TRIBUNTORAJA.COM, MAKALE - Kelangkaan susu UHT mulai dirasakan di Tana Toraja dan berdampak langsung pada pelaku usaha kafe, khususnya di wilayah Kota Makale.
Sejumlah pelaku usaha mengeluhkan sulitnya memperoleh bahan baku utama untuk minuman berbasis susu.
Barista salah satu warkop di Makale, Ival, mengaku beberapa menu berbahan susu UHT terpaksa tidak disajikan karena stok susu UHT kosong di pasaran.
“Menu yang pakai campuran susu UHT sekarang kosong, karena barangnya juga langka di toko retail,” ujarnya, Selasa (21/4/2026).
Keluhan serupa disampaikan Tio, pemilik coffee shop di Makale.
Ia menyebut, meski stok di tempat usahanya masih tersedia, harga susu UHT mengalami kenaikan signifikan.
“Stok masih ada, jadi menu masih aman. Tapi harganya sudah naik,” katanya.
Kelangkaan juga dirasakan pedagang di Pasar Sentral Makale.
Salah satu pedagang mengaku sejak Lebaran Idulfitri lalu tidak lagi mendapatkan pasokan susu UHT.
“Barang sampai sekarang kosong,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, pasokan sebenarnya masih tersedia di kota besar seperti Surabaya dan Jakarta, namun terkendala tingginya biaya distribusi ke wilayah Sulawesi.
“Barang ada di sana, tapi ongkir ke Sulawesi mahal,” jelasnya.
Pantauan di sejumlah toko retail menunjukkan stok susu UHT terbatas, bahkan beberapa gerai kehabisan produk tersebut.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, kelangkaan ini diduga dipicu meningkatnya permintaan untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang kini menjangkau berbagai daerah.
Di sisi lain, produksi susu dalam negeri yang baru mampu memenuhi sekitar 20–30 persen kebutuhan nasional, serta keterbatasan impor, turut mempersempit pasokan di pasaran.
Kondisi ini membuat pelaku usaha berharap distribusi segera normal agar aktivitas usaha tidak terganggu dalam jangka panjang.(*)