Banda Aceh Experience City Expo 2026 Dibuka, Illiza Ajak Warga Bangun Rasa Bangga Terhadap Kota
Eddy Fitriadi April 22, 2026 12:38 AM

 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Sara Masroni | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Banda Aceh Experience City Expo 2026 yang merupakan rangkaian kegiatan HUT ke-821 Kota Banda Aceh, secara resmi dibuka di Lapangan Blang Padang, Senin (20/4/2026) malam dan berlangsung hingga 22 April.

Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal dalam sambutannya, mengajak seluruh masyarakat untuk tidak hanya hadir sebagai pengunjung, tetapi turut menjadi bagian dari cerita kota dengan mendukung produk lokal dan menghidupkan setiap sudut kegiatan. “Banda Aceh adalah kota yang tidak hanya dibangun, tetapi dihidupi oleh warganya. Melalui City Expo ini, kita perkuat kebersamaan dan membuka peluang untuk memperkenalkan Banda Aceh ke tingkat yang lebih luas,” ujar Illiza.

Dikatakan, City Expo ini mengusung konsep Experience City, sebuah pendekatan yang mengajak masyarakat untuk datang, melihat, merasakan, dan membangun rasa bangga terhadap kotanya. “City Expo pun ini dirancang sebagai representasi dari semangat tersebut, dengan menghadirkan lima lapisan pengalaman yaitu market experience, interactive experience, entertainment experience, special experience, dan celebration experience,” tambahnya.

Menurutnya, Banda Aceh terus tumbuh dengan tetap menjaga nilai, adab, serta warisan budaya yang berjalan berdampingan dengan kemajuan zaman. Wali kota menambahkan, berbagai rangkaian kegiatan mulai dari pameran produk lokal, ruang interaksi publik, pertunjukan seni, hingga instalasi tematik, dihadirkan untuk memperkuat keterlibatan masyarakat sekaligus mendukung UMKM dan ekonomi daerah.

Sementara Gubernur Aceh, Muzakir Manaf yang diwakili oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, M Nasir, saat membuka kegiatan tersebut menyampaikan, apresiasi mendalam kepada Pemko Banda Aceh dan seluruh panitia yang telah mempersiapkan acara dengan matang. Ia menegaskan bahwa kehadiran para pimpinan daerah dari berbagai kota di Indonesia merupakan energi positif bagi pembangunan Aceh.

Ia memaparkan visi besar menjadikan Aceh sebagai hub logistik internasional melalui Pelabuhan Sabang, yang didukung oleh komoditas unggulan seperti Kopi Gayo dan minyak nilam, hasil perikanan samudera serta cadangan gas alam dan energi terbarukan, mengingat posisi geostrategis Aceh yang berada di pintu masuk Selat Malaka.

Sekda menekankan, kunci kemajuan Aceh ke depan terletak pada hilirisasi industri. “Sinergi antara pemanfaatan sumber daya mentah dan hilirisasi industri menjadi kunci utama agar kekayaan alam memberikan nilai tambah ekonomi berkelanjutan bagi masyarakat,” ujar Nasir.

Baca juga: Patroli Laut Sasar Kapal Asing, Imigrasi Sabang Periksa Dokumen dan Aktivitas Awak

Terkait isu perkotaan, Sekda Aceh memaparkan data statistik yang memproyeksikan urbanisasi di Indonesia akan menembus angka 65 persen pada tahun 2045. Mengingat kontribusi kota terhadap ekonomi global mencapai 80 persen, ia mendesak para anggota APEKSI untuk segera menangkap peluang strategis tersebut. 

Secara teknis, setiap kenaikan satu persen urbanisasi yang terkelola dengan baik berpotensi mendongkrak PDB per kapita sebesar 3 hingga 5 persen. Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya akselerasi transformasi menuju Smart and Green Cities guna menciptakan pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

Di sisi lain, Pemerintah Aceh mengajak para delegasi dan tamu dari luar daerah untuk tidak hanya menikmati kuliner dan budaya melalui expo ini, tetapi juga menjadi jembatan bagi para investor. “Kami mengajak jajaran Pemerintah Kota untuk mendorong para pelaku usaha di wilayah Bapak/Ibu agar melirik potensi investasi yang luar biasa di Serambi Mekkah,” tutupnya.(*)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.