30 Negara Berkumpul di London Demi Selat Hormuz, Misi Penyelamatan Jalur Nadi Dunia, Ini Agendanya!
Sinta Darmastri April 22, 2026 10:08 AM

 

TRIBUNSTYLE.COM - Mata dunia kini tertuju pada London. Di tengah tensi geopolitik yang belum mereda, perwakilan militer dari lebih dari 30 negara memutuskan untuk duduk bersama mulai Rabu (22/4/2026). Agendanya krusial, merancang strategi besar untuk membuka kembali Selat Hormuz, jalur pengiriman energi paling vital di planet ini yang belakangan terkunci akibat konflik.

Pertemuan yang berlangsung selama dua hari ini bukan sekadar diskusi formal. Pemerintah Inggris menegaskan bahwa pertemuan ini adalah langkah taktis untuk menyusun rencana operasional yang nyata. Fokusnya jelas, yakni memastikan kapal-kapal dagang bisa kembali melintas dengan aman tanpa bayang-bayang ancaman militer.

Misi Internasional di Ambang Kenyataan

Gema rencana ini sebenarnya sudah terdengar sejak pekan lalu. Laporan dari Al Jazeera menyebutkan sedikitnya 10 negara telah menyatakan kesiapan mereka untuk bergabung dalam misi internasional di bawah komando Inggris dan Perancis.

Langkah besar ini diambil setelah lebih dari 50 negara dari berbagai belahan dunia Eropa, Asia, hingga Timur Tengah mengadakan konferensi video maraton untuk mencari jalan keluar atas stabilitas kawasan yang kian rapuh.

Baca juga: Iran Tetap Pasang Badan Meski Trump Ulurkan Gencatan Senjata: Pasukan Siaga Penuh

Dari Meja Diplomasi ke Operasi Lapangan

Menteri Pertahanan Inggris, John Healey, menegaskan bahwa waktu untuk sekadar berwacana sudah habis. Pertemuan di London harus menjadi titik balik di mana kesepakatan di atas kertas berubah menjadi aksi di lapangan.

“Tugas hari ini dan besok adalah mengubah konsensus diplomatik menjadi rencana bersama untuk menjaga kebebasan navigasi di selat dan mendukung gencatan senjata yang berkelanjutan,” ujar Healey, dikutip dari Reuters.

Healey optimistis bahwa kesepakatan ini akan membuahkan hasil nyata dalam waktu dekat, memberikan napas baru bagi perdagangan energi global.

Baca juga: Viral Video Donald Trump Masuk Pesawat Diikuti Wanita Muda Bertas Merah, Terungkap Identitasnya

Strategi Komando dan Syarat Mutlak

Bukan perkara mudah untuk mengamankan Selat Hormuz. Oleh karena itu, para delegasi militer dijadwalkan membahas detail teknis yang sangat spesifik, mulai dari kemampuan alat utama sistem persenjataan (alutsista), mekanisme komando dan kendali tunggal, hingga skema penempatan pasukan di titik-titik rawan.

Meski demikian, Inggris memberikan catatan penting. Rencana besar pembukaan selat ini baru akan dieksekusi secara penuh apabila syarat mutlak terpenuhi, terciptanya gencatan senjata yang stabil dan berkelanjutan di kawasan tersebut.

Tanpa adanya gencatan senjata, kehadiran militer internasional di Selat Hormuz berisiko menjadi sumbu baru konflik. Kini, dunia hanya bisa berharap pertemuan London mampu menghasilkan kunci yang tepat untuk membuka kembali jalur energi yang tengah tersandera ini.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.