TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Pelatih PSS Sleman, Ansyari Lubis, mengungkapkan kerinduan timnya terhadap atmosfer penuh suporter di stadion setelah menjalani sanksi laga kandang tanpa penonton di tribun selatan dan utara.
Ia berharap kembalinya dukungan dari tribun dapat menjadi suntikan energi tambahan bagi skuad Super Elang Jawa.
Hal itu disampaikan usai laga kontra Persiku Kudus, yang menjadi pertandingan terakhir dari rangkaian sanksi disiplin.
Pada laga kandang berikutnya melawan PSIS Semarang, sebagian tribun stadion dipastikan kembali diisi penonton.
“Yang pasti kita sangat rindu, karena biasanya stadion ini penuh. Kemarin hanya tribun selatan yang bisa diisi, sementara utara, barat, dan timur kosong. Mudah-mudahan ini jadi energi positif bagi pemain,” ujar Ansyari, Rabu (22/4/2026).
Ia menegaskan, laga melawan PSIS akan sangat krusial karena berpotensi menentukan langkah PSS menuju promosi ke Liga 1 atau Super League
Senada dengan sang pelatih, pemain PSS, Dominikus Dion, juga menekankan pentingnya kehadiran suporter.
Ia menyebut dukungan dari Brigata Curva Sud (BCS) dan suporter lain menjadi motivasi tambahan bagi para pemain di lapangan.
“Support dari BCS dan suporter lainnya sangat penting untuk kami. Di pertandingan terakhir nanti, kami akan berjuang bersama untuk meraih tiga poin,” kata Dion.
Sebelumnya, PSS dijatuhi sanksi oleh Komite Disiplin PSSI berupa larangan menggelar pertandingan dengan penonton selama empat laga kandang.
Hukuman ini merupakan buntut pelanggaran disiplin dalam laga melawan PS Barito Putera pada 31 Januari 2026.
Namun setelah mengajukan banding, Komite Banding PSSI memutuskan untuk merevisi hukuman tersebut.
Berdasarkan putusan Nomor: 001/KEP/KB/PEGADAIAN-CHAMPIONSHIP/II/2026 tertanggal 9 Februari 2026, sanksi diubah menjadi penutupan sebagian stadion, yakni tribun utara dan selatan selama empat pertandingan kandang.
Dengan kembalinya sebagian suporter ke stadion, PSS kini berharap atmosfer Maguwoharjo kembali hidup dan mampu menjadi dorongan besar dalam laga penentuan nanti.
Sebelumnya, kemenangan PSS Sleman atas Persiku Kudus pada lanjutan putaran ketiga Pegadaian Championship 2025/2026 membawa Super Elja kembali memuncaki klasemen sementara Grup Timur.
Pada laga yang digelar di Stadion Maguwoharjo, Senin (20/4/2026) malam, PSS Sleman sukses memetik tiga poin seusai menekuk Persiku Kudus dengan skor 2-1.
Dua gol PSS Sleman disarangkan oleh Frederic Injai pada menit ke-41 dan Gustavo Tocantins di menit ke-54.
Kemenangan ini membawa Super Elja mengoleksi 52 poin, unggul atas Persipura Jayapura (50 poin) dan Barito Putera (49 poin).
Hasil inipun membuka peluang PSS Sleman untuk merebut tiket promosi ke Super League musim depan.
Sekaligus modal penting bagi PSS Sleman dalam menjaga konsistensi di papan atas dan bersaing demi tiket promosi ke kasta tertinggi kompetisi sepak bola di tanah air.
Meski demikian, dua laga tersisa di putaran ketiga Championship 2025/2026 akan menjadi partai krusial bagi Skuat Super Elja.
26 April 2026
Persiba Balikpapan vs PSS Sleman
2 Mei 2026
PSS Sleman vs PSIS Semarang
Persaingan promosi menuju kasta tertinggi sepak bola Indonesia, Super League juga diatur ketat.
Untuk tim-tim yang berlaga di Championship, hanya peringkat satu dan dua dari masing-masing grup yang memiliki peluang promosi.
Aturan main
• Babak Final (Peringkat 1): Juara grup dari masing-masing grup (Peringkat 1) akan langsung melaju ke babak final.
• Kedua klub ini otomatis mendapatkan tiket promosi ke BRI Super League 2026/27.
• Pemenang dari laga single match ini akan dinobatkan sebagai Juara Pegadaian Championship 2025/26.
• Play-off Promosi (Peringkat 2): Tim yang finis di peringkat kedua klasemen akhir babak pendahuluan akan bertarung di babak play-off promosi.
• Pertandingan dimainkan dengan sistem single match, di mana pemenangnya akan menyusul naik kasta ke BRI Super League musim depan.