Tribunlampung.co.id, Sukoharjo - Pagi yang biasanya tenang di Dusun Kalisongo, Desa Plesan, Kecamatan Nguter, Sukoharjo, mendadak berubah haru. Tangisan bayi yang terdengar dari teras rumah membuat warga sekitar penasaran.
Suara itu ternyata berasal dari tas yang diletakkan di depan rumah warga. Saat dibuka, warga menemukan sesosok bayi kecil yang masih sangat mungil.
Tak hanya bayi, di dalam tas tersebut juga terdapat secarik kertas berisi pesan menyentuh. Pesan itu diduga ditulis oleh orang tua sang bayi.
Isi surat tersebut membuat siapa pun yang membacanya terenyuh. Dalam tulisan sederhana itu, orang tua bayi memohon agar pemilik rumah bersedia merawat anak yang ditinggalkan.
Penemuan bayi itu kemudian dilaporkan kepada aparat kepolisian setempat.
Baca juga: Geger Bayi Dalam Tas di Teras Warga, Ada Pesan Menyentuh untuk Pemilik Rumah
Dikutip dari TribunJateng.com, peristiwa yang menggegerkan warga itu terjadi pada Senin (20/4/2026) pagi. Bayi tersebut diperkirakan berusia sekira tujuh hari.
Tak hanya bayi, di tas tersebut juga terselip surat pesan menyentuh diduga dari orang tua si bayi.
Meminta agar pasutri pemilik rumah dapat merawat bayi.
Bayi pertama kali diketahui, setelah seorang warga mendengar suara tangisan sekira pukul 06.00 WIB.
Kapolsek Nguter, AKP Maryadi mengatakan, bayi ditemukan dari dalam sebuah tas dengan kondisi tubuh terbalut kain.
Lalu ada secarik surat kecil disertakan bersama bayi tersebut di dalam tas.
“Pesannya ada tulisan ‘Mamah Arum dan Papah Bram, tolong rawat adek, kasihani adik’."
"Itu merupakan pemilik rumah, mereka pasangan suami istri (pasutri) yang informasinya belum memiliki anak,” terang AKP Maryadi, Senin (20/4/2026).
Pihaknya menjelaskan, saat ditemukan kondisi bayi dalam keadaan hidup dan relatif sehat.
Terdapat dugaan bayi mengalami kekurangan gizi.
“Diperkirakan bayi berusia sekira tujuh hari. Tali pusar sudah kering dan ari-arinya sudah dipotong,” paparnya.
Saat ini, bayi tersebut telah dibawa ke Puskesmas setempat untuk mendapatkan perawatan dan pemantauan kondisi kesehatan lebih lanjut.
Diketahui, bayi berjenis kelamin perempuan.
Pihak kepolisian kini pun melakukan penyelidikan untuk mengungkap identitas orang tua bayi tersebut.
Polisi juga melakukan pendataan terhadap warga yang diketahui melahirkan pada April 2026 sebagai bagian dari proses penyelidikan.
“Kami melakukan penyelidikan dan mapping siapa saja yang melahirkan pada April ini."
"Kami telusuri siapa yang menaruh bayi tersebut,” tukasnya.