Trump Klaim Sulit Ambil Uranium Iran, Sebut Proses Panjang Meski Fasilitas Nuklir Telah Dihancurkan
Nur Rohman Urip April 21, 2026 10:42 PM

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengakui masih meghadapi kesulitan dalam upaya memperoleh uranium Iran meski fasilitas nuklir Teheran telah dihancurkan. 

Trump menilai proses pengambilan material tersebut akan memakan waktu dan berlangsung lama.

Namun, Trump dengan tegas mengatakan bahwa stok uranium Iran pada akhirnya akan dipindahkan ke wilayah AS.

Dilansir dari Tribunnews, ungkapan ini ditulis Trump dalam unggahan di Turth sosial miliknya.

 “Penggaliannya akan menjadi proses yang panjang dan sulit,” tulis Trump.

Trump juga menulis bahwa “Operasi Midnight Hammer” telah menghancurkan situs nuklir Iran secara total, Selasa (21/4/2026).

Ia juga beberapa kali kerap menggunakan istilah “debu nuklir” untuk merujuk pada uranium yang diperkaya milik Iran.

Sebelumnya, Israel dilaporkan melakukan serangan terhadap fasilitas nuklir Iran pada 2026 terkait program nuklir Teheran.

Trump menyatakan dirinya tidak terburu-buru mengakhiri konflik dan masih membuka ruang untuk negosiasi dengan pihak terkait.

Sementara itu, Kementerian Luar Negeri Iran membantah klaim terkait rencana pemindahan uranium ke Amerika Serikat.

Ketegangan antara AS, Israel, dan Iran masih berlanjut di tengah perbedaan pandangan mengenai program nuklir Iran.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.