Usai Dilarikan ke Rumah Sakit, 2 Jemaah Haji Kloter 1 Lombok Timur  Batal Berangkat
Idham Khalid April 22, 2026 09:21 AM

 

Laporan Wartawan TribunLombok.com, Robby Firmansyah

TRIBUNLOMBOK.COM, MATARAM - Dua jemaah haji asal Kabupaten Lombok Timur yang tergabung dalam kelompok terbang (Kloter) satu dipastikan batal berangkat, setelah melalui serangkaian pemeriksaan di rujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). 

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah (Kanwil Kemenhaj) NTB, Lalu Muhammad Amin mengatakan, dua jemaah tersebut memiliki riwayat penyakit bawaan sejak sebelum masuk ke Asrama Haji Embarkasi Lombok pada, Selasa (21/4/2026). 

"Satu jemaah perempuan memiliki riwayat penyakit patah tulang berdasarkan hasil ronsen, satunya lagi memiliki riwayat kadar gula tinggi sehingga dinyatakan belum layak terbang," kata Amin. 

Walau demikian satu di antara dua jemaah tersebut saat ini masih dalam proses perawatan intensif di rumah sakit, sehingga jika sampai kloter terakhir nantinya jamaah tersebut pulih dan dinyatakan layak terbang maka bisa diberangkatkan. 

"Kalau di kloter terakhir dinyatakan bisa diberangkatkan maka langsung berangkat, untuk yang ditunda sekarang sudah dicarikan calon pengganti," kata Amin. 

Baca juga: Kawasan Asrama Haji Mataram Steril dari PKL, Pengunjung Dilarang Parkir dalam Radius 100 Meter

Pada kloter pertama ini terdapat 61 jemaah haji masuk kategori risti berat, risti sedang 81 orang dan risti ringan 126 orang dan tidak berisiko 120 orang. 

Kepala Dinas Kesehatan NTB, Lalu Hamzi Fikri mengatakan, para petugas sudah melakukan pemetaan terhadap penyakit-penyakit yang diderita para jamaah sesuai dengan hasil istitoahnya. 

"Petugas kesehatan kita sudah melakukan pemetaan masing-masing case, dokter itulah yang akan bersentuhan langsung dengan jamaah dan akan berkeliling ke hotel-hotel mudah-mudahan jaraknya tidak terlalu jauh," kata Fikri. 

Panitia penyelenggara ibadah haji (PPIH) memberikan pelayanan ekstra kepada para jamaah lansia dan masuk kategori risiko tinggi (Risti), mulai dari masuk asrama hingga nanti selama berasa di Arab Saudi. 

(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.