Pantang Kecewa usai Venue Pindah Mendadak ke Bali, Persija Siap Kerja Keras Hadapi PSIM
Sasongko Dwi Saputro April 21, 2026 10:33 PM

PERSIJA
Pelatih Persija Jakarta, Mauricio Souza dalam konferensi pers jelang laga lawan PSIM Yogyakarta pada Selasa (21/4/2026)

BOLASPORT.COM - Persija Jakarta siap bekerja keras saat bertandang ke markas PSIM Yogyakarta meski laga kedua tim harus dipindahkan ke Pulau Bali.

Awalnya, duel PSIM Yogyakarta vs Persija Jakarta dalam lanjutan pekan ke-29 Super League 2025/2026 digelar di Stadion Sultan Agung, Bantul.

Persija Jakarta sebenarnya sudah sangat siap, karena mereka akan melalui dua laga berturut-turut di Yogyakarta menurut jadwal awal dari I.League.

Sebelum lawan PSIM, Persija lebih dahulu menantang PSBS Biak di Stadion Maguwoharjo, Sleman.

Namun, pengumuman mendadak keluar setelah lawan PSBS Biak atau empat hari jelang laga PSIM, venue mendadak pindah.

Duel PSIM vs Persija Jakarta dipindahkan ke Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar pada Rabu (22/4/2026) sore WIB.

Pemindahan mendadak tersebut jelas menyulitkan skuad Persija Jakarta.

Namun, pelatih Persija, Mauricio Souza enggan mengeluhkan keadaan.

Pria asal Brasil tersebut mengaku bahwa waktu persiapan timnya tidak banyak usai melakukan perjalanan panjang dari Yogyakarta ke Bali.

"Persiapan pertandingan ini, karena dari pertandingan sebelumnya waktunya yang menjelang pertandingan di Bali ini kita tidak banyak," ujar Mauricio Souza pada konferensi pers jelang lawan PSIM Yogyakarta pada Selasa (21/4/2026).

"Kita juga tidak hitung dengan perjalanan jauh ya ke Bali ini karena kita pikir kita main di Yogyakarta."

"Tapi waktu yang kita punya saat ini kita lakukan dengan baik, persiapan."

"Dan kita termotivasi dan kita tahu bagaimana penting pertandingan besok buat kita," imbuhnya.

Mauricio Souza mengaku tetap ada sedikit harapan usai venue dipindahkan ke Bali.

Permukaan lapangan di Bali bakal menguntungkan kedua tim untuk membangun serangan.

Namun, PSIM akan menjadi lawan sulit bagi Persija, karena tim asuhan Jean-Paul van Gastel cukup bagus dalam organisasi permainan.

"Jadi, seperti saya bicara, kalau kita main di Bali itu ada keuntungan karena lapangan bagus dan sangat mendukung untuk pertandingan, dan permainan," ujar eks pelatih Madura United tersebut.

"Tapi lawan kita (PSIM) itu juga punya tim yang lumayan teknis, dia juga main bagus."

"Ada banyak organisasi di dalam menguasai bola juga. Jadi saya yakin dua tim ini senang bisa main di Bali karena lapangan yang benar-benar bagus," imbuhnya.

Persija Jakarta juga sudah melakukan evaluasi dari kesalahan-kesalahan dalam kemenangan dari PSBS Biak pekan lalu.

"Perihal evaluasi pertandingan lalu kita sudah bicara tentang pertandingan. Kita bikin 15, 20 menit itu dengan intensitas bagus di pertandingan awal, dan kita, juga cari untuk mencetak gol tapi belum bisa lakukan," ujar Souza.

"Ada situasi di Allano itu juga ada penalti, tapi dipanggil VAR tapi dia tidak kasih penalti. Dan setelah itu ada itu satu kemungkinan itu penalti di Eksel."

"Tapi setelah itu kita tidak terlalu punya kreativitas di sepertiga akhir lapangan untuk mencetak gol lawan PSBS Biak."

"Kita banyak bola itu angkat ke dalam kotak penalti tapi tidak bisa selesaikan menjadi gol. Jadi dekat gawang itu kurang kreativitas dari kita. Mungkin satu ada individu permainan atau itu satu dua untuk masuk di dalam kotak penalti."

"Tapi itu terang kita tidak kasih satu kesempatan untuk Biak untuk bisa menyerang kita. Tapi kita tahu kita masih ada utang karena kita mungkin bisa lebih baik di pertandingan lawan mereka," tutupnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.