TRIBUNNEWS.COM - Kompetisi Championship Liga 2 musim 2025/2026 kini memasuki pekan-pekan krusial.
Sriwijaya FC dari Grup 1 (Barat) dan Persipal Palu dari Grup 2 (Timur) sudah resmi terdegradasi dari Liga 2 ke Liga 3 setelah menempati posisi buncit di klasemen.
Posisi kedua tim sudah dipastikan finis di posisi juru kunci sehingga keduanya menjadi dua tim pertama yang bakal terdegradasi dari Liga 2 ke Liga 3.
Kondisi tersebut kini masih tersisa satu slot degradasi dari Liga 2 yang masih diperebutkan melalui play-off antar tim peringkat 9 masing-masing grup.
Jika melihat kondisi persaingan klasemen saat ini terdapat empat tim yang masih terancam degradasi.
Keempat tim tersebut yakni Persikad Depok, Persekat Tegal, PSIS Semarang, dan Persiba Balikpapan.
Dengan hanya dua pertandingan sisa, persaingan semakin ketat dan penuh ketegangan.
Persikad berada di posisi paling aman di antara empat tim.
Dengan 31 poin di Grup 1, mereka hanya butuh satu poin lagi dari dua laga sisa untuk memastikan tidak turun ke peringkat 9.
Selisih 5 poin dengan Persekat Tegal memberi mereka margin yang cukup longgar.
Setelah ini, Persikad akan menghadapi FC Bekasi City (kandang) dan Garudayaksa FC (tandang).
Meski lawan-lawannya cukup berat, namun peluang Persikad untuk mencuri poin dari dua pertandingan tersebut sangat besar.
Baca juga: 5 Tim Berpeluang Promosi dari Liga 2 ke Super League, Trio Eks Liga 1 Bersaing Panas
Persekat berada di zona bahaya.
Tertinggal 5 poin dari Persikad, mereka praktis harus memenangi kedua laga sisa sekaligus sambil berharap Persikad gagal meraih poin.
Situasi ini sangat berat mengingat lawan-lawan yang dihadapi tidak mudah.
Setelah ini, Persekat akan menghadapi Persiraja Banda Aceh (kandang) dan Sumsel United (tandang).
Potensi Persekat untuk turun ke zona play-off degradasi cukup besar.
Persekat harus tampil maksimal dan mengandalkan faktor home di laga pertama. Namun, jika gagal meraih 6 poin penuh, mereka hampir pasti akan menghadapi play-off degradasi.
PSIS Semarang masuk dalam daftar tim terancam meski berada di posisi 8.
Dengan 20 poin, mereka hanya unggul 2 poin dari Persiba Balikpapan di zona play-off degradasi, sehingga satu kekalahan saja bisa membuat posisi mereka terancam.
Tim berjuluk Mahesa Jenar ini punya catatan pertahanan yang rapuh (kebobolan 47 gol dalam 25 laga), sehingga butuh kemenangan untuk menjaga jarak.
Selanjutnya, PSIS akan menghadapi laga yang super berat yakni melawan Kendal Tornado FC (kandang) dan PSS Sleman (tandang).
Potensi cukup riskan. Laga kandang melawan Kendal Tornado menjadi momentum wajib menang.
Namun, pertandingan tandang ke markas PSS Sleman yang sedang berada di puncak grup dan mengincar tiket promosi langsung akan menjadi ujian berat.
PSIS harus mengumpulkan poin maksimal agar tidak tersedot ke play-off degradasi Liga 2.
Persiba adalah tim yang paling terancam di Grup 2.
Hanya mengantongi 18 poin, mereka berada di peringkat 9 dan harus berjuang keras untuk naik setidaknya satu peringkat atau setidaknya memaksa PSIS gagal meraih hasil bagus.
Jadwal mereka disebut-sebut sebagai yang paling sulit di antara empat tim lainnya.
Persiba dijadwakan akan melawan PSS Sleman (kandang) dan Deltras FC (tandang).
Situasi ini tentu membuat potensi degradasi Persiba cukup tinggi.
Bertemu PSS Sleman di kandang sendiri sudah berat, apalagi laga tandang ke Deltras yang juga sedang bersaing di papan atas Grup 2.
Persiba wajib memenangi minimal satu laga dan berharap PSIS kehilangan poin agar bisa lolos dari ancaman play-off.
Kini, dua pertandingan terakhir di Championship Liga 2 akan menentukan nasib keempat tim yang akan menemani Sriwijaya FC dan Persipal ke Liga 3.
Persikad Depok tampak paling diuntungkan, sementara Persekat Tegal dan Persiba Balikpapan berada di ujung tanduk. PSIS Semarang punya peluang lebih baik dibandingkan dua tim lain, namun tidak ada yang boleh lengah.
Menarik dinantikan siapakah nanti dua tim yang bakal bertarung di babak play-off dan menemani Sriwijaya FC dan Persipal Palu yang turun kasta ke Liga 3 musim depan.
Grup 1
Grup2
(Tribunnews.com/Hafidh Rizky Pratama)