Catatan di Balik Rencana Pembangunan Jaringan Kereta Api di Papua
Choirul Arifin April 21, 2026 04:23 PM
profile tribunners
PROFIL PENULIS
M Rifai Darus
Juru Bicara Gubernur Papua

 

TIDAK ada perubahan besar yang lahir tanpa sebuah mimpi. Gubernur Papua Komjen Pol (Purn) Matius  D. Fakhiri (MDF) pernah menyampaikan sebuah visi tentang masa depan Papua yang lebih maju.

Sebuah mimpi besar: menghadirkan infrastruktur modern seperti jalan tol dan kereta api agar konektivitas wilayah Papua semakin kuat dan pembangunan ekonomi semakin terbuka.

Banyak orang mungkin menganggap itu sebagai mimpi besar yang akan sangat sulit direalisasikan.
Namun dalam perjalanan waktu, mimpi itu perlahan menemukan jalannya.

Memang penting untuk dipahami bahwa gagasan tentang konektivitas besar di Tanah Papua bukanlah gagasan yang lahir tanpa dasar.

Dia menjadi bagian dari mata rantai pemikiran para pemimpin Papua dari masa ke masa yang sejak lama memikirkan bagaimana membuka keterisolasian wilayah dan menghadirkan masa depan yang lebih baik bagi rakyat Papua.

Dalam konteks itulah, langkah yang diambil Gubernur Papua Komjen Pol (Purn) Matius  D. Fakhiri (MDF) hari ini juga dapat dipahami sebagai melanjutkan mimpi besar para pendahulu.

Kita mengenang bahwa pada masa kepemimpinannya, Gubernur Barnabas Suebu (Kaka Bas) juga pernah memasukkan gagasan tentang kereta api di Tanah Papua sebagai bagian dari rencana program besar pembangunan masa depan Papua.

Demikian pula almarhum Lukas Enembe (LE) yang telah meletakkan fondasi penting melalui perjuangan pembangunan Jalan Lintas Papua yang layak, sebagai tulang punggung konektivitas darat yang membuka akses antar wilayah di Papua.

Bobby Rasyidin dan Gubernur Papua OK
JARINGAN KERETA API DI PAPUA - Pertemuan Gubernur Papua Komjen Pol (Purn) Matius  D. Fakhiri (MDF) bersama Direktur Utama PT Kereta Api (Persero) Bobby Rasyidin dalam penjajakan pembangunan infrastruktur jaringan kereta dari dari Sentani ke Kota Jayapura di Jakarta, baru-baru ini.

Karena itu, apa yang dilakukan hari ini oleh Gubernur MDF sesungguhnya adalah melanjutkan mimpi para pendahulu, yang kemudian disesuaikan dengan kebutuhan zaman, perkembangan teknologi, serta kondisi kekinian Papua.

Dalam kepemimpinan, seorang pemimpin memang boleh bermimpi besar. Namun mimpi itu tidak boleh berhenti sebagai angan-angan. Tugas seorang pemimpin adalah memastikan langkah-langkah nyata agar mimpi tersebut perlahan menjadi kenyataan yang dapat dirasakan manfaatnya oleh rakyat.

Pada awal tahun 2026, dalam sebuah pertemuan antara Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dengan Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia, Presiden menyampaikan sebuah pandangan penting:
Bahwa dalam sejarah dunia, kehadiran kereta api sering menjadi tanda lahirnya sebuah peradaban baru.

Presiden kemudian bertanya, "Di wilayah mana negara bisa hadir mulai menghadirkan jalur kereta api baru? di luar Pulau Jawa?".

Secara spontan, Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin menyebut Provinsi Papua dengan Jayapura sebagai titik awalnya. Bagi banyak orang, momentum ini terasa seperti sebuah jalan yang telah disiapkan oleh Tuhan untuk Papua.

Baca juga: Temui Direksi KAI, Gubernur Fakhiri Jajaki Peluang Hadirkan Moda Kereta Api di Papua

Seolah mimpi yang pernah disampaikan Gubernur Papua dalam visi dan misinya, dibawa Tuhan sampai ke hati Presiden Republik Indonesia.

Dan dari sanalah lahir sebuah keputusan besar: negara mulai membuka jalan untuk menghadirkan kereta api di Tanah Papua.

Langkah awal itu kemudian ditindaklanjuti melalui pertemuan antara Gubernur Papua bersama tim pemerintah daerah dengan Direktur Utama KAI beserta jajaran timnya pada 14 April 2026 di Jakarta.

Pertemuan tersebut menghasilkan kesepakatan untuk memulai proses sesuai tahapan dan regulasi yang berlaku, dengan gagasan jalur awal dari Sentani menuju Kota Jayapura.

Jika rencana ini berjalan dengan baik, maka yang lahir bukan hanya sarana transportasi baru, tetapi juga konektivitas wilayah yang akan membuka peluang ekonomi, mempercepat mobilitas orang dan barang, serta menandai awal peradaban baru di Tanah Papua.

Atas nama masyarakat Papua, tentu patut disampaikan terima kasih dan penghargaan kepada Presiden Republik Indonesia, Bapak Prabowo Subianto, yang telah memberikan perhatian besar bagi pembangunan Papua.

Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia beserta jajaran, yang telah merespon gagasan ini dengan cepat dan penuh semangat.

Dan tentunya ucapan terima kasih mendalam bagi Gubernur Papua dan masyarakat Papua yang terus menjaga semangat bersama untuk menghadirkan masa depan yang lebih baik bagi Tanah Papua.

Semoga langkah awal ini menjadi sejarah penting bagi masa depan Papua. Dari mimpi menuju rencana, dari rencana menuju peradaban baru Papua Cerah.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.