Kei langsung ditikam oleh orang tidak kenal (OTK).

Baca juga: Modal NIP KTP, Cek Sekarang PKH dan BPNT Bansos Cair April 2026, Caranya Cuma Pakai HP 

Pada momen tersebut, kakak Nus Kei, Antonius Rumatora langsung membanting pelaku. Namun, pelaku berujung melawan dan melarikan diri.

"Selang beberapa menit, datang seorang pria diduga pelaku memakai jaket merah dan menggunakan masker langsung menikam Saudara Almarhum Agrapinus Rumatora."

"Melihat kejadian tersebut Saudara Antonius Rumatora (kakak korban) sempat memeluk dan membanting yang diduga pelaku namun pelaku melawan dan berhasil melarikan diri," demikian rilis resmi yang diterima dari Ketua DPP Partai Golkar, Dave Laksono, Minggu (19/4/2026) melansir Tribunnews.com.

Setelah itu, Nus Kei sempat lari ke dalam bandara tetapi terjatuh dan sempat memperoleh pertolongan dari petugas di lokasi.

TEWAS DITIKAM – Ketua DPD Golkar Maluku Tenggara, Agrapinus Rumatora atau Nus Kei, tewas ditikam saat berada di Bandara Karel Sadsuitubun pada Minggu (19/4/2026).
TEWAS DITIKAM – Ketua DPD Golkar Maluku Tenggara, Agrapinus Rumatora atau Nus Kei, tewas ditikam saat berada di Bandara Karel Sadsuitubun pada Minggu (19/4/2026). (Instagram/@golkar_maluku_tenggara)

Nus Kei lantas dilarikan ke Rumah Sakit Karel Sadsuitubun untuk penanganan medis. Nahas, korban dinyatakan meninggal dunia setibanya di rumah sakit.

"Pukul 11.44 WIT, Saudara Agrapinus Rumatora dinyatakan meninggal akibat pendarahan hebat serta luka pada organ vital," tuturnya.

Berdasarkan laporan yang diterima, Nus Kei menderita empat luka tusuk di bagian dada sebelah kanan dan kiri, leher bagian kiri, serta tulang belakang.

Di sisi lain, maksud dari Nus Kei berada di Kabupaten Maluku Tenggara untuk menghadiri acara partai.

"Kedatangan Agrapinus Rumatora Ketua DPD Golkar Maluku Tenggara untuk mengikuti Musda Partai Golkar Maluku Tenggara yang direncanakan akan dilaksanakan pada tanggal 22 April 2026," pungkasnya.

(Tribunnews.com/Garudea Prabawati/Abdi Ryanda Shakti) (Wartakotalive.com/Bangkapos.com)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.