TRIBUNNEWS.COM - Universitas Sumatera Utara (USU) menetapkan kebijakan perkuliahan secara daring (online) bagi seluruh mahasiswa pada 21 hingga 30 April 2026.
Kebijakan ini diberlakukan guna mendukung kelancaran pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (UTBK-SNBT) Tahun 2026.
Langkah tersebut diambil untuk meminimalisir kepadatan aktivitas di lingkungan kampus selama proses seleksi nasional berlangsung.
Kebijakan ini ditujukan kepada seluruh dekan fakultas di lingkungan USU, mulai dari Fakultas Kedokteran hingga Fakultas Vokasi, serta unit kerja terkait lainnya.
Universitas menginstruksikan agar kegiatan pembelajaran di masing-masing fakultas diutamakan dilaksanakan melalui platform daring yang tersedia.
Wakil Rektor Bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Kealumnian, Poppy Anjelisa Zaitun Hasibuan, menjelaskan bahwa penyesuaian metode pembelajaran ini penting dilakukan mengingat intensitas pelaksanaan UTBK-SNBT dalam rentang waktu tersebut.
"Sehubungan dengan pelaksanaan UTBK-SNBT Tahun 2026 pada tanggal 21 s.d 30 April 2026, maka kegiatan pembelajaran/perkuliahan pada masing-masing fakultas/unit kerja disarankan/diutamakan dilaksanakan secara daring (online)," tulisnya dalam surat edaran tersebut.
Penerapan kuliah daring ini juga menjadi strategi USU untuk mengantisipasi lonjakan mobilitas di area kampus.
Mengingat UTBK-SNBT merupakan agenda nasional yang melibatkan ribuan peserta, pembatasan aktivitas tatap muka diharapkan dapat menciptakan suasana ujian yang kondusif dan nyaman.
Selama periode tersebut, mahasiswa tetap diharapkan mengikuti perkuliahan sesuai jadwal yang telah ditetapkan oleh dosen melalui media pembelajaran digital di masing-masing fakultas.
Baca juga: UTBK 2026 Hari Pertama, Panitia Temukan 2.940 Dugaan Kecurangan, Pengawasan Diperketat
Melalui kebijakan ini, USU menegaskan komitmennya dalam menyukseskan pelaksanaan UTBK-SNBT 2026 tanpa mengganggu keberlangsungan proses belajar mengajar di lingkungan kampus.
Penyesuaian ini diharapkan mampu menjaga keseimbangan antara kebutuhan operasional ujian dan aktivitas akademik secara efektif.
Rektor Universitas Sumatera Utara (USU), Prof Dr Muryanto Amin, menyebut pelaksanaan UTBK-SNBT USU 2026 berlangsung selama 10 hari.
UTBK dimulai dari tanggal 21 hingga 30 April 2026, dengan dua sesi ujian setiap harinya, yakni sesi pagi pukul 06.45–10.30 WIB dan sesi siang pukul 13.00–16.45 WIB.
Secara keseluruhan, terdapat 19 sesi ujian di Medan (kampus USU dan mitra), 19 sesi di Nias-Teluk Dalam, serta 20 sesi di Nias-Gunungsitoli.
"Tahun ini, jumlah peserta UTBK-SNBT di USU mencapai 36.771 orang, yang mengikuti ujian di tiga wilayah utama, yakni Medan, Nias-Gunungsitoli, dan Nias-Teluk Dalam. USU menyediakan kuota daya tampung SNBT 2026 sebanyak 3.008 kursi, yang terdiri dari 2.534 untuk program sarjana, 274 untuk sarjana terapan, dan 200 untuk program diploma," ungkapnya, dikutip dari usu.ac.id, Rabu (22/4/2026).
Untuk mendukung kelancaran pelaksanaan UTBK, USU telah menyiapkan 92 ruang ujian.
Di kampus utama USU Medan, tersedia 16 lokasi dengan total 73 ruang ujian.
Sementara itu, untuk lokasi mitra USU meliputi SMAN 1 Medan (5 ruang), Universitas Sari Mutiara (6 ruang), dan Universitas Medan Area Kampus 2 (4 ruang).
Di wilayah Nias, masing-masing disediakan 2 ruang ujian di Gunungsitoli dan 2 ruang di Teluk Dalam.
USU juga memastikan pelaksanaan UTBK-SNBT 2026 yang inklusif dengan memfasilitasi peserta disabilitas.
"Di dalam pelaksanaan UTBK ini ada kebutuhan khusus yang kita fasilitasi, seperti peserta disabilitas, agar mereka punya kesempatan yang sama dengan peserta yang lain. Terdapat 2 peserta tuna netra, 3 peserta tuna daksa, 2 peserta tuna rungu, serta 1 peserta tuna wicara yang mengikuti ujian di lokasi yang telah disesuaikan dengan kebutuhan mereka," paparnya.
Sebanyak 127 pengawas diterjunkan pada setiap sesi untuk menjaga ketertiban dan integritas ujian.
Hasil seleksi SNBT akan diumumkan pada 25 Mei 2026, sementara sertifikat UTBK dapat diunduh mulai 2 Juni hingga 31 Juli 2026.
Rektor USU berharap seluruh rangkaian UTBK-SNBT 2026 dapat berlangsung lancar, transparan, dan berintegritas, serta memberi kesempatan yang adil bagi setiap peserta untuk meraih masa depan melalui pendidikan tinggi.
(Tribunnews.com/Latifah)