Laporan Wartawan TribunSolo.com, Zharfan Muhana
TRIBUNSOLO.COM, KLATEN – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Klaten melakukan pemetaan lahan rawan kekeringan sebagai langkah antisipasi menghadapi musim kemarau.
Kepala DKPP Klaten, Iwan Kurniawan, menyampaikan bahwa pihaknya telah mengidentifikasi sejumlah wilayah yang berpotensi mengalami kekeringan.
“Ini sudah kami petakan. Ada beberapa daerah di Kabupaten Klaten yang memang memiliki potensi terjadi kekeringan,” ujar Iwan, Selasa (21/4/2026).
Ia menjelaskan, langkah tersebut merupakan bagian dari upaya komprehensif untuk menghadapi kemungkinan terjadinya El Nino atau musim kemarau panjang, sebagaimana diprediksi oleh BMKG.
Baca juga: Peringatan Hari Kartini di Klaten, Bupati Hamenang: "Perempuan Bukan Pelengkap Tapi Kekuatan Utama"
“Beberapa lokasi itu sudah kami informasikan agar dapat segera mengambil langkah-langkah antisipasi apabila nanti terjadi musim kemarau panjang yang diprediksi BMKG,” jelasnya.
Ia menambahkan, puncak musim kemarau diperkirakan terjadi pada Juli hingga Agustus 2026.
Berdasarkan data DKPP Klaten, terdapat sekitar 4.450 hektare lahan pertanian yang berpotensi mengalami kekurangan air. Lahan tersebut tersebar di sejumlah kecamatan.
Adapun kecamatan dengan potensi kekeringan terluas meliputi:
Kecamatan Karangdowo: 794 hektare
Kecamatan Cawas: 469 hektare
Kecamatan Juwiring: 380 hektare
Kecamatan Wonosari: 371 hektare
Kecamatan Trucuk: 333 hektare
Baca juga: Bupati Hamenang Cetak Gol! ASN Klaten FC Kalahkan KG Media Solo FC 3-0 di Stadion Trikoyo
(*)