Rismon Sianipar Akui Ijazah Jokowi Asli, Ungkap Watermark hingga Emboss
Dian Anditya Mutiara April 22, 2026 07:35 AM

WARTAKOTALIVE.COM - Ahli digital forensik, Rismon Sianipar akhirnya mengakui ijazah Presiden ke-7 RI, Joko Widodo asli setelah sebelumnya menyebut palsu.

Ia memaparkan temuan terbaru soal watermark hingga emboss yang baru terlihat lewat analisis digital.

Sebelumnya, Rismon sempat menyebut ijazah S1 Jokowi palsu. Namun, ia kemudian mengubah pernyataannya dan mengakui bahwa ijazah tersebut asli.

Pengakuan itu disampaikan melalui video di kanal YouTube pribadinya, Balige Academy, yang diunggah pada 11 Maret 2026.

Dalam penelitiannya, Rismon menggunakan sampel berupa foto ijazah Jokowi yang diunggah oleh politikus PSI, Dian Sandi Utama di akun X miliknya pada 1 April 2025.

Baca juga: Projo Respons Pernyataan JK, Sebut Kemenangan Jokowi Hasil Kerja Kolektif dan Kehendak Rakyat

Ia menjelaskan, metode yang digunakan adalah gradient domain dan reaction diffusion.

Metode gradient domain merupakan teknik pemrosesan citra yang berfokus pada perubahan intensitas atau gradien piksel, bukan piksel secara langsung.

Teknik ini umum digunakan untuk manipulasi gambar, pengurangan noise, serta peningkatan kontras tanpa menghilangkan ketajaman tepi objek.

Sementara itu, reaction diffusion digunakan untuk meningkatkan kualitas visual objek dengan resolusi rendah.

Dengan dua metode tersebut, Rismon mengaku menemukan adanya watermark pada ijazah Jokowi.

“Ini ada bintik-bintik. Nah ini itu watermark,” ujar Rismon, dikutip dari program Rakyat Bersuara di YouTube iNews, Rabu (22/4/2026).

Baca juga: Respons Jokowi Usai Rismon Sianipar Dapat SP3: Semua Sudah Clear dan Selesai

Ia menjelaskan, watermark tersebut membentuk pola bintik dan memunculkan tulisan “Universitas Gadjah Mada”.

Watermark tersebut, menurutnya, tidak dapat dilihat secara kasat mata dan hanya muncul melalui proses analisis digital.

Emboss dan Perbandingan Ijazah

Selain watermark, Rismon juga menemukan adanya emboss pada ijazah Jokowi.

Emboss tersebut terlihat di dekat kolom tanda tangan rektor Universitas Gadjah Mada.

Ia juga membandingkan ijazah Jokowi dengan empat ijazah lulusan Fakultas Kehutanan tahun 1985.

Dari hasil perbandingan tersebut, Rismon menyimpulkan bahwa ijazah Jokowi identik dan asli.

Dalam proses ini, ia menggunakan metode translasi, rotasi, serta analisis visual berbasis K-Means Clustering.

Baca juga: Proses Pengusutan Kasus Ijazah Jokowi Berlangsung Lama dan Bertele-tele, Polisi: Kami Profesional

Koreksi soal Skripsi dan Font

Tak hanya ijazah, Rismon juga menyoroti skripsi Jokowi yang dibuat pada 1985.

Ia mengakui bahwa analisis sebelumnya keliru karena mengira dokumen tersebut menggunakan font Times New Roman yang baru populer pada 1990-an.

Setelah ditelusuri ulang, ia menemukan bahwa pada era 1980-an sudah ada font digital bernama Times Roman, yang digunakan sejak 1984—setahun sebelum Jokowi lulus.

“Ternyata sebelum Times New Roman muncul di Windows 3.1, sudah ada Times Roman sejak 1984,” jelasnya.

Berdasarkan temuan tersebut, Rismon kemudian merekonstruksi ulang lembar pengesahan skripsi menggunakan font Times Roman.

Ia menyebut penggunaan font tersebut juga lazim di berbagai fakultas lain di UGM pada masa itu.

Selain itu, ia menambahkan bahwa pada era 1980-an, tidak semua lembar pengesahan skripsi dilengkapi tanda tangan penguji karena keterbatasan biaya percetakan.

Akui Pernah Menyembunyikan Fakta

Di akhir pemaparannya, Rismon mengakui bahwa sebagian temuan tersebut sebenarnya sudah diketahuinya sejak awal.

Namun, ia tidak mengungkapkannya dan justru mempertahankan narasi sebelumnya.

“Ini saya sembunyikan untuk mendukung kebohongan saya sebelumnya,” ujarnya.

Sumber: Tribunnews

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.