Tak Mau Mandi, Gadis 15 Tahun Disiram Bensin Lalu Dibakar Pamannya, Nasib Korban Diungkap Polisi
Murhan April 22, 2026 10:05 AM

BANJARMASINPOST.CO.ID - Tragedi dialami gadis 15 tahun di Semarang, Jawa Tengah. Dia dibakar pamannya gara-gara tak mau mandi.

Gadis 15 tahun di Semarang itu berinisial T, sementara pamannya sendiri berinsial S (32).

Disebutkan, S tega menyiram tubuh T dengan bensin, lalu menyulutnya dengan api.

Akibat ulah pamannya tersebut, korban mengalami luka bakar.

Meski tidak tergolong luka bakar berat, dampak yang dialami korban cukup serius.

Kapolsek Semarang Utara, Kompol Heri Sumiarso mengungkap peristiwa terjadi di depan rumah korban, Sabtu (18/4/2025).

Peristiwa bermula saat ibunya menitipkan korban kepada S.

Baca juga: Wanita Driver Ojol di Banjarbaru Kalsel Luapkan Emosi, Diduga Kesal Konsumen Sering Cancel Order

Korban awalnya duduk di depan rumah.

Kemudian S datang dan menyuruh korban untuk mandi.

Tetapi permintaan pelaku ditolak korban.

"Korban duduk di depan rumah. Kemudian paman dia menyuruhnya mandi, tapi korban tidak mau," kata Kompol Heri, Selasa (21/4/2026).

Tak disangka, penolakan korban membuat pelaku marah. S pun langsung beranjak ke dalam rumah dan mengambil sebotol bensin.

“Disiramkan ke korban, lalu disulut dengan korek api,” ucap Kompol Heri.

Akibatnya, api pun langsung menyambar tubuh korban.

Korban pun teriak hingga warga di dekat lokasi kejadian berdatangan.

Warga pun langsung berupaya memadamkan api yang membakar tubuh korban.

Setelah api bisa dipadamkan, korban pun langsung dilarikan ke rumah sakit Pantiwilasa untuk penanganan darurat.

Akibat kejadian tersebut korban mengalami luka bakar di bagian punggung samping hingga area pantat, serta lengan tangan.

“Tidak terlalu parah, tapi tetap ada luka bakar di beberapa bagian tubuh,” ujar Kapolsek.

Korban sempat menjalani perawatan medis dan kini telah kembali ke rumah. 

Namun, kondisi psikologisnya menjadi perhatian, terlebih karena pelaku adalah kerabat dekat

Polisi baru mendapat laporan kejadian paman bakar keponakan pada Senin (20/4/2026) pagi.

Setelah kejadian pelaku S yang tercatat tinggal di di Bandarharjo hingga kini masih diburu pihak kepolisian.

“Pelaku masih kita cari. Motif juga masih dalam pendalaman,” ucap Kompol Heri.

Lebih jauh, polisi mengakui adanya hambatan dalam menggali keterangan. 

Korban dan keluarganya disebut masih ragu untuk memberikan pernyataan terbuka.

“Terdapat rasa takut. Ini kan pamannya sendiri, jadi ketika dimintai keterangan masih ragu-ragu,” ujarnya.

Bahkan, hingga saat ini laporan resmi dari pihak keluarga belum sepenuhnya lengkap, meskipun polisi sudah menindaklanjuti laporan masyarakat.

Kasi Humas Polrestabes Semarang, Kompol Agung Setiyo Budi, menegaskan bahwa aparat tidak akan berhenti pada penanganan awal semata.

“Kehadiran polisi tidak hanya untuk respons cepat, tetapi juga memastikan korban mendapatkan perlindungan dan akses keadilan,” kata dia.

Polisi juga telah memberikan pendampingan kepada keluarga serta mendorong pelaporan resmi ke Polsek Semarang Utara agar proses hukum dapat berjalan maksimal.

Agar Mandi Menyenangkan Bagi Si Kecil

Ketika si kecil menolak mandi, yang perlu orangtua lakukan adalah mencari penyebab atau alasan kenapa ia tak mau mandi, bukan malah memaksanya mandi. 

Kemudian jelaskan bahwa yang ditakutkannya itu tidak akan terjadi lagi. Jelaskan pula betapa bermanfaatnya mandi dan kerugian bila ia tidak mandi.

Pemaksaan bukan jalan keluar yang tepat karena hanya akan membuat anak terus menolak setiap kali diajak mandi. 

Mencari alasan yang menjadi penyebab, kemudian menemukan solusinya jauh lebih baik daripada memaksanya. 

Hal lain yang perlu diperhatikan, lihatlah kesukaan anak kala berada di kamar mandi.

Agar mandi menyenangkan bagi anak-anak, Nurul Annisa, MPsi, dari Klinik Tumbuh Kembang Kancil Jakarta Selatan, memberikan sejumlah kiatnya:

* Letakkan beberapa jenis mainan di kamar mandi. 

Pilih mainan-mainan yang disukai anak lalu susun di pinggir bak mandi. Ganti mainan-mainan itu setiap hari agar anak selalu senang berada di dalam kamar mandi.

* Terapkan waktu mandi yang tak terlalu lama, cukup lima menit. 

Mungkin anak sudah tidak sabar untuk segera main. Kalau mandi terlalu lama, dia pikir akan mengganggu acara mainnya dan anak akan sulit diajak mandi.

* Beri kesempatan pada anak untuk bersenang-senang di kamar mandi. 

Misal, memainkan busa dan menggelembungkannya. Hal menyenangkan ini akan membuatnya senang beraktivitas di kamar mandi.

* Ciptakan suasana mandi yang berbeda-beda. 

Jika hari ini ia bisa bermain dengan boneka kucingnya, lain hari bermain dengan bola-bolanya. Atau hari ini mandi dengan berendam di bath tub, esok dengan shower, lusa dengan gayung, begitu seterusnya.

* Biarkan anak memilih sendiri perlengkapan mandinya.

Mulai handuk, sampo, sabun, sikat gigi, dan lainnya. Memilih barang yang ia senangi akan membuatnya lebih mudah diajak mandi. Atau Anda bisa menawarkan apakah ia ingin mandi dengan air dingin atau air hangat.

* Buatlah kamar mandi seindah dan senyaman mungkin. 

Misal, gunakan warna-warna terang dan lembut pada dinding kamar mandi. Hias kamar mandi dengan beberapa ornamen yang disukai anak, dan jangan lupa pastikan keamanan di kamar mandi. Dengan begitu anak akan lebih mudah diajak mandi.

(Banjarmasinpost.co.id/Tribunnews.com)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.