TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Investasi Rosan Roeslani mengungkapkan instruksi Presiden Prabowo Subianto terkait penyederhanaan birokrasi untuk menarik modal masuk ke tanah air.
Pernyataan tersebut disampaikan Rosan usai melaporkan realisasi investasi kuartal pertama tahun 2026 kepada Prabowo di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (21/4/2026).
Dalam pertemuan itu, kata Rosan, Presiden Prabowo meminta agar seluruh regulasi dan peraturan teknis yang menghambat proses penanaman modal segera dihapus guna mengakselerasi iklim investasi di Indonesia.
Rosan yang juga CEO Danantara ini mengatakan bahwa kualitas investasi harus berbanding lurus dengan kemudahan perizinan.
"Pesan dari beliau tentunya adalah investasi yang masuk ini, ya dari segi yang tadi saya sampaikan, penciptaan lapangan pekerjaannya juga harus tumbuh secara baik, benar, dan juga berkualitas. Itu arah Bapak Presiden," ujar Rosan.
Ia mengatakan Prabowo menyoroti keberadaan aturan-aturan di tingkat kementerian atau lembaga yang seringkali tumpang tindih.
Menurut dia pemerintah tidak akan ragu untuk memangkas aturan yang dinilai menjadi beban bagi para investor.
"Karena ini menjadi sangat penting dan semuanya itu harus segera diakselerasi. Jangan sampai ada regulasi-regulasi kita yang justru menghambat. Peraturan-peraturan kita yang justru menghambat. Pertek-pertek itu juga harus, kata Bapak Presiden, itu juga kalau menghambat tidak perlu ada," tegasnya.
Berdasarkan data Bappenas, pemerintah mematok target investasi sebesar Rp13.000 triliun lebih untuk periode 2025-2029.
Lonjakan signifikan dibandingkan capaian Rp9.100 triliun pada periode sepuluh tahun sebelumnya 2014-2024.
Untuk mencapai target tersebut, Rosan diminta terus melakukan perbandingan dengan standar internasional agar posisi Indonesia tetap kompetitif di kawasan Asia Tenggara.
"Jadi tingkatkan terus, tadi Bapak Presiden sampaikan, iklim investasi yang ada di Indonesia. Kita lihat benchmarking-nya dengan negara-negara ASEAN, dengan peraturan-peraturan OECD dan yang lain-lainnya. Jadi itu sih arah Bapak Presiden," pungkasnya.
Pada kuartal I 2026, realisasi investasi Indonesia tercatat mencapai Rp498,79 triliun atau 100,36 persen dari target.
Pencapaian ini diklaim berhasil menyerap 706.569 tenaga kerja Indonesia, naik 18,93 persen secara tahunan.