TRIBUN-TIMUR.COM, SINJAI - Kondisi Alun-Alun Sinjai Bersatu di Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan, memprihatinkan.
Lokasinya di Jl. Tondong, Kecamatan Sinjai Utara, Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan (Sulsel), sekitar 300 meter dari rumah jabatan Bupati Sinjai Ratnawati Arif.
Alun-Alun Sinjai Bersatu yang dibangun dengan anggaran sekitar Rp7 miliar diresmikan, Kamis, 25 Januari 2024.
Alun-Alun Sinjai Bersatu adalah ruang terbuka publik, saat itu, jadi ikon baru di Kabupaten Sinjai, Sulsel.
Fungsinya sebagai pusat aktivitas masyarakat, hiburan, dan ekonomi kreatif
Pantauan jurnalis Tribun-Timur.com, Selasa (21/4/2026), lantai bangunan tampak mulai terkelupas.
Sementara sejumlah dinding terlihat mengalami retakan.
Tak hanya itu, area sekitar patung kuda yang menjadi ikon dan spot favorit pengunjung juga mulai ditumbuhi rumput liar.
Rumput liar tampak tumbuh subur dan menjalar hingga ke bagian patung.
Kondisi itu mengurangi estetika kawasan patung kuda.
Salah seorang pengunjung, Ferdi, menilai kondisi alun-alun saat ini sudah tidak terawat.
“Sudah tidak terawat, padahal ini tempat umum dan sering dikunjungi warga,” ujarnya.
Sementara itu Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sinjai Andi Mandasini mengatakan, pihaknya akan kembali menggelar kerja bakti untuk membersihkan kawasan tersebut.
“Insya Allah akan diadakan kerja bakti dalam rangkaian gerakan asri,” kata Andi Mandasini.
Ia mengaku pihaknya telah melaksanakan kerja bakti beberapa waktu lalu, termasuk di area tribun.
“Termasuk tribun sudah dibersihkan dua minggu lalu. Insya Allah Kamis ini akan kerja bakti lagi,” jelasnya. (*)