Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Novanda Halirat
AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Peristiwa kebakaran hebat melanda satu unit kapal cepat di Dermaga Pelabuhan Haria, Kecamatan Saparua, Kabupaten Maluku Tengah, Selasa (21/4/2026) malam.
Kasi Humas Polresta Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease, Ipda Janet Luhukay, mengungkapkan kerugian dari insiden tersebut mencapai Rp900 juta.
Baca juga: Respon Kekosongan BBM Subsidi di Kobi, Bupati Maluku Tengah Komunikasikan Pertamina
Baca juga: Kapal Cepat KM. Ekpres Bahari 9B Terbakar di Dermaga Pelabuhan Haria
Pasalnya kebakaran terjadi sekitar pukul 21.50 WIT menghanguskan seluruh badan kapal.
Berdasarkan keterangan saksi, kebakaran diduga bermula dari bagian kamar mesin.
Kapten kapal, Rusli Rumalean, mengaku awalnya sedang beristirahat di ruang VIP ketika tiba-tiba listrik padam.
Tak lama berselang, asap tebal terlihat naik dari buritan kapal hingga memenuhi ruangan.
“Saya langsung menuju kamar mesin untuk mengecek. Tapi saat sampai, asap sudah sangat tebal. Saya sempat mencoba memadamkan api dengan alat pemadam, tapi tidak berhasil,” ungkapnya.
Keterangan serupa juga disampaikan masinis kapal, Adri Lumunon.
Ia menyebut saat itu mesin sebelah kiri sedang dihidupkan untuk persiapan keberangkatan.
Namun tiba-tiba listrik mati dan kepulan asap muncul dari ruang mesin.
“Saya bersama ABK langsung mencoba memadamkan api, tapi asap terlalu tebal dan api tidak bisa dikendalikan,” ujarnya.
Sementara itu, ABK mesin, Goly Payer, mengungkapkan bahwa api sudah membesar saat dirinya tiba di kamar mesin.
Upaya pemadaman menggunakan alat pemadam api ringan (APAR) juga tidak membuahkan hasil, bahkan beberapa alat disebut tidak berfungsi optimal.
“Api cepat sekali membesar, kami kesulitan bernapas dan akhirnya keluar meminta bantuan warga,” katanya.
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.
Seluruh kru berhasil menyelamatkan diri sebelum api melalap seluruh bagian kapal.
Namun, kerugian material sangat besar karena kapal terbakar hampir tanpa sisa.
Hingga saat ini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan penyebab pasti kebakaran, termasuk kemungkinan adanya gangguan teknis pada mesin kapal.
"Penyelidikan masih dilakukan untuk mencari tahu penyebab pasti kebakaran," kata Ipda Janet.
Peristiwa ini kembali menjadi pengingat pentingnya pemeriksaan menyeluruh terhadap kondisi mesin dan kelayakan alat keselamatan kapal, guna mencegah kerugian besar seperti yang terjadi di Pelabuhan Haria.(*)