Relokasi Warga TNTN Tersendat, Lahan Pengganti Masih Jadi PR Besar Pemerintah
Firmauli Sihaloho April 21, 2026 05:29 PM

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Persoalan relokasi warga dari kawasan Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) di Kabupaten Pelalawan hingga kini masih belum menemukan titik terang. Kendala utama yang dihadapi adalah belum tersedianya lahan pengganti bagi masyarakat yang akan dipindahkan.

Pelaksana Tugas Gubernur Riau, SF Hariyanto, mengungkapkan bahwa kebutuhan lahan pengganti masih menjadi pekerjaan besar yang harus segera diselesaikan. 

Padahal, di sisi lain, cukup banyak warga yang sudah menunjukkan komitmennya dengan menyerahkan lahan mereka sebagai bagian dari proses relokasi.

“Kami sudah menyampaikan langsung kepada Menteri Kehutanan terkait kekurangan lahan pengganti bagi masyarakat yang akan direlokasi dari TNTN,” ujar SF Hariyanto, Selasa (21/4/2026).

Upaya tersebut dilakukan saat pertemuan antara Pemprov Riau dengan Menteri Kehutanan, Raja Juli Antoni, di Jakarta, Senin (20/4/2026).

Dalam pertemuan itu, persoalan relokasi warga menjadi salah satu pembahasan utama yang memerlukan perhatian serius dari pemerintah pusat.

Menindaklanjuti hal tersebut, Kementerian Kehutanan berencana menggelar rapat koordinasi tingkat nasional yang melibatkan sejumlah pihak, termasuk Kejaksaan Agung dan Kementerian Pertahanan, serta kementerian terkait lainnya.

Baca juga: Plt Gubri SF Hariyanto Optimis APBD Riau Tahun Depan Bisa Capai 10 Triliun

Baca juga: LPG Nonsubsidi Naik, Diskoperindag Pelalawan Ingatkan Pangkalan Gas Subsidi Tetap Jaga Distribusi 

Langkah ini diharapkan dapat mempercepat pencarian solusi atas keterbatasan lahan pengganti.

“Untuk mencari solusi, Pak Menteri akan melakukan rapat bersama kementerian dan lembaga terkait. Mudah-mudahan segera ada jalan keluar,” harapnya.

Di sisi lain, Pemerintah Provinsi Riau juga telah mengambil langkah awal dengan mengusulkan penyediaan lahan pengganti kepada pemerintah pusat. Usulan ini menjadi bagian dari upaya menyusun solusi relokasi yang lebih menyeluruh dan berkelanjutan.

SF Hariyanto turut menekankan pentingnya peran aktif masyarakat dalam mendukung proses ini. Ia mengapresiasi warga yang telah menunjukkan itikad baik dengan menyerahkan sertifikat lahan sebagai bentuk dukungan terhadap program relokasi.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada masyarakat yang sudah banyak menyerahkan sertifikat untuk relokasi,” katanya.

Sebagai informasi, pada Senin (13/4/2026) ratusan warga TNTN melakukan unjuk rasa di depan kantor gubernur Riau.

Mereka bertahan selama tiga hari dengan mendirikan tenda di jalan Cut Nyak Dien tepat diantara kantor gubernur Riau dan gedung bank Riau Kepri Syariah. 

Dalam unjuk rasa itu, salah satu tuntutannya adalah meminta kejelasan dari pemerintah terkait rencana relokasi mereka di tempat yang baru dan meminta kejelasan pemerintah kemana mereka akan dipindahkan. 

Sebab beberapa waktu lalu relokasi warga TNTN ke tempat yang baru justru menimbulkan masalah baru. Sebab mereka ditokal oleh warga tempatan. (Syaiful Misgiono)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.